Pemberdayaan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) melalui Penguatan SDM di Masjid Nurul Fikri Watu Bonang, Badegan, Ponorogo

  • Kayyis Fithri Ajhuri
  • Moch. Saichu

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Bagi Dosen melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Masjid (PMTI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo merupakan salah satu wujud nyata upaya pembangunan masyarakat Islam, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat pada level pendidikan tinggi Islam. Pemilihan pengabdian berbasis masjid di TPQ Nurul Fata Krajan Watubonang, Badegan, Ponorogo sebagai mitra pengabdian secara lebih khusus adalah sebagai upaya mewujudkan TPQ Nurul Fata Masjid Nurul Fikri Watubonang, Ponorogo sebagai pusat sosial keagamaan yang integratif. Pengelolaan yang integratif dilakukan dalam TPQ bertujuan untuk mengembangkan dan memajukan pendidikan agama melalui TPQ. Selain itu, sebagai upaya meningkatkan manfaat ilmu pengetahuan dalam kegiatan produktif dan peningkatan mutu kehidupan masyarakat serta untuk meluaskan wawasan dan pengalaman perguruan tinggi mengenai keperluan dan masalah nyata yang dihadapi masyarakat. Dalam pengabdian ini untuk mengembangkan peradaban dan generasi Qurani maka masjid harus dijadikan wadah pendidikan integratif. Cara integratif yang dapat ditempuh dalam pemberdayaan penguatan pengelolaan TPQ Masjid menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD).  Pendekatan ABCD merupakan sebuah pendekatan dalam pengembangan masyarakat yang berada dalam aliran besar mengupayakan terwujudkan sebuah tatanan kehidupan sosial dimana masyarakat menjadi pelaku dan penentu upaya pembangunan di lingkungannya atau yang seringkali disebut dengan Community-Driven Development (CDD). Kegiatan Pengabdian ini  menghasilkan beberapa kesimpulan pokok, yaitu: Pertama, Program pengabdian masyarakat berbasis masjid ini sebagai upaya penguatan kapasitas Ustad/ustadzah TPQ agar berorientasi TPQ integratif. Kedua, Tumbuhnya semangat belajar mengaji yang tinggi dari anak-anak maupun orangtua. Ketiga, Bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang metode mengaji An-Nahdiyah yang baik dan benar. Sementara, rekomendasi yang dapat penulis berikan, kegiatan ini harus terus diprogramkan secara berkelanjutan. Hal ini agar terjaga mutu pengabdian dan dalam rangka mewujudkan transformasi sosial umat melalui penguatan komunitas-komunitas berbasis Masjid di kabupaten Ponorogo, khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Published
2018-12-31