http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/issue/feed Jurnal Ats-Tsaqofi 2021-03-22T10:37:45+00:00 Choirul Anam 123choirulanam@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal Ats-Tsaqofi : Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam diterbitkan oleh&nbsp;Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia</p> <p>&nbsp;</p> <p>E-ISSN :&nbsp;2686-5289</p> <p>P-ISSN :&nbsp;2686-5270</p> http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4269 Peradaban Pendidikan Islam Oleh M. Quraish Shihab 2021-03-22T10:37:45+00:00 Riani Nur Fauzia rianifauzia2298@gmail.com Ayang Nirmala Sari nirmalasari16@gmail.com Naili Mafazah nailimafazah99@gmail.com <p><span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="id" data-phrase-index="0">Education is an important tool in Indonesia.</span> <span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="id" data-phrase-index="1">Education is one of the efforts to educate the nation's children and create intellectual minds.</span> <span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="id" data-phrase-index="2">With a clean mind and trust in Allah, an education will be well received.</span> <span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="id" data-phrase-index="3">Then how is the State's efforts from time to time to obtain an education for the provision of this world and the hereafter.</span> <span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="id" data-phrase-index="4">So that the result of this writing is an understanding and how to get a good education and have a good character in the Tafsir Al-Misbah discussed by the Quraish Shihab.</span></p> 2021-03-22T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4155 Analisis Literasi Membaca untuk Membangun Ilmu Pengetahuan Peserta Didik Usia Sekolah Dasar dalam Perspektif Islam 2020-12-03T05:50:11+00:00 Balqis Fauzatul Rohmah ky.081292@gmail.com <p>Anak berhak mendapat pendidikan yang terbaik, karena apa yang ia lakukan bisa jadi dampak dari apa yang anak terima, apalagi jika ia mendapatkan imbas yang berulang ulang setiap hari dan tanpa sempat disadari menjadi kepribadian yang melekat pada dirinya. Literasi membaca berkaitan dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik agar mereka dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan baik. Dengan literasi membaca diharapkan peserta didik memperoleh berbagai informasi yang sesuai untuk menambah pengetahuan mereka.&nbsp;&nbsp;</p> <p>Sudut pandang &nbsp;Islam dalam proses penggalian ilmu pengetahuan, dan merujuk pada al-Qur’an dan as-Sunnah, kita akan meemukan betapa Islam memeberikan perhatian yang sangat besar terhadap pengembangan IPTEK. Pada dasarnya kebenaran yang mutlak itu hanya satu, yaitu kebenaran Yang Maha Benar. Antara ilmu pengetahuan dan agama sama-sama menggali ayat-ayat Tuhan. &nbsp;Namun, kurangnya keterampilan&nbsp; membaca dapat menghambat proses belajar sesui dengan prinsip Islam sendiri. Dalam Islam pengetahuan mengajarkan kepada pemeluknya untuk selalu giat mencari ilmu pengetahuan. Kemampuan membaca tidak bisa diperoleh secara instan. Semakin sering kegiatan membaca dilakukan maka semakin baik pula kemampuan membacanya.</p> <p>Tujuan utama pembahasan ini adalah sebagai salah satu bahan pertimbangan unttuk menyelesaikan problema pendidikan terkait dengan pembentukan ilmua penegetahuan anak usia sekolah dasa melalui literasi membca yang ditelaah dari sudut pandang Islam. Dengan adanya analisis ini diharapkan bagi semua penggerak poros pendidikan untuk memaami betapa pentingnya literasi membaca untuk menuntun generasi muda memperkaya aspek intelektual dan spiritual.</p> <p>Literasi membaca tidak hanya berkaitan dengan kemampuan untuk membangun makna dari berbagai teks, tetapi juga berkenaan dengan sikap yang mendukung kegiatan membaca agar kegiatan itu dapat meewujudkan setiap pribadi untuk mengembanggkan potensinya dalam kehidupan masyarakat yang literat dan terpelajar. Objek atau sasaran dari kegiatan membaca ini dapat berupa teks tertulis seperti ayat-ayat al-Qur’an dan teks-teks tertulis lainnya maupun teks tidak tertulis yang berupa alam sekitar atau disebut ayat-ayat kauniyah yang merupakan sumber ilmu pengetahuan</p> <p>Hasil dari analisis tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa (1) perluanya pembiasan untuk menanamkan literasi membaca kepada anak sejak usia sekoah,&nbsp; (2) Peserta didik pada tingkat sekolah dasar harus dapat memanfaatkan membaca bukan hanya untuk belajar tetapi juga dapat membangun makna. (3) Pandangan Islam terkait ilmu pengetahuan yaitu usaha memenuhi keperluan spiritual dan meraih kebahagiaan dalam kehidupannya. Prinsip itulah yang harus ditekankan sejak dini melalui literasi membaca.</p> 2020-12-03T05:50:11+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4307 ARABIC VOCABULARY TEACHING MATERIALS’ DEVELOPMENT FOR KINDERGARTEN CHILDREN 2021-03-22T09:47:45+00:00 Iis Makhisoh mbizmbuz@gmail.com Nur Lathifah mbizmbuz@gmail.com <p>Pengajaran bahasa Arab membutuhkan cara yang dapat memudahkan siswa memahami dan menguasai materi. Oleh karena itu, perlu adanya strategi pembelajaran yang mendorong siswa untuk belajar bahasa Arab. Salah satu cara untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar adalah dengan metode interaktif. Tujuan dari penelitian ilmiah ini adalah mengembangkan materi kosakata bahasa Arab untuk anak TK. Penelitian ilmiah ini mengembangkan materi kosakata bahasa Arab untuk Taman Kanak-kanak. Tempat penelitian berada di Taman Kanak-kanak “Perwanida”. Metode penelitian ini diawali dengan investigasi tentang kebutuhan bahan ajar bahasa Arab di Taman Kanak-kanak “Perwanida”, dan setelah itu terciptanya bahan ajar berbentuk media audio visual Pada bagian akhir penelitian ilmiah ini, dihasilkan materi audio vusial yang dapat dipergunakan untuk mengenalkan bahasa Arab pada tahap taman kanak-kanak.