HIDDEN CURRICULUM: POLARISASI PESANTREN DALAM UPAYA MEMBENTUK KESALEHAN INDIVIDU DAN SOSIAL (

Case Study Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo)

  • Alhamuddin Alhamuddin
  • Fahmi Fatwa Rosyadi Satria Hamdani Universitas Islam Bandung
Keywords: Pesantren, Nilai, Jiwa, Pendidikan

Abstract

Pesantren merupakan model lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Pesantren memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam meraih kemerdekaan dan mencetak generasi bangsa yang memiliki kepribadian utuh (intelektual dan akhlak). Jiwa dan nilai yang ditanamkan di pesantren menjadi modal utama bagi para santri untuk merespons dan menghadapi tuntutan yang ada, sehingga dapat exis dan surfing on the chaos. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana polarisasi pendidikan pesantren, terutama di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Gontor berdiri sejak tahun 1926 oleh KH. Ahmad Sahal, KH. Zainuddin Fananie, dan KH. Imam Zarkasy. Di usianya yang ke-90 tahun, Gontor telah melahirkan generasi dan pemimpin umat dalam berbagai lini dan bidang, sehingga layak untuk dipaparkan bagaimana model pendidikan di lembaga tersebut.
Published
2018-06-01
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.