https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/tasyri/issue/feed Tasyri' 2016-04-04T08:07:42+00:00 Muhammad Fahmi, M.Hum, M.Pd miftakhulmuthoharoh@gmail.com Open Journal Systems https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/tasyri/article/view/1546 INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS E-LEARNING 2016-04-04T07:28:33+00:00 Ghafiki Faroek Abadi Ghafdi@gmail.com Pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar  mengajar  disebut  sebagai  <em>e-learning</em>. Salah  satu  kelebihannya adalah peserta didik dapat belajar tentangbahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.Sedangkan salah satu kekurangannya adalah kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya <em>values </em>dalam proses    belajar                               dan       mengajar.Prinsip-prinsip           <em>e-learning         </em>pada pembelajaran PAI yang dituangkan dalam web sama sebagaimana pengembangan halaman web pada umumnya, yaitu: (a) merumuskan standar kompetensi, (b) kompetensi dasar (KD), (c) memberikan bantuan <em>(help) </em>dan kemudahan bagi siswa untuk mempelajari materi pembelajaran, (d) memberikan bantuan dan kemudahan bagi siswa untuk mengerjakan evaluasi atau tugas-tugas dengan perintah dan arahan yang jelas, (e) materi pembelajaran yang disampaikan sesuai standar yang berlaku secara umum dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, (f) materi pembelajaran disampaikan dengan sistematis dan mampu memberikan motivasi belajar serta pada bagian akhir setiap   materi                 pembelajaran               dibuat  ringkasan          atau rangkumannnya, (g) materi pembelajaran disampaikan sesuai dengan kenyataan, sehingga mudah dipahami, diserap, dan dipraktikkan langsung oleh siswa, (h) metode penjelasannya efektif, jelas dan mudah dipahami oleh siswa dengan disertai ilustrasi, contoh dan elemen multimedia lainnya, dan (i) perlu dilakukan evaluasi dan umpan balik <em>(feedback) </em>untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran siswa. 2015-10-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2016 Tasyri' https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/tasyri/article/view/1547 INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS E-LEARNING 2016-04-04T07:29:35+00:00 Ghafiki Faroek Abadi Ghafdi@gmail.com Pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar  mengajar  disebut  sebagai  <em>e-learning</em>. Salah  satu  kelebihannya adalah peserta didik dapat belajar tentangbahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.Sedangkan salah satu kekurangannya adalah kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya <em>values </em>dalam proses    belajar                               dan       mengajar.Prinsip-prinsip           <em>e-learning         </em>pada pembelajaran PAI yang dituangkan dalam web sama sebagaimana pengembangan halaman web pada umumnya, yaitu: (a) merumuskan standar kompetensi, (b) kompetensi dasar (KD), (c) memberikan bantuan <em>(help) </em>dan kemudahan bagi siswa untuk mempelajari materi pembelajaran, (d) memberikan bantuan dan kemudahan bagi siswa untuk mengerjakan evaluasi atau tugas-tugas dengan perintah dan arahan yang jelas, (e) materi pembelajaran yang disampaikan sesuai standar yang berlaku secara umum dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, (f) materi pembelajaran disampaikan dengan sistematis dan mampu memberikan motivasi belajar serta pada bagian akhir setiap   materi                 pembelajaran               dibuat  ringkasan          atau rangkumannnya, (g) materi pembelajaran disampaikan sesuai dengan kenyataan, sehingga mudah dipahami, diserap, dan dipraktikkan langsung oleh siswa, (h) metode penjelasannya efektif, jelas dan mudah dipahami oleh siswa dengan disertai ilustrasi, contoh dan elemen multimedia lainnya, dan (i) perlu dilakukan evaluasi dan umpan balik <em>(feedback) </em>untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran siswa. 2015-10-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2016 Tasyri' https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/tasyri/article/view/1548 URGENSI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN LALU LINTAS DALAM PERSPEKTIF ISLAM 2016-04-04T07:40:30+00:00 Choirul Mahfud choirul.mahfud@its.ac.id Kajian keislaman yang membahas  tentang persoalan pendidikan lalu lintas saat ini perlu dan penting ditindaklanjuti lebih serius agar tujuan kehidupan yang aman, nyaman dan selamat di perjalanan berlalu lintas dirasakan manfaatnya bagi semua elemen masyarakat. Dalam konteks inilah, tujuan utama kajian ini adalah untuk mengetahui apa dan bagaimana problematika lalu lintas sekaligus pendidikan lalu lintas di Indonesia?  Apa  urgensi pengembangan  kurikulum  pendidikan lalu lintas dalam perspektif Islam? Kajian ini ditulis dengan menggunakan data kualitatif yang bersumber pada referensi dan literatur buku, berita, jurnal dan opini di media massa serta sumber lain yang relevan dalam kajian  pengembangan  kurikulum  pendidikan  lalu lintas dalam Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa: Pertama, problematika lalu lintas dan pendidikan lalu lintas di Indonesia sudah sangat kompleks. Dari hari ke hari  angka  kecelakaan belum  juga  turun  secara  signifikan,  bahkan angka kecelakaan tertinggi terjadi pada usia pelajar dan anak sekolah. Kedua,   pengembangan   kurikulum pendidikan   lalu   lintas   dalam perspektif Islam sangat urgen mengingat banyaknya masalah akibat banyak faktor yang melatari terjadinya kecelakaan lalu lintas. Umat Islam dan lembaga pendidikan Islam di negeri ini sudah seyogyanya mengambil peran dalam membuka mata kesadaran pelajar dan anak sekolah untuk hati-hati terus berusaha menyadari, mengetahui dan mematuhi segala peraturan lalu lintas untuk keselamatan dan kebaikan bersama. 2015-10-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2016 Tasyri' https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/tasyri/article/view/1549 EVALUASI PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 2016-04-04T07:48:46+00:00 Kusaeri & Rangga Sa'dillah ranggaopini@gmail.com <p><em>I</em><em>slamic  religion  education  subject  is different from  science  which  is without  putting  revelation  as  foundation  of  intellective.  