</p> 2020-12-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4156 Manajemen Pendidikan Islam Pada Lembaga Pendidikan Islam 2020-11-27T14:22:11+00:00 Mas'ud Mas'ud masudtibilqulub@gmail.com <p>Pendidikan Islam adalah pemikiran dasar tentang &nbsp;pendidikan secara umum yang diimbui nuansa dan pemikiran islami. Sistem yang komprehensif adalah ciri utama pendidikan Islam. Sebuah sistem yang struktural akan mengantarkan pola pendidikan Islam yang ideal. Berbicara mengenai sistem, segala aspek yang dilaksanakan oleh pelaksana akan dapat berjalan sistematis apabila mendapat kontrol dari pemimpinnya. Untuk itu, peran pemimpin dalam menjalankan sebuah organisasi sangat penting. Mengingat fungsi dan peranannya, kepemimpinan Islam hendaknya dapat mewarnai pendidikan Islam itu sendiri sehingga tujuan pendidikan Islam akan tercapai secara optimal.</p> 2020-11-27T14:11:19+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4153 The Role of Islamic Religious Education In Shaping Student Muslim Personality 2020-11-27T13:41:33+00:00 Syaiful Alim syaifulalim11@gmail.com <p>Humans as caliphs on this earth need to place themselves along their nature. Al-Quran is a source of direction, how a Muslim chooses the method of movement according to the will of Allah SWT. He knows better what good people need to fulfill their desires, namely the safety and welfare of their lives in this world and the hereafter. In order to achieve that, Allah SWT sent down commands and prohibitions in various forms for humans which are stated in the Qur'an explicitly and implicitly. All forms of prohibitions and orders are measured in such a way that they are all in accordance with the human capabilities themselves. Since the beginning, Islamic religious education is an effort to grow and strengthen the tendency of tawhid which has become human nature. Religion is a guide and guide in the right direction.</p> <p>Because the human personality includes three aspects, namely the physical, psychological and spiritual aspects, it will be something very important for human life if it is based on the basis of religion. Therefore, religious education plays a very important role in shaping a person's personality, especially Muslim personality, the more so religious education is given intensively and continuously. Because basically having a good personality is everyone's dream. Because with that, he will be respected, respected and loved by those around him.</p> 2020-11-27T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4154 Peranan Guru Agama Islam Dalam Meningkatkan Religiusitas Siswa Di Era Digital 2020-11-27T13:33:56+00:00 Moch. Sholich mohammadsolih12@gmail.com <p>Kemajuan teknologi dikala ini sangatlah pesat serta mutahir. Teknologi yang pesat serta mutahir ini bisa memudahkan pekerjaan tiap orang. Semacam perihal contoh salah satunya merupakan konsumsi gadget yang meluas dikalangan masyarakat. Gadget ialah perlengkapan bantu yang memudahkan tiap langkah manusia buat memperoleh suatu data. Gadget waktu demi waktu terus menjadi ramai. Bukan cuma itu, gadget meluas bukan cuma digolongan orang dewasa, anak muda serta kalangan orangtua. Dengan kemajuan dikala ini, gadget telah melebar luas pula digolongan kanak- kanak. Nyaris semua golongan, diawali dari golongan anak- anak hingga oran tua memahami gadget</p> <p>Guru memiliki peran yang cukup berat sebagai khususnya diera digital dimana siswa akan selalu bergesekan dengan sebah tekhnoloi khususnya gadget, gadget bisa bermanfaat dan bisa berdampak negative hal tersebut tergantung dari penggunaannya, disini peran guru adalah bisa menjadikan siswa mampu memanfaatkan tekhnologi untuk meningkatkan kemampuan agamanya atau religiusitasnya, hal tersebut guru harus mampu menjadi pemimpin dan teladan yang baik, gadget bisa digunakan sebagai perpustakaan yang berisi buku buku agama bahkan bisa di isi Al Quran 30 Juz, selain itu Al Quran juga bisa menjadi pengingat bagi pemilikya untuk selalu ingat waktu shalat degan tepat waktu.</p> <p>Dapat dipahami bahwa di era digital manusi smakin melek dengan tekhnologi bahkan anak kecilpun disini sudah banyak yang menguasai dan dengan adanya guru inilah yang menjadi salah satu peranan penting sehingga siswa bisa menggunakan gadget sesuai dengan kebutuhan dan bahkan bisa bermanfaat untuk meningkatkan religiusitasnya.