http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/issue/feed Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman 2019-05-18T14:18:14+00:00 Tri Wahyudi Ramdhan alinsyiroh.staidhi@gmail.com Open Journal Systems <p>This journal contains scientific studies on education and Islam in the form of educational innovations, educational thinking, and Islamic studies. Manuscripts sent are evaluated by the editorial board. Editors can make changes to posts that are loaded for format uniformity, without changing the substance. ISSN: 2477-4928, E-ISSN: 2656-6680. Editorial Address: <strong>STAI Darul Hikmah Bangkalan,</strong> Jl. PP. Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan 69171. Tel / Fax. (031) 3098322, Email: <a href="https://accounts.google.com/ServiceLogin?service=mail&amp;passive=true&amp;rm=false&amp;continue=https://mail.google.com/mail/&amp;ss=1&amp;scc=1&amp;ltmpl=default&amp;ltmplcache=2&amp;emr=1&amp;osid=1">alinsyiroh.staidhi@gmail.com</a>. This e-journal is an online version of the print edition published by <strong>LP3M STAI Darul Hikmah Bangkalan</strong>.</p> http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/view/3393 STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI DI TK TAAM ADINDA MENGANTI GRESIK 2019-05-18T14:18:14+00:00 Muhammad Syaikhon muhammadsay87@unusa.ac.id Jauharotur Rihlah muhammadsay87@unusa.ac.id <p>Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan judul Strategi Pengembangan Pendidikan Agama Islam Pada Anak&nbsp; Usia Dini di TK TAAM Adinda Menganti Gresik yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bagaimana strategi pengembangan PAI di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik? (2) apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam proses penerapan strategi pengembangan PAI di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik? (3) bagaimana hasil dari penerapan strategi pengembangan PAI terhadap prestasi belajar peserta didik di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik?.</p> <p>Berdasarkan fokus masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan PAI di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik? (2) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses penerapan strategi pengembangan PAI di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik? (3) untuk mengetahui bagaimana hasil dari penerapan strategi pengembangan PAI terhadap prestasi belajar peserta didik di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik?.</p> <p>Temuan penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa: strategi pengembangan PAI yang dilakukan di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik sangat tepat sekali, dengan mengadopsi dari teori-teori dan konsep pembelajaran ala Rasulullah dan dipadukan dengan konsep dan teori-teori pembelajaran yang berkembang saat ini. Faktor pendukung penerapan strategi ini adalah pendidik memiliki kemampuan menyampaikan ajaran agama Islam, adanya fasilitas yang berupa TV dan VCD, dan memiliki buku-buku Islami sebagai penunjang pembelajaran. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya persediaan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran, terbatasnya media pembelajaran sehingga metode yang digunakan dalam pembelajaran pun kurang bervariasi, dan perbedaan latar belakang keluarga serta minimnya dalam pemahaman agama. Keberhasilan pembelajaran PAI tersebut telah berpengaruh positif bagi TK TAAM Adinda baik secara sosiologis maupun psikologis.</p> 2019-03-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/view/3394 HUMANISASI DALAM PARADIGMA PENDIDIKAN YANG NYARIS TERABAIKAN 2019-05-07T10:56:33+00:00 Evi Masyithah evi.masyithah@uniramalang.ac.id <p>Eksistensi suatu negara pada dasarnya ditentukan oleh dinamika semberdaya manusia (human resourches) yang berkualitas, terus bergerak, membangun diri dan masyarakat. Tujuan pembangunan secara makro adalah terbentuknya manusia seutuhnya. Arah tujuan pembangunan ini pada hakekatnya mengembalikan manusia pada kodratnya. Pendidikan, sebagai salah satu subsistem dari pembangunan, dianggap paling korelat untuk mewujudkan cita-cita di atas. Jika pendidikan diharapkan dapat mewujudkan konsep pembentukan manusia seutuhnya, maka jawaban yang dianggap relevan adalah penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan landasan “pendekatan humanistik”. Pendidikan yang berlandaskan konsep humanistik pada hakekatnya bertujuan untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang memberikan peluang bagi anak didik untuk mengaktualisasikan kemampuan yang ada pada dirinya. Dengan pendekatan humanistik, orang tidak perlu khawatir bahwa anak didik hanya menjadi orang-orang alim tapi bodoh. Tujuan pokok dari pendidikan yang humanistik adalah agar anak didik mendapatkan perlakuan yang manusiawi dengan meng-hargai martabatnya sebagai pribadi-pribadi yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang.