MEMBANGUN KOMITMEN TERHADAP KEPEMIMPINAN NASIONAL

Authors

  • NURUL HUDA STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Keywords:

Komitmen, Kepemimpinan

Abstract

Keberadaan seorang  pimpinan dalam suatu organisasi tidaklah cukup untuk mengantarkan sebuah organisasi dikatakan sukses dalam mencapai tujuannya, akan tetap banyak faktor pendukung lainnya dan yang lebih penting adalah kompetensi pimpinannya, lebih-lebih yang dipimpinnya adalah organisasi yang bergerak dalam sektor publik dimana tuntutan publik semakin tinggi, semakin ketat, semakin kritis terhadap semua kebijakan yang diambilnya.  Melihat perubahan yang begitu cepat membuat manajemen sumberdaya manusia harus dikelola dengan baik dan professional dengan memperhatikan segala aspek  kebutuhan demi tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan dan dibangun bersama untuk kesejahteraan bersama. Sektor publik dan sektor privat aplikasinya sangat berbeda karena dalam sektor  publik itu sendiri tidak sesederhana apa yang kita pikirkan mengingat  cakupannya lebih luas dan juga tujuan yang diemban tidak sekongkrit sektor privat. Kalau sektor privat untuk mendapatkan keuntungan (efisiensi) yang sebesar-besarnya tujuannya sudah jelas, sedang sektor publik  tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan, seperti keadilan sosial, kedaulatan rakyat, perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia, dan akuntabilitas disamping memandang perlunya efisiensi dan efektivitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan pendekatan library research melalui penelusuran dari beberapa sumber yang kredibel berupa buku-buku yang dianggap masih relevan dengan tema, beberapa jurnal ilmiah, berita baik media cetak, elektronik, internet atau pun karya tulis lain untuk melakukan pengkajian secara detail dan mendalam. Komitmen yang jelas terhadap kepemimpinan nasional dibangun melalui pendekatan intelektual dan moral disertai dengan usaha menguasai berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam proses pencapaian tujuan. Membangun komitmen sebagai Pemimpin Nasional, setidaknya dapat berperan sebagai tokoh nasional yang dapat mempersatukan atas pertikaian sektarian, untuk keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Disamping itu Komitmen seorang pemimpin sangat penting dan diperlukan untuk menghadapi gerakan reformasi yang perkembangannya justru dapat menjadi salah satu faktor potensial mendorong terjadinya disintegrasi bangsa dan ada kelompok yang berusaha memanfaatkan reformasi untuk mengubah negara kesatuan menjadi federasi serta yang lebih ekstrim hendak memisahkan suatu daerah menjadi negara tersendiri, artinya merdeka atau lepas dari NKRI.

Published

2022-01-15

Issue

Section

Articles