</p> 2020-06-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4152 وسائل التعليم اللغة العربية وتطوره في مهارة القراءة بكلية التربية الجامعة التهذيب الإسلامية 2020-11-28T11:57:01+00:00 Dhoyfun Akbar ismi.istiqomah41@gmail.com <p>Study of Arabic regarded as a difficult subject matter by the students of Arabic Departement of STAI At-Tahdzib Ngoro Jombang. The difficulty is due to a lot of various factors, one of them is the using of Arabic books published be Middle East schools. The title of the research: Teaching Balaghah on Arabic Language Education Program of STAI At-Tahdzib Ngoro Jombang. in Improving Student Achievement (A Feasibility Analysis)”. This research is aimed at understanding and analyzing: (a) The &nbsp;Arabic subject on Arabic Departement of &nbsp;STAI At-Tahdzib Ngoro Jombang; (b). The learning achievement of &nbsp;&nbsp;Arabic Subject of students of Arabic Departement of STAI At-Tahdzib Ngoro Jombang.; (c). The effect Instructional Materials &nbsp;Arabic feasibility study on student achievement of Arabic Departement of&nbsp; STAI At-Tahdzib Ngoro Jombang. Before distributing the data, validity and reliability tests were carried out; the data obtained were processed with the computer program SPSS (Statistical Program for Social Science) version 16.0 with a 95 % significance level (α= 5 %). As for testing the researchers' hypothesis using Simple Linear Regression Test. The results showed: (a). &nbsp;Arabic Subject of the Arabic Departement of STAI At-Tahdzib Ngoro Jombang. was feasible for use. This was indicated by a score of an average value of 47.2; (b). Student Achievement of &nbsp;Arabic of Arabic Departement of STAI At-Tahdzib Ngoro Jombang. was average height with an average score of 43.5, and (c). There was a significant relationship between Instructional Materials &nbsp;Arabic Feasibility study on student achievement of Arabic Departement of STAI At-Tahdzib Ngoro Jombang. It was shown in the results of the correlation between variables X and Y, the value obtained was 0.892 means a significant difference between the feasibility Arabic teaching materials with improved student achievement of Arabic Departement of STAI At-Tahdzib Ngoro Jombang.</p> 2020-06-29T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4016 Strategi Segmentasi, Targeting Dan Positioning (STP) Lembaga Pendidikan Islam 2020-09-17T04:16:20+00:00 Robi'ul Afif Nurul 'Aini robiul.afif90@gmail.com <p><em>Strategi pemasaran yang tepat akan memberikan arah yang jelas bagi perencanaan produk dan pemasaran produk pada umumnya. Dalam situasi di mana konsumen menghadapi banyak pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen pada segmen tertentu. Dengan strategi pemasaran yang tepat, maka akan dapat menciptakan kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen pada segmen yang dituju.</em></p> <p><em>Penelitian ini membahas tentang Segmentasi, Targeting, Positioning, Lembaga Pendidikan Islam dengan tujuan untuk mengetahui pendidikannya dalam bidang akademik dengan pengembangan brand “Madrasah para Juara” Segmentasi pasar merupakan hal pertama yang harus dilakukan oleh madrasah untuk mencapai hasil pemasaran yang optimal, kemudian dilanjutkan dengan positioning. Posisi&nbsp; atau gambar yang dibentuk oleh madrasah memiliki peran dominan dalam mempengaruhi sikap publik terhadap madrasah.</em></p> 2020-06-25T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4015 Quo Vadis Implementasi Model Pengembangan Mutu Juran Di Lembaga Pendidikan Islam 2020-09-17T03:37:05+00:00 Muhammad Zamroji muhammadzamroji89@gmail.com <p><em>S</em><em>istem pendidikan Islam merupakan </em><em>wahana</em><em>pembentuk manusia sempurna sebagai fondasi awal dalam pembangunan peradaban madani dan mewujudkan rahmat bagi seluruh umat manusia.Pendidikan Islam dianggap bermutu bila </em><em>outputnya</em><em>mampu mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup dan ketrampilan hidup yang berperspektif Islam. Mutu dalam konsep </em><em>Joseph M Juran adalah kesesuaian untuk penggunaan (fitness for use) yang memuat </em><em>lima dimensi yaitu: mutu desain, mutu kesesuaian, ketersediaan, keamanan, dan field use dimana kecocokan penggunaan tersebut didasarkan atas </em><em>lima ciri utama, yaitu: teknologi (kekuatan atau daya tahan), psikologis (citra rasa atau status), waktu (kehandalan), kontraktual (adanya jaminan), dan etika (santun ramah dan jujur).Implementasi konsep mutu Juran dalam lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan dengan pemenuhan mutu desain pendidikan dengan merujuk pada berbagai kebijakan pemerintah tentang pendidikan, khususnya pendidikan Islam, yang tuangkan dalam</em> <em>visi, misi, dan tujuan</em> <em>pendidikan</em> <em>serta</em> <em>kurikulum yang ditawarkan. Tantangan pengembangan mutu lembaga pendidikan dalam hal ini sering kali dihadapkan pada kebijakan pemerintah khususnya berkaitan dengan sistem zonasi dan kurikulum sehingga lembaga pendidikan seringkali gagal mempertahankan ‘keistimewaannya’ masing-masing sebagaimana disyaratkan dalam konsepJuran. Tantangan</em> <em>berikutnya</em> <em>adalah</em> <em>tingkat</em> <em>kesadaran</em> <em>tentang</em> <em>mutu dan konsistensi</em> <em>dalam</em> <em>mempertahankan dan perbaikan</em> <em>terus</em> <em>menerus. Hal ini mengindikasikan bahwa permasalahan mutu pendidikan pada dasarnya merupakan permasalahan pendidikan yang bersifat</em> <em>dinamis yang tidak</em> <em>bisa</em> <em>diselesaikan</em> <em>dalamsatu</em> <em>waktu dan satu</em> <em>konsep</em> <em>pengembangan</em> <em>mutu</em>.