https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/issue/feedAl-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies2024-01-12T02:32:41+00:00Mohammad Zainal Hamdyhamdyhernandez14@gmail.comOpen Journal Systems<p>Al-Irfan is a journal of Arabic Literature and Islamic Studies which is published Biannually on March and September by Arabic Literature Department, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan. The journal covers language issues researched in the branches of applied linguistics, such as sociolinguistics, discourse analysis, critical discourse analysis, pragmatics, stylistics, corpus linguistics, translation and others. In the area of literature, it covers literary history, literary theory, literary criticism and others, which may include written texts, movies and other media. And this journal also contains many varians of Isamic Studies, among others: Islamic education, the shari’ah, Islamic thought, economics, and other Islamic Studies.</p>https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/article/view/6862KONSTRUKS KONSEP IFTHAR DI DESA SERGANG SUMENEP (STUDI LIVING HADITH)2023-07-22T03:43:44+00:00Moh. Isbat Alfan Ghoffariauthor1@email.comAbdul Mukitabdulmukit@staiduba.ac.id<p><em>Tujuan penulis meneliti tradisi ifthÄr yang ada di Desa Sergang yakni ingin menjelaskan konstruksi tradisi ifthÄr dan resepsi hadis-hadis yang melatarbelakangi munculnya tradisi ifthÄr serta hadis-hadis lain yang berkaitan dengan tradisi ifthÄr .</em></p> <p><em>Metode</em> <em>penelitian yang </em><em>digunakan</em><em> adalah penelitian lapangan (field research)</em><em> dengan cara </em><em>mewawancara</em><em>i</em><em> langsung praktikkan (insider), masyarakat umum (outsider)</em><em>, tokoh masyarakat demi terciptanya penelitian komprehensif, </em><em>dengan menggunakan teori</em><em> yang ditawarkan oleh Peter L. Berger</em> <em>menggunakan teori triad dialektis yaitu</em><em>: e</em><em>kternalisasi</em><em>,</em> <em>o</em><em>bjektivasi</em><em> dan inte</em><em>rnalisas</em><em>i. </em></p> <p><em>Hasil penelitian </em><em>menunjukan </em><em>tran</em><em>s</em><em>misi tradisi IfthÄr sudah berjal</em><em>a</em><em>n 1 abad lebih dari </em><em>pengasuh ketiga Pondok Pesantren Raudlatus Syabab K.H. Syarqowi. Terdapat </em><em>dua hadis utama </em><em>yang dijadikan landasan oleh beliau </em><em>yaitu hadis tentang IfthÄr dan hadis tentang </em><em>keutamaan ber</em><em>sedekah. Pada awalnya IfthÄr bersama para warga yang berada di Desa Sergang tidak ada ritual-ritual sebelum tradisi IfthÄr dimulai, Namun seiring waktu para alumni Pesantren Pajung yang tersebar diberbagai daerah, mengadakan IfthÄr di wilayah sendiri, dengan menambahkan beberapa ritual-ritual sebelum IfthÄr dimulai. Sedangkan dari segi transformasi hadis tradisi IfthÄr di Desa Sergang mengalami lima periode dari para tokoh berpengaruh dari zaman dulu sampai era saat ini.</em></p>2023-09-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2023 Moh. Isbat Alfan Ghoffari, Abdul Mukithttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/article/view/6981Integration of Islamic Boarding School and Madrasah Education from the Perspective of Kiyai Muhammad Syamsul Arifin2023-08-10T07:24:43+00:00Muhsin Muismuhsinmuiz@yahoo.comMiftahul Hudadr.miftahulhuda@pba.uin-malang.ac.id<p>Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji pemikiran KH. Muhammad Syamsul Arifin terkait integrasi pesantren dan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka. Tehnik pengumpulan datanya adalah dokumentasi. Sementara analisis datanya peneliti menggunakan analaisis konten. Dari hasil penelitian, peneliti mendapati KH. Muhammad Syamsul Arifin sebagai sosok yang memiliki ide yang unik tentang integrasi pesantren dan madrasah. KH. Muhammad Syamsul Arifin percaya bahwa integrasi ini sangat penting dalam menghilangkan kesenjangan pengetahuan dan memenuhi tuntutan prospek karir saat ini. Jika pesantren masih terputus dari sistem baru yang telah berkembang, maka dimungkinkan pesantren akan mati ditelan arus perkembangan globalisasi.