This  research</em></p><p><em>a</em><em>ims to outline the problems of scientific approach application on the</em></p><p><em>I</em><em>slamic religious education subject and designs a scientific approach that is compatible with Islamic religious education subjects. This research is</em></p><p><em>done  in  curriculum  target  school  of  2013  Surabaya  Sidoarjo  that</em></p><p><em>combining  field  research  and  development  research  with  Delphi technique. This research reveals procedure obstacles and principles that are  often  founded  in  conducting  scientific  approach,  also  provides</em></p><p><em>guidance so that the empirical domain simply as support of scientific approach to be compatible for Islamic religious education subjects.</em></p><p> </p>Penelitian          ini          bertujuan           menguraikan   problematika   penerapan pendekatan saintifik pada pelajaran PAI dan merancang pendekatan saintifik agar relevan dengan PAI. Penelitian dilakukan pada 10 sekolah sasaran Kurikulum 2013 di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini mengkombinasi <em>field research </em>dan <em>development research</em>. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kendala penerapan pendekatan saintifik pada kegiatan mengamati. Utamanya pada materi aqidah. Guru sering mengartikan kegiatan mengamati dengan tayangan visual, dan (2) Pada desain RPP yang dikembangkan, langkah mengamati diperluas. Tidak hanya  mengamati objek yang empiris, namun juga mengamati gejala fenomenologis. 2015-10-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2016 Tasyri' https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/tasyri/article/view/1550 PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN KELAS 2016-04-04T07:53:41+00:00 Lailatu Zahroh lailatu.zahroh@yahoo.com <p>Kelas merupakan tempat yang dihuni oleh sekelompok manusia dengan berbagi latar belakang, karakter, kepribadian, tingkah laku dan emosi yang  berbeda-beda.  Pengelolaan  kelas  merupakan  suatu  usaha  guru</p><p>untuk menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang kondusif agar tercapai kondisi yang optimal sesuai dengan yang diharapkan dan</p><p>mengendalikannya apabila terjadi gangguan dalam pembelajaran. Dengan  kata  lain  pengelolaan  kelas merupakan kegiatan  pengaturan</p><p>kelas untuk kepentingan pembelajaran. Adapun pendekatan dalam pengelolaan           kelas    agar                             pembelajaran                                 menjadi   efektif   meliputi:</p><p>pendekatan kekuasaan, pendekatan ancaman, pendekatan kebebasan, pendekatan  resep,  pendekatan  pembelajaran,  pendekatan  perubahan</p><p>tingkah laku, pendekatan suasana emosi dan hubungan sosial, pendekatan proses kelompok dan pendekatan elektis atau pluralistik.</p> 2015-10-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2016 Tasyri' https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/tasyri/article/view/1551 URGENSI KONSEP DISTRIBUSI PENDAPATAN DALAM KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI STRATEGI MEWUJUDKAN SUSTAINABILITY PASAR TRADISIONAL 2016-04-04T08:02:53+00:00 Lia Istifhama liaistifhama@yahoo.co.id <p><em>The traditional market is a seller and buyer meet which marked with the directly transaction directly. Traditional traders has competition with the</em></p><p><em>growing number of mall around the market. In addition to the rivalry with fellow traders in traditional markets. The traders of vegetables, fruit</em></p><p><em>a</em><em>nd goods have a rational strategy as a way of facing competition with modern market. Actually, the government must maintain suistanability of</em></p><p><em>traditional market with they public policy. Impelementation public policy should refers to Islamic economic, especially concept of distribution of</em></p><p><em>wealth. The distribution of wealth is one of the most important and most controversial subjects concerning the economic life of man, which have</em></p><p><em>given birth to global revolutions in the world of today, and have affected every sphere of human activity from international politics down to the</em></p><p><em>pr</em><em>ivate life of the individual. Then, this paper raised the issue of: condition traditional  traders  recently,  while  growth  modern  market  increase  so</em></p><p><em>fast; function and role from public policy for supporting suistanability</em></p><p><em>traditional market; and urgency distribution of </em>wealth <em>as been strategy on public policy for suistanability traditional trades.</em></p> 2015-10-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2016 Tasyri' https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/tasyri/article/view/1552 Kebijakan Pendidikan Islam Masa Orde Baru 2016-04-04T08:07:42+00:00 Heni Yuningsih Fahme_yes@yahoo.com <em>Education is the main pillar of the establishment of a nation. Education is an effort to design future generations to advance the human as a nation. Applied the concept of education in Indonesia, can never be separated from politics and policy elements. Education in the New Order is a centralized educational system or in terms of making quality education  sentralilasi Indonesia is getting worse. Thus, education in the New Order is not to improve living standards, let alone to improve human resources in Indonesia, but give priority to political orientation so that all people always comply with any government policy. The Doctrine of the New Order in our education system is the government decision is a decision that should not be violated. This assessment focused on the development of Islam, Islamic education policy during the New Order, and the impacts that occur after the birth of the policy. The study used a qualitative approach to the study of analytical methods. Analytical studies used were of analytical historical and analytical policy. Islamic education under the New Order have evolved gradually among the institutions began to establish Islamic schools in the education system. In this system-level education is divided into elementary schools (Ibtidaiyah), junior high (Tsanawiyah), and Aliyah. Government imposed a policy that religious education should be taught from elementary school (SD) to the university. Islamic education is growing with the emergence of several agencies and programs of activities of Islamic teachings.</em> 2015-10-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2016 Tasyri'