</p> <p><em>S</em><em>istem pendidikan Islam merupakan </em><em>wahana</em><em>pembentuk manusia sempurna sebagai fondasi awal dalam pembangunan peradaban madani dan mewujudkan rahmat bagi seluruh umat manusia.Pendidikan Islam dianggap bermutu bila </em><em>outputnya</em><em>mampu mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup dan ketrampilan hidup yang berperspektif Islam. Mutu dalam konsep </em><em>Joseph M Juran adalah kesesuaian untuk penggunaan (fitness for use) yang memuat </em><em>lima dimensi yaitu: mutu desain, mutu kesesuaian, ketersediaan, keamanan, dan field use dimana kecocokan penggunaan tersebut didasarkan atas </em><em>lima ciri utama, yaitu: teknologi (kekuatan atau daya tahan), psikologis (citra rasa atau status), waktu (kehandalan), kontraktual (adanya jaminan), dan etika (santun ramah dan jujur).Implementasi konsep mutu Juran dalam lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan dengan pemenuhan mutu desain pendidikan dengan merujuk pada berbagai kebijakan pemerintah tentang pendidikan, khususnya pendidikan Islam, yang tuangkan dalam</em> <em>visi, misi, dan tujuan</em> <em>pendidikan</em> <em>serta</em> <em>kurikulum yang ditawarkan. Tantangan pengembangan mutu lembaga pendidikan dalam hal ini sering kali dihadapkan pada kebijakan pemerintah khususnya berkaitan dengan sistem zonasi dan kurikulum sehingga lembaga pendidikan seringkali gagal mempertahankan ‘keistimewaannya’ masing-masing sebagaimana disyaratkan dalam konsepJuran. Tantangan</em> <em>berikutnya</em> <em>adalah</em> <em>tingkat</em> <em>kesadaran</em> <em>tentang</em> <em>mutu dan konsistensi</em> <em>dalam</em> <em>mempertahankan dan perbaikan</em> <em>terus</em> <em>menerus. Hal ini mengindikasikan bahwa permasalahan mutu pendidikan pada dasarnya merupakan permasalahan pendidikan yang bersifat</em> <em>dinamis yang tidak</em> <em>bisa</em> <em>diselesaikan</em> <em>dalamsatu</em> <em>waktu dan satu</em> <em>konsep</em> <em>pengembangan</em> <em>mutu</em>.</p> <p><em>S</em><em>istem pendidikan Islam merupakan </em><em>wahana</em><em>pembentuk manusia sempurna sebagai fondasi awal dalam pembangunan peradaban madani dan mewujudkan rahmat bagi seluruh umat manusia.Pendidikan Islam dianggap bermutu bila </em><em>outputnya</em><em>mampu mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup dan ketrampilan hidup yang berperspektif Islam. Mutu dalam konsep </em><em>Joseph M Juran adalah kesesuaian untuk penggunaan (fitness for use) yang memuat </em><em>lima dimensi yaitu: mutu desain, mutu kesesuaian, ketersediaan, keamanan, dan field use dimana kecocokan penggunaan tersebut didasarkan atas </em><em>lima ciri utama, yaitu: teknologi (kekuatan atau daya tahan), psikologis (citra rasa atau status), waktu (kehandalan), kontraktual (adanya jaminan), dan etika (santun ramah dan jujur).Implementasi konsep mutu Juran dalam lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan dengan pemenuhan mutu desain pendidikan dengan merujuk pada berbagai kebijakan pemerintah tentang pendidikan, khususnya pendidikan Islam, yang tuangkan dalam</em> <em>visi, misi, dan tujuan</em> <em>pendidikan</em> <em>serta</em> <em>kurikulum yang ditawarkan. Tantangan pengembangan mutu lembaga pendidikan dalam hal ini sering kali dihadapkan pada kebijakan pemerintah khususnya berkaitan dengan sistem zonasi dan kurikulum sehingga lembaga pendidikan seringkali gagal mempertahankan ‘keistimewaannya’ masing-masing sebagaimana disyaratkan dalam konsepJuran. Tantangan</em> <em>berikutnya</em> <em>adalah</em> <em>tingkat</em> <em>kesadaran</em> <em>tentang</em> <em>mutu dan konsistensi</em> <em>dalam</em> <em>mempertahankan dan perbaikan</em> <em>terus</em> <em>menerus. Hal ini mengindikasikan bahwa permasalahan mutu pendidikan pada dasarnya merupakan permasalahan pendidikan yang bersifat</em> <em>dinamis yang tidak</em> <em>bisa</em> <em>diselesaikan</em> <em>dalamsatu</em> <em>waktu dan satu</em> <em>konsep</em> <em>pengembangan</em> <em>mutu</em>.</p> 2020-06-24T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4017 Implementasi Kurikulum Pendidikan Dasar 2013 2020-09-17T04:38:29+00:00 Choirul Anam 123choirulanam@gmail.com <p>Sebelum Kurikulum 2013 diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2013/2014, banyak gelombang penolakan dari beberapa pihak yang menolak diluncurkannya Kurikulum 2013 menggantikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).&nbsp; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (MENDIKBUD) M.Nuh telah menyampaikan opini tentang Kurikulum 2013 di Kompas pada Jumat, 8 Maret 2013. Beberapa pihak yang menolak pemberlakuan Kurikulum 2013 antara lain: a) Indonesia Corruption Watch (ICW); b) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI); c) Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ); d) Aliansi Revolusi Pendidikan.</p> <p>Implementasi kurikulum pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK menggunakan pedoman implementasi kurikulum yang mencakup:a)Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; b) Pedoman Pengembangan Muatan Lokal; c) Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler; d) Pedoman Umum Pembelajaran; dan e) Pedoman Evaluasi Kurikulum.</p> <p>Setelah melalui berbagai gelombang penolakan oleh berbagai pihak, Kurikulum 2013 pun diluncurkan. Landasan implementasi kurikulum pendidikan dasar 2013 adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (PERMENDIKBUD) Republik Indonesia&nbsp; nomor&nbsp; 81A&nbsp; tahun 2013&nbsp; tentang implementasi kurikulum.Sesuai dengan yang disebutkan di atas, bahwa Implementasi kurikulum pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK menggunakan pedoman implementasi kurikulum yang mencakup:a)Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; b) Pedoman Pengembangan Muatan Lokal; c) Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler; d) Pedoman Umum Pembelajaran; dan e) Pedoman Evaluasi Kurikulum.