Pemahaman Islam Melalui Pendekatan Tasawuf

  • Zaki Hidayatulloh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Tahdzib Jombang

Abstract

Semakin lama perhatian berbagai lapisan masyarakat terhadap tasawuf semakin berkembang. Tasawuf yang semula merupakan bentuk pemaknaan terhadap hadits Rosulullah SAW tentang “al-Ihsan”, dalam perkembangan selanjutnya mengalami perluasan penafsiran. Dalam era sekarang ini apa yang diperlukan oleh dunia Islam adalah format tasawuf yang konsisten dengan nilai-nilai Islam dan kompatibel terhadap kecenderungan perubahan gaya hidup masyarakat.

Apa yang diajarkan oleh tasawuf tidak lain adalah bagaimana menyembah Tuhan dalam suatu kesadaran penuh bahwa kita berada di dekat-Nya, sehingga kita “melihat-Nya” atau bahwa ia senantiasa mengawasi kita dan kita senantiasa berdiri di hadapan-Nya. Namun fenomena keagamaan yang terdapat di masyarakat, tasawuf sering dipahami sebagai praktik zuhud, yaitu sikap hidup asketis

Tasawuf adalah upaya melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan diri manusia dari pengaruh kehidupan duniawi, berpola hidup sederhana dan rela berkorban demi tujuan-tujuan yang lebih mulia disisi Allah, sehingga menjadikan selalu dekat dengan Allah dan jiwanya bersih bersih serta memancarkan akhlak mulia. Sikap demikian pada akhirnya membawa seorang berjiwa tangguh, memiliki daya tangkap yang kuat dan efektif terhadap berbagai godaan hidup yang menyesalkan. Tasawuf ini muncul karena adanya dekadensi moral yang bermula dari kotoran jiwa manusia yaitu jiwa yang jauh dari bimbingan Tuhan, yang disebabkan ia tidak pernah mencoba mendekatinya. Untuk mengatasi masalah ini tasawuflah yang memiliki potensi dan peranan penting.

Dengan demikian pentingnya peranan tasawuf dalam kelangsungan hidup manusia. Maka tidak mengherankan apabila tasawuf akrab dengan masyarakat Islam, setelah masyarakat tersebut membina akidah dan ibadahnya, melalui ilmu tauhid dan fiqih. Dengan demikian terjadilah hubungan 3 serangkai yang amat harmonis yaitu akidah, syari’ah dan akhlak. Berkenaan dengan ini telah bermuncullah para peneliti yang mengkonsentrasikan kajiannya pada masalah tasawuf sehingga dapat memudahkan untuk memahaminya.

Dalam Tasawuf terdapat berbagai aliaran dan ajaran yang berbeda dikarenakan berbagai prespektif disiplin keilmuan dan dimensi kerohanian yang mewarnainya. Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat. Tokoh-tokohnya antara lain Yazid al-Busthami, al-Hamaj, Ibnu Arabi, dan al-Jall. Adapun teori yang dilahirkan adalah fana’ dan baqa’, ittihad, hulul, wahdah al-wujud, insan kamil. Sedangkan tasawuf sunni adalah tasawuf yang didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadits. Menurut aliran tasawuf ini, apabila seorang muslim ingin meningkatkan kualitas pendekatan dirinya kepada Allah maka terlebih dahulu harus memahami syari’at Islam dengan sebaik-baiknya. Sedikitnya ada dua bentuk tipe ajaran dalam tasawuf sunni yaitu, tasawuf akhlaqi dan tasawuf Amali.

References

- Al-Halim, Abdul, Qodhiyah fi at-Tasawuf, Kairo : Maktabah al-Qohiroh.
- Amin, Ahamad, 1969, Zuhr al-Islam, Beirut : Dar al-Kitab al-Farobi
- At-Thaillah, Ibnu, 1969, al-Hikmah al-Athaiyah, Kairo : Maktabah al-Qohiroh
- Hilal, Ibrohim, 1979, At-Tasawuf al-Islam Baino ad-Din wa al-Falsafah, Kairo : Dar an-Nadhoh al-Arabiyah
- Huda, Sokhi, 2008, Tasawuf Kultural Fenomena Sholawat Wahidiyah,Yogyakarta : LKIS Pelangi Aksara.
- Basyuni, Ibrohim, 1969, Nasy’ah at-Tasawuf al-Islam, Kairo : Dar al-Fikr.
- Nasr, Sayyed Tasawuf, Tasawuf Dulu Dan Sekarang
- Nata, Abudin, 2010, Metodologi Studi Islam, Jakarta : Rajawali Pers.
- Nasution, Harun, 1969, Falsafat Dan Mistisme Dalam Islam, Jakarta : Bulan Bintang.
- Sholihin, Muhammad, 2005, Melacak Pemikiran Tasawuf, Jakarta : Rajawali Grafindo Persada.
- Sarraj at-Thusi, Abu Nasr, 1960, al-Luma’, Mesir : Dar al-Kutubal-Hidayah.
Published
2016-06-30
How to Cite
Hidayatulloh, Z. (2016). Pemahaman Islam Melalui Pendekatan Tasawuf. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan Muamalah, 2(1), 65-81. Retrieved from http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tahdzib/article/view/1835
Section
Articles