Maturitas Agama; Konsep Solusif dalam Lintas Agama dan Budaya

(Tinjauan Psikologis Pendidikan Islam)

  • Fitriah M. Suud Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Keywords: Maturity, Islamic Education, Inter- Religion and Culture

Abstract

Talking about Islamic education conceptually and theoretically is undoubtedly. Many arguments in the Qur'an and Hadith explained the purposes and scopes of Islamic education. There were numerous values and more than eighteen grades of characters, which were discussed by educational leaders. Islam respected the values of peace and tolerance in religion, thus, Muslims can live in diversity and plurality in Indonesia, which is not only different in religions and beliefs but also different in tribes, cultures and languages. However, the understanding of values and concepts is not enough to ensure realization of peace, yet it needs maturity in religion. The process to achieve maturity also requires guidance and habituation especially against adolescents who have trouble in looking for identity. Therefore, it is necessary to seek a solution for this problem. The purpose of this article is to describe how the conditions of religious life in the homeland that have relation to inter-religious and cultural. Furthermore, it may give solution to realize the maturity of religion for adolescents in high school and college, because this young generation will determine the climate of peace in the country.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abd. Rahman Salih Abdullah, Educational Theory: A Qur’anic Outlook, Mekkah: Ummul Qurra University, tt.
Abudin Nata, Peta Keragaman Pemikiran Islam di Indonesia, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2001.
Ahmad Tafsir, Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005
Alef Theria Wasim Kajian dan Penelitian Agama, Panduan Kualitatif dan Kuantitatif, Yogyakarta, DayDay -Bunga, 2005.
------------, Bahan kuliah psikologi lintas-agama dan budaya pada bab membaca dan memahami teks. 2016.
-----------, Harmoni kehidupan beragama: Problem, Praktik dan pendidikan. Edit. Alef Theria Wasim dkk, UIN Sunan Kalijaga- Yogyakarta, 2005.
Allport, G. W.). The mature personality. Pastoral Psychology. 1952
Amin Abdullah, Islam dan Humanisme, Aktualisasi Humanisme Islam ditengah-tengah Krisis Humanisme Universal, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
------------, Studi Agama: Nomatifitas atau Historistas? Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996.
-----------, Membangun Perguruan Tinggi Islam Unggul dan Terkemuka Yogyakarta: Suka Press, 2010.
------------, Perspektif Analitis dalam Studi Keberagaman Agama: Mencari Bentuk Baru Metode Studi Islam dalam Harmoni kehidupan beragama: Problem, Praktik dan pendidikan. Edit. Alef Theria Wasim dkk, UIN Sunan Kalijaga- Yogyakarta, 2005.
Bhikhu Parekh, Rethinking Multiculturalism, keberagaman Buadaya dan Teori Politik, Yogyakarta, Kanisius, 2008.
Caner Dagli dalam El‐Ansary, Waleed dan David K. Linnan (Ed.), “Narrative Introduction” dalam Muslim and Christian Understanding: Theory and Application of “A Common Word” New York: Palgrave Macmillan, 2010
Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan suatu Pendekatana Sepanjang Rentang Kehidupan, terj. Istiwidayanti dkk., Erlangga, Jakarta. 1990.
Hayati, M. N. (2012). Pengaruh kematangan beragama terhadap sikap sosial mahasiswa lembaga dakwah kampus sekolah tinggi agama islam negeri salatiga tahun 2012. Skripsi.
Hidayati, a. (2011). Hubungan kematangan beragama dengan perilaku altruistik pada mahasiswa program studi pendidikan agama islam stain salatiga angkatan 2007/2008. Skripsi.