</p> 2020-06-24T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4014 Using Free Writing Technique by Peter Elbow to Increase Students’ Competence in Arabic Writing 2020-09-17T02:59:31+00:00 Iis Makhisoh mbizmbuz@gmail.com <p>Being afraid of making linguistic errors and feeling hard to express ideas made students of Madrasah Aliyah Negeri 3 Jombang think that writing is difficult. Therefore, they are poor in writing. That is why this classroom action research was conducted. This research was done in three cycles. The implementation of teaching-learning activity by using free writing runs well. The students’ competence in writing in all cycles increased after using&nbsp; free writing technique. Therefore, there is significance relation between using free writing technique and the improvement of students skill in writing.</p> 2020-06-17T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3827 Perencanaan Dan Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Putri 2020-03-22T15:16:47+00:00 Yazidul Busthomi busthomi@alqolam.ac.id Syamsul A’dlom samsuladlom06@gmail.com <p>Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Putri in the village of Ganjaran Gondanglegi Malang including formal education institutions. The atmosphere in the Madrasah is family-based, based on compassion and mutual respect. However, the fact that is related to the learning of Islamic religious education in Madrasahs is quite astonishing. Learning about Islamic religious education in Madrasahs is impressive. So the authors are interested in conducting research by raising a title for planning and implementing learning of Islamic religious education in Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Putri, Ganjaran Gondanglegi village, Malang. The results of the study show that the planning and implementation of learning Islamic religious education at the Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Putri are as follows: 1. Planning the learning of Islamic religious education in the Aliyah Raudlatul Ulum Putri Madrasah as follows: a. The teacher makes learning devices, b. The teacher sets learning goals, c. The teacher selects and develops teaching materials, d. The teacher chooses the appropriate teaching media, e. The teacher chooses and utilizes learning resources. 2. The implementation of learning Islamic education in the Aliyah Raudlatul Ulum Putri Madrasah is as follows: a. The teacher creates the right learning climate / atmosphere, b. The teacher observes learning activities, c. The teacher organizes students in learning activities, d. The teacher chooses and sets the learning method that is considered the most appropriate and effective, e. The teacher evaluates the learning achievement of students, f. The teacher carries out follow-up of the assessment results.</p> 2020-03-22T15:16:46+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3805 Akhlak Bagi Pencari Ilmu 2020-01-18T03:53:42+00:00 Moch. Solich mochsolich7@gmail.com <p><em>The admiration presents the devastation of praiji (hirmone) what is it that is supposed to be for a preaccessous and decree of terror (madzmuh) to be cleaned of the contuisation of the virtuous and reconceived, the true existence of the global era of the global and the great age.So the role of the education Three of education centers, especially family's fundamental education, a society of Education, a society of residence and interact with the environment, and the institution of the massive institution of a more positive, Positive Science, expected to function with the maximum of its exact maximum. If these three elements can operate its own ingenious symptoms, then it can be expected to be born generations of budimented and scholars.</em></p> 2020-01-18T03:51:47+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3804 Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Pendidikan Pesantren 2020-01-18T03:49:33+00:00 M. Luthfi Afif Al Azhari luthfiafif@iaingawi.ac.id <p><em>Pendidikan karakter merupakan usaha untuk membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik.</em><em> Sedangkan Jika diteliti lebih lanjut, pendidikan karakter di Indonesia merupakan lagu lama yang diputar kembali. Dulu, pendidikan karakter pernah diterapkan dengan nama pendidikan budi pekerti di sekolah-sekolah. Salah satu lembaga pendidikan yang sejak dulu dan hingga saat ini masih dianggap menanamkan pendidikan karakter adalah pondok pesantren.</em><em> Seiring dengan itu, banyak lembaga pendidikan yang mengadopsi pola pendidikan Pondok&nbsp; Pesantren. Bahkan pola pendidikan di Pondok Pesantren&nbsp; telah</em><em> menjadi inspirasi di Luar Negeri (Jepang) dengan model Boarding School maupun Lesson Study. Berangkat dari fenomena itu peneliti tertarik untuk mempelajari lebih dalam bagaiman</em><em>a pendidikan karakter</em><em> dalam perspektif P</em><em>endidikan pesantren.</em></p> 2020-01-18T03:47:46+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3803 Guidance Management Counseling in Students' Moral Education in MAN Jombang Academic Year 2019/2020 2020-01-18T03:45:42+00:00 Moh Ifan Fahmi ifahmi399@gmail.com <p>This study aims to determine the tasks, strategies, and role of guidance and counseling teachers in MAN Jombang, as well as what factors are obstacles and supporters of the implementation of guidance and counseling programs in the moral education of students at MAN Jombang. This research is a case study research using qualitative methods that are descriptive. The object of his research is everything related to the guidance and counseling teacher at MAN Jombang. Our data sources can be from school principals, vice principals, homeroom teachers, field study teachers, counseling guidance teachers, and from students. Data collection techniques using interview and observation techniques. The data analysis technique uses qualitative descriptive analysis techniques. As for testing the validity of our data, we use triangulation techniques.