</p>2023-09-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2023 Muhsin Muis, Miftahul Hudahttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/article/view/7097The Role of Santri to Against Hoaxes 2023-10-16T03:20:22+00:00Samsul ARsamsul_ar@staiduba.ac.idHendi Sugiantohendisugianto@iain-ternate.ac.idSulhan Sulhanshulhan.live@gmail.com<p>Melawan hoax, tanggung jawab semua orang Hoax merupakan bagian dari kejahatan yang harus diberantas karena meresahkan masyarakat. Santri punya kewajiban melawan hoax. Melalui gerakan literasi, kaum sosialis dapat menutup celah penyebaran virus hoax. Peran Santri dalam membentuk gerakan literasi membuat masyarakat sadar akan ilmu yang diberikan Santri melalui media. Pemanfaatan website pesantren sebagai media aktualisasi pemikiran santri tentang ajaran Islam yang rahmah merupakan bagian dari cyber jihad. Selain itu, kegiatan dakwah seperti kajian kitab klasik, salat berjamaah, diskusi, dan lain sebagainya merupakan bagian dari pengenalan kepada dunia global bahwa Islam adalah agama ramah yang dapat disebarkan melalui peran santri di pondok pesantren. Penelitian ini fokus pada analisis dokumen pada media sosial pesantren, dimana santri merupakan media resmi pesantren di Madura.</p>2023-10-16T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2023 Samsul ARhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/article/view/6736The Parables and Islamic Scriptures: An Analytical Study2023-07-22T03:42:47+00:00Hafiz Umair Gulzarumairgulzar54@gmail.comZobia Parveenumairgulzar54@gmail.comHafiza Qurat ulayn Fatimaumairgulzar54@gmail.com<p>Allah the Exalted is the only Lord of all the worlds. He has sent Prophets and Messengers in all periods to guide mankind. He has also revealed Divine Scriptures to edify mankind. Several Manuscripts and Books were revealed on different Prophets. The Qur’Än is the last and final word of Allah towards humanity till the Day of Judgment. The Qur’Än teaches humanity about the Unity of Allah, the love and obedience of Prophet Muhammad PBUH, methods of worship, and many more. In the Qur’Än, different unique methods have been adopted for the purpose of guidance e.g. literary method, psychological, interrogative, method of telling a story of past times, etc. The parabolic form is one of these methods. This article analyzes the significance and details of the illustrative method. It is the convention of Allah to teach through this method. The Apostles of Allah have also adopted this method to preach the word of Allah in an easier way.</p>2023-10-16T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2023 Hafiz Umair Gulzar, Zobia Parveen, Hafiza Qurat-ul-ayn Fatimahttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/article/view/6909Pendekatan Sastra Bahasa dalam Metodologi Tafsir “Aisyah Abd Rahman Bintu Syathiâ€2023-10-16T08:36:46+00:00Wiwik Prasetiyo Ningsihwiwik.prasetiya.nings@gmail.comUmi Sumbulahumisumbulah@uin-malang.ac.idMohammad Zainal HamdyHamdyhernandez14@gmail.com<p>Al-Qur'an is the Arabic language holy book that contains the highest literature. Then the interpretation of the Qur'an will be more objective if it is done with a literary approach, not a scientific or other approach. Because of the characteristics of the Qur'an itself which is the highest literature, it would be more appropriate to approach it with a language literature approach. This paper aims to describe the language literature approach that’s contained in Bintu Syathi's interpretation methodology. This research is a qualitative research with a type of literature review. The results of this study are that the language literature approach contained in Bintu Syathi' thematic interpretation methodology is never separated from extrinsic criticism and intrinsic criticism. He uses extrinsic criticism at the stage of understanding the