</p> 2019-03-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/view/3395 ISLAM AND CIVILIZATION (ANALYSIS STUDY ON THE HISTORY OF CIVILIZATION IN ISLAM) 2019-05-07T10:57:04+00:00 Muhammad Hifdil Islam muhammad.hifdil@gmail.com <p>The history of Islamic civilization is one of the most important fields of study of Islamic studies. Islamic history is events or events that really happened in the past that are entirely related to the religion of Islam. Islam is too broad in scope, so Islamic history has become a broad scope. Among them are related to the history of the process of growth, development, and the spread of Islam, figures who develop and spread Islam, the history of progress and setbacks achieved by Muslims in various fields, such as in the fields of religious and general science, culture, architecture politics, government, war, education, economy, and so on. The History of Islamic Civilization is a product description of the activities of the life of the Islamic ummah in the past that originated in Islamic values. This article will explores the history of civilization in Islam and How the civilization of Islam is developed.</p> 2019-03-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/view/3396 NASIONALISME DALAM PERSPEKTIF ALQURAN DAN HADITS 2019-05-07T11:03:19+00:00 Mufaizin . mufaizin@darul-hikmah.com <p>Tanah air adalah sebutan bagi tempat kelahiran seorang seperti orang yang dilahirkan di indonesia maka indonesia akan menjadikan tanah airnya. cinta tanah air adalah suatu perasaan yang dimiliki setiap manusia atas tanah kelahirannya. Nasionalisme atau cinta tanah air merupakan perasaan bangga dan ikut memiliki sebuah wilayah tertentu.. Rasa kecintaan inilah yang nantinya akan membuat seorang warga negara rela berkorban, menjaga dan berjuang demi memajukan bangsanya. Itulah mengapa nasionalisme penting. Cinta tanah air memiliki hubungan yang harmonis dengan agama dan keimanan, sebagaimana ungkapan “Hubbul Wathan Minal Iman” cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Nasionalisme tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama. Hal ini bukan hanya tertera dalam beberapa ayat didalam Alquran akan tetapi juga tertuang dalam hadist nabi Muhammad SAW. Dalam potret Sirah nabawiyah dikisahkan bahwa pernah suatu ketika beliau sangat merindukan Makkah sehingga turun sebuah ayat yang berkaitan dengan perihal tersebut, yang selanjutnya ditafsirkan oleh sebagian ulama bahwa ayat tersebut memberikan isyarat bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman.</p> 2019-03-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/view/3397 PENDIDIKAN INFORMAL SIKAP TOLERANSI ANAK (EKSTERNALISASI SIKAP TOLERANSI ANAK DALAM KELUARGA MULTIAGAMA DI DESA ‘PANCASILA’ TURI LAMONGAN JAWA TIMUR 2019-05-07T11:04:35+00:00 Nasruddin . nasruddin@uinsby.ac.id <p>Balun dikenal dengan sebutan desa Pancasila. Ada 3 agama hidup dan berkembang di Balun. Pemeluk ketiga agama tersebut&nbsp; hidup secara rukun, harmoni dan bertoleransi. Kehidupan ini tidak bisa dilepaskan dari peran lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Balun. Namun, lembaga pendidikan yang memiliki peran sangat penting dalam membentuk sikap toleransi pada anak adalah lembaga pendidikan informal. Dalam menamamkan sikap toleransi pada anak, keluarga multiagama melakukan proses eksternalisasi sikap toleransi melalui pendidikan informal, sehingga tulisan ini memfokuskan kajiannya pada ‘eksternalisasi sikap toleransi anak melalui pendidikan informal dalam keluarga multiagama di Balun Turi Lamongan. Tujuan ini adalah menguraikan proses eskternalisasi sikap toleransi anak melalui pendidikan informal dalam keluarga multiagama di Balun Turi Lamongan.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan peneliti sebagai kunci utama. Untuk mendapatkan data, tulisan menggunakan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan model Spreadly.</p> <p>Penelitian ini menemukan proses eksternalisasi sikap toleransi anak melalui pendidikan informal dalam keluarga multiagama di Balun Turi Lamongan dalam bentuk (i) pengucapan ‘selamat hari raya’, (ii) menerima perbedaan dan saling menghormati, dan (iii) tidak mendeskritkan ibadah umat lain. Proses eskternalisasi dalam ketiga bentuk tersebut adalah (a) menyesuaikan diri dengan masyarakat terkait sikap toleransi yang ada, (b) menggunakan pesan singkat (WA, SMS, atau lainnya) sebagai media penyesuaian diri atas sikap toleransi di masyarakat, (b) mengajak anak-anak langsung bertamu dan ketemu dengan orang-orang berbeda agama satu persatu atau dari rumah ke rumah sebagai identifikasi diri, (d) mencontohkan anak-anak bersikap toleransi di masyarakat berdasarkan pengetahuan sebelumnya, dan (e) menemukan pijakan atau sandaran dalam membentuk sikap toleransi anak.