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; The results of this study explain that (1) The task of guidance and counseling teachers in the moral education of students in MAN Jombang, is to help students become human beings who believe, devote to God Almighty, and direct students to behave in society, lead students to know the talents, interests, and direction of future career trends, and solve all problems faced by students. (2) The strategy of implementing guidance and counseling in the moral education of students in MAN Jombang, can not be separated from the 4 important components that support each other, namely: basic services, responsive services, individual planning, and system support. (3) The role of guidance and counseling in the moral education of students in MAN Jombang, is very important for students to provide assistance, and direction to students, so that they can become useful human beings for the homeland and the nation. (4) Factors inhibiting the implementation of guidance and counseling programs in the moral education of students in MAN Jombang, can come from teachers, homeroom teachers, parents and students, (5) Factors supporting the implementation of guidance and counseling programs in the moral education of students in MAN Jombang, namely school principals, field studies teachers, homeroom teachers, parents, case handlers and adequate infrastructure, all of which are mutually reinforcing factors.</p> 2020-01-18T03:43:25+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3802 Development Of Adobe Flash Learning Media In Increasing The Quality Of The 8th Grade Madrasah Tsanawiyah Darul Faizin 2020-01-18T03:40:20+00:00 Iis Makhisoh mbizmbuz@gmail.com <p>Speaking is one of the main components in language learning. Speaking is the most important element in the four Arabic language skills, speaking skills are a barometer of the success of Arabic language teaching, so that the success of a language teaching is seen from the ability of students to speak, if students speak fluently in accordance with their desires, then a teaching is successful. Among the main objectives in learning Arabic for non native speakers is to improve the ability of students to be able to pronounce the language well and be able to communicate with native Arabic speakers well and spontaneity.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; From the observations of researchers and interviews with Arabic language teachers, that some students in the eighth grade Madrasah Tsanawiyah Darul Faizin Assalafiyah Catak Gayam Mojowarno Jombang are unable to dialogue using Arabic on Arabic subjects, they have difficulty in making correct sentences, and when they dialogue using Arabic, then they speak not fluently. One reason is the lack of vocabulary they mastered, and also there is no media that can make them speak Arabic.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Furthermore, based on the facts of the problem above, the formulation of this research is to develop Flash-based media or better known as Adobe Flash, and measure the extent to which the effectiveness of the application of the media in improving the speaking skills of eighth grade students of Madrasah Tsanawiyah Darul Faizin Assalafiyah Catak Gayam Mojowarno Jombang in the academic year 2019/2020in semester one.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; The approach used in this study is research and development (R&amp;D) using the "t" test formula. The sample design used was "One group pretest and post test design" in one class of 25 students. The results showed that the application of Adobe Flash Media was proven to be effective in improving the speaking skills of eighth grade students of Madrasah Tsanawiyah Darul Faizin Assalafiyah Catak Gayam Mojowarno Jombang. This can be seen from the increase in the value of the pre-test and post-test results, in the pre-test the average value was 62.2%, and in the post-test it increased to an average of 84.16%.</p> 2020-01-18T03:37:13+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3786 Reformasi Pendidikan Islam dan Implikasinya Prespektif Pemikiran Pendidikan Filsuf Islam 2019-12-30T09:41:16+00:00 Zainal Arifin zainal49@ymail.com Moh. Hasyim Afandi Moh.HasyimAfandi@gmail.com <p><em>This study wants to describe the concept of educational thought according to some Islamic education figures, in relation to efforts to reform Islamic education and its implications in Islamic education today. The results of this study include: The aim of Islamic education must lead to purification of the soul to go to taqarub to Allah Almighty who will ultimately get the happiness of the world and the hereafter. Teacher / Educator Modeling is a necessity in education, because students are more easily influenced by imitation and emulation and noble values ​​that they witness, than can be influenced by advice, teaching. (Spiritual, paedagogie, professional, social, personality and innovative competencies). Students are likened to people who have not been educated in Islamic creed like paper that is still pure white, has not been tarnished in any way. If this paper is written something, then the paper has a mark that is not easily removed. This view is closer to the theory of Tabula Rasa John Locke (empiricism). </em></p> 