what arroud of the Qur'an. Meanwhile, he used intrinsic criticism at the stage of understanding the mafi AlQur'an or what is in the Qur’an when interpreting the Al-Qur'an</p>2023-10-23T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2023 Wiwik Prasetiyo Ningsih, Umi Sumbulah, Mohammad Zainal Hamdyhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/article/view/6934Epistimologi Integralisme Islam Sebagai Solusi Membangun Peradaban Global 2023-08-08T01:26:16+00:00Alifia Zuhriatul Alifaalifiazuhrialifa01@gmail.comMuhammad Isa Ansharianshariaan14@gmail.comAhmad Bariziabarizi_mdr@uin-malang.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep integralisme Islam menurut Armahedi Mahzar, juga konsep epistimologi sains Islam menurut Agus Purwanto dan upaya paradigma integralisme ilmu ini dalam membangun peradaban global. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan <em>(library research)</em> yang menganaisis beberapa literatur berdasarkan kajian epistimologi dengan pendekatan fisolofis dan berpikir kritis. Paradigma Armahedi Mahzar menawarkan konsep integralisme universal. Itu dikenal sebagai paradigma tauhid jika menekankan dimensi <em>Ilahiahnya</em>, dan paradigma wahdatiyyah jika menekankan dimensi kesepaduannya. Menurut Agus Purwanto, epistimologi sains Islam menggunakan rasio dan pengamatan (rasionaisme dan empirisme) serta wahyu (intuisionisme) sebagai sumber pengetahuan. Tujuan integralisme adalah untuk membangun cara pandang yang menyeluruh dalam menilai segala sesuatu, baik itu dalam agama, sains, teknologi, seni, atau budaya, yang melihat semuanya sebagai kesepaduan dari realitas.</p>2023-11-04T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2023 Alifia Zuhriatul Alifa, Muhammad Isa Anshari, Ahmad Barizihttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/article/view/6957Issues of Radicalism and The Part of The Counselor In Islamic Premise School2023-08-09T02:13:37+00:00Ahmad Andry Budiantoandry@alkhairat.ac.idZainullah Zainullahguszain@alkhairat.ac.idAgus Saifuddin Amin4gus100885@gmail.com<p>Radikalisme menjadi isu yang sangat penting untuk dikaji akhir-akhir ini, menurut Cross (2013) radikalisme merupakan istilah dalam lingkup gerakan sosial maupun politik yang berarti sebuah proses, praktik, atau serangkaian keyakinan dari keadaan non-radikal menjadi radikal. Sesuai dengan pendapat Cross tersebut radikalisme senantiasa dilabelkan pada kelompok sosial dan bahkan sosial pendidikan yang basis islam yang mencoba untuk menerapkan berbagai aturan-aturan yang sesuai syariah islam didalamnya. Masalahnya, kelompok sosial pendidikan atau kelompok sekolah yang mendapat label tersebut mendapat branding negative disebagian masyarakat. Sedangkan Era society 5.0 merupakan era keterbukaan yang menuntut masyarakat berpikir terbuka dalam rangka menuju masyarakat yang <em>super smart</em> dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknelogi. Penelitian ini menggunakan metode library <em>research</em> yakni metode yang digunakan dengan mengumpulkan informasi dan data secara mendalam melalui literature, buku, catatan, majalah dan referensi lainnya. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa isu radikalisme tidak sesuai dengan era society 5.0 yang menuntut masyarakat smart dalam beraktifitas dan menerima informasi. Sehingga konselor di lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat sentral dalam memberikan informasi smart kepada siswa melalui berbagai macam layanan konseling. Hasil dari penelitian ini pun menunjukkan isu radikalisme memang benar adanya di lembaga pendidikan umum dan lembaga pendidikan dengan basis islam sehingga konselor sekolah menjadi ujung tombak dalam rangka menangkal radikalisme di sekolah</p>2023-11-04T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2023 Ahmad Andry Budianto, Zainullah Zainullah, Agus Saifuddin Aminhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/article/view/6896ALIRAN PARNASIANISME : UPAYA MENGEKSISTENSIKAN ESTETIKA DALAM SASTRA2023-10-16T08:43:59+00:00Zahratul Aini22201011007@student.uin-suka.ac.idAwwalul AbidinAwwalulabidin627@email.com<p>Artikel ini mendiskusikan tentang salah satu aliran yang muncul dalam perkembangan kesusasteraan arab yakni Aliran Parnasianisme <em>(Barnasiyah)</em>. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk membahas hal ihwal terkait aliran Parnasianisme <em>(Barnasiyah) </em>baik dari segi sejarah, tokoh-tokoh, visi misi, urgensi, karakteristik dan contoh penerapan. Penelitian ini ialah penelitian dengan metode deskriptif kualitatif. Untuk pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik lanjutan yakni teknik catat. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah : sejarah kemunculan dan perkembangan aliran Parnasianisme <em>(Barnasiyah)</em> yakninya pada pertengahan kedua abad ke 19 dengan memegang teguh pemikiran bahwasanya yang terpenting dari karya sastra adalah bentuk keindahannya tidak terikat oleh etika,moral dan juga agama. Alasan aliran ini mengeksistensikan estetika ialah karena seni itu tujuan nya ialah untuk seni itu sendiri bukan yang lain. Dan tokoh yang merealisasikan aliran ini salah satunya ialah Nizar Qabbani dalam puisinya yang berjudul <em>Asy-syaqiqatan.</em></p>2023-11-04T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2023 Zahratul Aini, Awwalul Abidinhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/article/view/7174Centralization of the Educational Field in Applied Linguistics2023-11-13T03:41:09+00:00Megherbi Kderkdermegherbi@gmail.com<p>In this linguistic description, we attempt to examine the structure of the educational-learning process as a communicative act in which all of its constituent parts interact, including "the teacher, the learner, and knowledge," as well as the external environment. We also attempt to examine the degree to which this act is represented within the educational classes, given that the main objective is to acquire knowledge and skill that aims to achieve existence and an entity of language. The learner, in terms of persistence in connecting new knowledge with prior understanding, and fully utilizing the mental faculties by the axis of contemporary pedagogy "the learner" for research and balance, increasing his abilities, and ultimately benefiting him .</p>2024-01-11T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2023 Megherbi Kderhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/article/view/7355Bina'u al-Nash al-Syi'rii fi Diwan Ibni al-Arandas al-Hilli2024-01-12T02:32:41+00:00Noor Kald Muhyaldeennoorkhalid1871981@uomustansiriyah.edu.iq<p>The study “Structure of the poetic text in the collection of Ibn al-Arandas: an objective and artistic study†aims to understand and analyze the poetic structure in the collection of the poet Ibn al-Arandas in an objective and artistic way. The study focuses on analyzing the literary methods and techniques that the poet used in constructing his poems, including rhyme, meter, sentence structures, and use of poetic language. The topic aims to shed light on the artistic aspects that distinguish Ibn al-Arandas’ poetry and how they affect the quality and creativity of poetry.<br>Method: To achieve its objectives, the study relies on an analytical approach that includes a comprehensive review of Ibn al-Arandas’s poetry collection and a deep analysis of a number of his poems. The approach consists of analyzing Ibn al-Arandas's poetic texts in terms of their structure, artistic methods, and their impact on the poetic content.<br>Result: Through this study, it is expected that the results will yield a deeper understanding of the structure of traditional Arabic poetry and how to use poetic techniques to achieve artistic and expressive goals. The results will contribute to enriching the discussion about Arabic poetry and Arabic literature.</p>2024-01-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2023 Noor Kald Muhyaldeen