</p> 2019-03-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/view/3398 RELEVANSI SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN TRADISIONAL DALAM ERA MODERNISASI 2019-05-07T11:05:11+00:00 M. Syukron Djazilam wahyudi@darul-hikmah.com <p>Pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia yang mempunyai akar tradisi kuat dilingkungan masyarakat. Dalam era modernisasi atau kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, Ia merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tradisional dengan tujuan utama pendidikan di dalamnya adalah membentuk kepribadian yang utuh, integrited, dan kaffah. Kegiatan pendidikan bukan hanya berorientasi pada transfer ilmu, tapi juga tuntunan dan tuntunan untuk mengamalkannya. Pesantren mayoritas&nbsp; hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam (kitab kuning) sebagai inti kurikulumnya, serta tidak mengajarkan pengetahuan umum. Kurikulum pesantren ditetapkan secara mandiri oleh kyai dan tidak memasukkan kurikulum negeri.&nbsp;</p> <p>Di samping itu, era modernisasi sekarang ini, kemajuan IPTEK terutama dengan system IT-nya menjadi sumber kemudahan di segala lini kehidupan. Oleh karenanya wajar jika relevansi sistem pendidikan pesantren tradisional menjadi pertanyaan banyak pihak untuk tetap dipertahankan. Tulisan ini disusun sekaligus sebagai bahan masukan bagi pengelola pendidikan pesantren tradisional mengenai berbagai kelemahan yang ada selama ini dan alternatif pemecahannya demi eksistensi pesantren di masa yang akan datang</p> 2019-03-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/view/3399 HUKUM YANG HIDUP DALAM MASYARAKAT UNTUK MENGKUALIFIKASIKAN LESBIAN, GAY, BISEKS, DAN TRANSGENDER SEBAGAI TINDAK PIDANA 2019-05-07T11:06:58+00:00 Bahrul Ulum wahyudi@darul-hikmah.com <p>Melalui prespektif hukum Islam masyarakat, penulis berusaha menganalisis dan mendefinisikan hakikat perilaku tersebut, apakah perilaku LGBT dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana atau tidak. Dengan memakai pendekatan masalah konseptual dan komparatif, penulis mencoba menemukan teori, konsep dan doktrin hukum yang relevan untuk membangun argumentasi dan menemukan jawaban yang valid dan konkrit. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, perilaku LGBT dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana dengan jenis crimina extra ordinaria/mala in se, suatu perbuatan yang dianggap jahat dan merugikan oleh masyarakat meskipun tidak diatur dalam undang-undang, hal ini disebakan karena perilaku tersebut bertentangan dengan hukum yang hidup dalam masyarakat, yang sarat akan nilai-nilai adiluhung bangsa Indonesia yang religius, adil dan beradab. Sehingga meskipun perilaku tersebut tidak diatur oleh Undang-undang, dapat/memungkinkan untuk dipidana, berdasarkan doktrin ajaran sifat melawan hukum materiil dengan fungsinya yang positif</p> 2019-03-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/view/3400 DESAIN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS TAUHID 2019-05-07T11:08:41+00:00 Tri Wahyudi Ramdhan wahyudi@darul-hikmah.com <p>Kajian ini merupakan Library Research atau penelitian pustaka yang&nbsp; ditulis berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai bahan pustaka yang relevan, baik berupa buku, jurnal, artikel dan lain sebagainya yang terkait dengan fokus masalah di atas. Data-data yang terkumpul dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil dari tulisan ini adalah pembelajaran tauhid dan akhlak harus diprioritaskan dengan arti peserta didik harus dikenalkan dengan ketauhidan terlebih dahulu sebelum materi ibadah dan keterampilan dan juga muatan tauhid harus mewarnai materi-materi pelajaran lain dalam setiap Kompetensi Dasar atau Indikator Pencapaiannya</p> 2019-03-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/view/3401 DASAR-DASAR KURIKULUM BERBASIS MULTIKULTURAL (Filsafat Kurikulum yang Mengitarinya) 2019-05-07T11:09:17+00:00 Zainal Arifin zainalarifin061169@gmail.com <p>Dalam dunia pendidikan, kurikulum menjadi tolok ukur dan rancangan keberhasilan pendidikan. Pendidikan yang baik ditandai dengan perumusan serta pengimplementasian kurikulum yang baik pula. Karena itu, agar dapat berdiri tegak kuat dan tidak roboh serta dapat tercapai tujuan pendidikan, kurikulum haruslah didasari dengan dasr filsafat yang kuat. Melalui metode kepustakaan (library research), penulis akan mengupas dasar kurikulum mengenai filsafat yang berada di dalamnya melalui sudut pandang multikulturalisme. Hasil dari kajian ini adalah penerapan multikulralisme dalam pendidikan sehingga menjadi “pendidikan multikultural” sangatlah tepat mengingat Indonesia adalah negara multikultur terbesar di dunia. Terlepas dari pro kontra pendidikan multikultural, sebelum menerapkan konsep pendidikan multikultural, tentunya terlebih dahulu kita formulasikan kurikulum yang berbasis multikultural dengan filsafat multikulturalisme sebagai roh kurikulum tersebut.</p> 2019-03-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##