2019-12-30T09:40:51+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3946 Indonesian Pembinaan Terhadap Semangat Kerja Guru 2020-11-26T00:48:18+00:00 Lina Hisjmah Mahfuzhoh linahisjmah@gmail.com <p>Jurnal ini bertujuan untuk menggambarkan berbagai pembinaan terhadap semangat kerja guru. Jurnal ini menggunakan metode analisis perpustakaan yang digunakan untuk mengumpulkan deskri[si, yang melibatkan aktual dan rujukan faktual, rekan sejawat dan berbagi pengalaman para supervisor sebelumnya. Adapun fokus dari jurnal ini adalah 1) Pembinaan terhadap semangat kinerja guru, 2) Strategi peningkatan semangat kerja guru, 3) Faktor yang mempengaruhi semangat kerja guru, 4) Problematika guru yang berpengaruh pada semangat kerja, serta 5) Upaya pembinaan untuk meningkatkan semangat kerja guru. Diharapkan dengan memahami jurnal ini para pembaca mampu menerapkan pembinaan terhadap semangat guru dengan baik sehingga tujuan pendidikan dan kependidikan yang ada di Indonesia dapat berjalan dengan baik pula.</p> 2019-12-10T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3758 Pengaruh Pendidikan Terhadap Jiwa Keagamaan 2020-03-22T14:36:03+00:00 Yazidul Busthomi busthomi@alqolam.ac.id Syamsul A’dlom samsuladlom06@gmail.com <p><em>The role of education in influencing one's religious attitudes and soul is enormous. It is shown in everyday life that looks real. Because basically a human being was born with the basic potential, and then the potential is developed with education. The importance of education in influencing one's religious life can be likened to someone who without education will be the same as an animal will be even more ugly than the animal. The environment is also an education as well as society. Because it affects attitude and personality. Attitude and personality can be combined with the term soul. Moreover education has a great influence on the religious soul that arises on a person. Because the religious soul of a person is greatest influenced by the factor of education. The development of a person's psyche is a form of reasonableness and must occur within a person. Therefore education is a necessity in directing the process of psychological development. Moreover in Islamic educational institutions, it will affect the formation of his religious soul. This religious soul needs to be implanted in children from an early age. Religious education is a form of value education, therefore the maximum and absence of religious education depends on factors that can motivate to understand the value of religion. The more the atmosphere of religious education to make it so that the development of religious soul will be able to grow optimally. This religious soul will grow together with the ambience of the surrounding environment. When the religious soul has grown it will form a religious attitude manifested in everyday life.</em></p> 2019-11-16T08:56:09+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3710 Implementasi Metode Muhafadhoh Nadhom Dalam Pembelajaran Qowa’id Nahwiyah Di Pondok Pesantren At-Tahdzib Ngoro Jombang 2019-11-18T03:48:47+00:00 Sutrisno Sutrisno megaluhsatu@gmail.com <p>Implementasi Metode Muhafdhoh adalah suatu cara dimana seorang guru menyuruh murid untuk berusaha meresapkan ilmu atau materi yang berbentuk bait-bait kedalampikiran agar selalu ingat. Dalam bahasa arab tata bahasa biasa disebut Qowa’id Nahwiyah merupakan bahasa Semitik dan tata bahasanya banyak kesamaan dengan tata bahasaSemitik lain.</p> <p>Berdasarkan Konteks Penelitian di atas, maka permasalahan yang timbul adalah&nbsp; (1) Bagaimana Implementasi Metode Muhafadhoh Nadhom dalam Pembelajaran Qowa’idNahwiyah di Pondok Pesantren At-Tahdzib. (2) Apa Problematika Penerapan Metode Muhafadhoh Nadhom dalam Pembelajaran Qowa’id Nahwiyah di Pondok PesantrenAt-Tahdzib (3) Apa saja yang diambil dalam penanganan masalah ini.</p> <p>Menurut jenisnya penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, interview, dokumentasi dan analisis datanya adalah deskriptif kualitatif.</p> <p>Problematika Metode Muhafadhoh Qowa’id Nahwiyah dikarenakan beberapa faktorbaik intern atau ekstern, intern seperti kurang adanya tekad yang kuat dan optimis, malas, kurang diulang-ulang, kurang lancer dalam membaca tulisan arab, sering menunda-nunda dan tidak bias mengatur waktu dengan baik. Ekstern seperti tidak ada guru pembimbing, kurang adanya perhatian dan motivasi, lingkungan kurang mendukung, terpengaruh oleh teman, banyak lafadz-lafadz yang mirip dan sulit untuk dihafalkan</p> 2019-08-26T05:54:05+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3709 Kepemimpinan Kolektivistik 2019-08-26T05:45:12+00:00 Ali Audah aliaudah79@gmail.com <p>Kepemimpinan kolektivistik menunjuk pada suatu aliran kepemimpinan yang mengambil perspektif “kita” dalam kepemimpinan. Artikel ini mengkaji lima aliran kepemimpinan kolektif, yaitu kepemimpinan tim, kepemimpinan jaringan, kepemimpinan bersama, kepemimpinan rumit dan kepemimpinan kolektif. Hasil kajian menunjukkan masing-masing aliran memiliki kekuatan dan kelemahan, baik secara umum, dalam sain maupun dalam praktik, serta memiliki implikasi praktis. Artikel ini akan membantu pimpinan organisasi untuk mengenali konteks yang cocok dengan penerapan masing-masing pendekatan kepemimpinan kolektif.