Indirawati, E. (2006). Hubungan antara kematangan beragama dengan kecenderungan strategi coping. Jurnal Psikologi Undip, 3(2), 69-92.
Ismail, R. (2012). Konsep Toleransi dalam Psikologi Agama (Tinjauan Kematangan Beragama). Religi Jurnal Studi Agama-Agama, 8(1), 1-12.
Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan, Pustaka Al-Husna, Jakarta, 1986.
Hasan Shadily Kamus Inggris Indonesia: Jakarta, Gramedia, 2003.
Hidayat Merawat Keragaman Budaya, dalam Tonny d. Widiastono edit, Pendidikan Manusia Indonesia, Jakarta: Kompas, 2004.
Hugh Goddard, enam dimendi hubungan Kristen-Islam, dalam Harmoni kehidupan beragama: problem, Praktik dan pendidikan. Edit. Alef Theria Wasim dkk, UIN Sunan Kalijaga- Yogyakarta, 2005.
Ibrahim M. Abu Rabi’, 2002 , “A Post-Critical Assessment of Modern Islamic History” dalam Ian Markham dan Ibrahim M. Abu Rabi’, 11 September; Religious Perspectives on The Causes and Consequences, Oxford: Oneworld Publication.
Imam al-Syathibi, al-Muwafaqat, Jilid I, Beirut: Dar al-Fikr, 1987.
Jasser Auda, Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach, London and Washington: The International Institute of Islamic Thought, 2008.
Muhammad Talby. ‘Iyalullah: Afkar Jadidah fi ‘Alaqah al-Muslim bi Nafsihi wa bi al-Akharin, Ed. Hasan ibnu Uthman. Tunisia: Ceres, 1992
Mustafa Ghoyalain, Idhat al Nasyiin, Surabaya: Salim Nabhan Wa’aladih, tt
Muhammad Tauchid, Perjuangan dan Ajaran Hidup Ki Hadjar Dewantara Yogyakarta: Majelis Luhur Taman Siswa. 2004.
Nur Hidayat, Peran dan Tantangan Pendidikan Agama Islam di Era Global, Jurnal el-Tarbawi (Jurnal Pendidikan Islam), Universitas Islam Indonesia, vol VIII, No. 2, tahun 2015
Poespoprodjo, W. 1987. Interpretasi. Bandung: Remadja Karya. 1987.
Quraish Shihab, Membumikan al-Qur’an, Bandung: Mizan, 1992.
Robert W. Hefner (Ed), The Politics of Multiculturalism, Pluralism and Citizenship in Malaysia, Singapore and Indonesia, Hawaii: the University of Hawaii Press, 2001.
Rahman Abdullah, Aktualisasi Konsep Dasar Pendidikan Islam, Rekontruksi pemikiran dalam tinjauan filsafat pendidikan Islam, Yogyakarta, UII Press, 2002.
Safi Omid. 2005. “Introduce: The Time the Are A Changin— A Muslim Quest for Justice, Gender Equality, and Pluralisme” dalam “Progressive Muslims: On Justice, Gender and Pluralism”. Oxford: One world Publications.
Suliswiyadi, PembelajaranAl-Islam Reflektif; Reaktualisasi model pembelajaran Kiai Dahlan, Magelang, Ummal Press, 2013.
Suryadinata, L. The ethnic Chinese issue and national integration in Indonesia (No. 2). Institute of Southeast Asian Studies. Tahun. 1999.
Tonny d. widiastono edit., Pendidikan Manusia Indonesia, Kompas, Jakarta, 2004.
Taufik, N. (2011). Hubungan keaktifan berorganisasi kerohanian islam (rohis) dengan kematangan beragama pada pengurus rohis sma negeri 2 salatiga tahun 2011. Skripsi.
Waleed el-Ansary dan David K. Linnan (ed)., “Narrative Introduction” dalam Muslim and Christian Understanding: Theory and Application of “A Common Word” (New York: Palgrave Macmillan, 2010), 1
Yunus, F. M. (2015). Konflik Agama di Indonesia Problem dan Solusi Pemecahannya. Substantia, 16(2), 217-228. Lihat juga, Devia Adelita, Konflik Antar Etnis di Indonesia Dan Upaya Penyelesaiannya.
Yunita, f. (2017). Kematangan beragama dengan perilaku prososial pada mahasiswa jurusan sejarah kebudayaan islam angkatan 2014 fakultas adab dan humaniora uin raden fatah palembang. (doctoral dissertation, uin raden fatah palembang).
Zakiyuddin Baidhawy, Ambivalensi Agama Konflik & Nirkekerasan, Yogyakarta, LESFI, tahun, 2002.
Published
2017-12-24
Section
Articles