</p> 2019-08-26T05:44:39+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3697 Design an Interactive Material for Listening Sections for 11th Grades’ Students at Madrasah Aliyah 2019-11-18T04:15:13+00:00 Hasan Abidin anzabied@gmail.com <p>Ignoring listening section during teaching-learning activity for Arabic language is a common in Madrasah Aliyah Negeri 3 Jombang. And the causes are nevertheless of missing the fit materials as same as the used book, and lack teachers’ capability to produce the fit listening materials. The aims of this research are to produce interactive materials for listening section that is fit for the used book; and describe the effectiveness of using these interactive materials to improve students’ skill in listening and also to make a good atmosphere in teaching-learning activity. This is a research and development study and it was done in two steps, and the first step is producing The second step is applying the interactive materials in teaching-learning activity. The researcher concluded that this interactive material is good and fit to use in a teaching-learning activity; this interactive material created a good condition and made the teaching-learning activity ran very well and also elicited students’ responses.</p> 2019-08-26T03:04:25+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3712 Analisis Kalam Insya’ Thalabi Dan Makna-Maknanya Dalam Syair Labid Bin Rabi’ah Al-‘Amiriy 2019-10-13T08:09:01+00:00 Dhoyfun Akbar ismi.istiqomah41@gmail.com <p>Puisi Arab merupakan kebanggaan orang Arab pada masa jahili. mereka berlomba-lomba untuk menciptakan puisi yang sebagai kebanggaan mereka. Labid bin Robi’ah adalah seorang penyair yang hidup pada dua masa yaitu masa Jahili dan Islam. karya-karyanya sangat banyak,diantaranya adalah <em>Diwan Labid bin Robi’ah&nbsp; </em>yaitu kumpulan puisi terbaik di masa Jahili. Penelitian ini bertujuan ntuk menganalisis bentuk dan makna <em>kalam insya’ thalabi</em>&nbsp; dalam syair Labid bin Robi’ah. Dalam penelitian ini digunakan metode diskriptif kualitatif (untuk memberikan gambaran dan penjelasan tentang penelitian ini) serta metode analisis (sebagai alat untuk mengkaji lebih dalam pada penelitian ini). Hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa kalam insya’ thalabi dalam syair Labid bin Robi’ah yaitu <em>amar </em>(perintah) terdiri 12 bait, <em>nahi </em>(larangan) terdiri 6 bait, <em>istifham </em>(pertanyaan) terdiri 24 bait, <em>tamanni </em>(harapan) 7 bait, <em>nida’ </em>(panggilan) 4 bait. Adapun dilihat dari egi bentuknya, syair Labid bin Robi’ah terdapat berbagai bentuk <em>kalam insya’ thalabi </em>yang meliputi <em>amar </em>(perintah), <em>nahi </em>(larangan), <em>istifham </em>(pertanyaan), <em>tamanni </em>(harapan), dan <em>nida’ </em>(panggilan). Adapun dari segi makna <em>kalam insya’ thalabi </em>&nbsp;mempunyai makna <em>haqiqi </em>&nbsp;yaitu makna asli sedangkan makna <em>idhafi </em>&nbsp;diantaranya adalah <em>ta’jiz </em>(melemahkan), <em>iltimas </em>(ungkapan pada orang yang sebaya), <em>tahdid </em>&nbsp;(ancaman), <em>irsyad </em>&nbsp;(petunjuk), dan <em>taqrir </em>(penegasan).</p> 2019-08-26T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3713 Konsep Pendidikan Karakter Anak Usia Madrasah Ibtidaiyah Dalam Tafsir Fî Zhilâlil Qur`An Karya Sayyid Quthb 2019-10-22T08:05:41+00:00 Choirul Anam 123choirulanam@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis materi, tujuan, dan metode pendidikan karakter yang dapat ditanamkan kepada anak usia MI yang terdapat dalam tafsir <em>Fî Zhilâlil Qur`an </em>&nbsp;karya Sayyid Quthbdalam QS. Al-An’am ayat 151-153 dan QS. Luqman ayat 12-19 sesuai ajaran Islam.</p> <p>Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan sehingga menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Sumber penelitian ini adalah tafsir <em>Fî Zhilâlil Qur`an </em>karya Sayyid Quthbkhususnya QS. Al-An’am ayat 151-153 dan QS. Luqman ayat 12-19.</p> <p>Hasil penelitian materi karakter yang terdapat dalam QS. Al-An’am adalah <em>Religius(Tauhid, Cinta kepada Kedua Orang Tua), Peduli Sosial (Zakat, Memelihara Anak Yatim), </em>dan <em>Jujur (Jujur dalam Perniagaan, Jujur dan Adil kepada Kerabat)</em>. Sedangkan materi pendidikan karakter yang terdapat dalam QS. Luqman adalah <em>Religius (Tauhid, Syukur, Mendirikan Shalat, Cinta Kepada Orang Tua), Toleransi, Cinta Damai, </em>dan<em> Rasa Ingin Tahu</em>. Tujuan yang terdapat dalam QS. Al-An’am adalah <em>Agar Manusia Tidak MenyekutukanAllah</em>, <em>Agar Seorang Anak Mencintai Orang Tuanya</em>, <em>Agar Manusia Menjaga Hubungan dengan Sesama</em>, <em>Agar Manusia Bisa Membedakan antara yang Halal dan Haram</em>, dan <em>Agar Manusia Memelihara Anak Yatim</em>. Sedangkan tujuan yang terdapat dalam QS. Luqman adalah <em>Agar Manusia tidak Menyekutukan Allah</em>, <em>Agar Manusia Bersyukur</em>,&nbsp; <em>Agar Manusia Mendirikan Shalat</em>, dan <em>Agar Seorang Anak Berbakti kepada Kedua Orang Tuanya, Agar Manusia Mengamalkan Ilmunya, </em>dan<em>Agar Manusia tidak Sombong</em>. Metode yang terdapat dalam QS. Al-An’am adalah metode <em>Pendidikan Karakter dengan Keteladanan</em>, <em>Menjaga Ukhuwah Islamiyah, Reward and Punishment, Pengulangan, </em>dan<em> Bersikap Adil. </em>Sedangkan metode yang terdapat dalam QS. Luqman adalah <em>Metode Penanaman Karakter dengan Keteladanan</em>, <em>Pengulangan, dan Kasih Sayang/Lemah Lembut</em>.</p> 2019-08-26T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3714 Pengamatan Lingkungan Internal Dan Eksternal Lembaga Pendidikan Islam 2019-10-13T10:21:17+00:00 M. Munir m.munir_nganjuk@yahoo.co.id Muhammad Zamroji muhammadzamroji89@gmail.com <p>Lingkungan&nbsp; Lembaga&nbsp; Pendidikan&nbsp; Islam&nbsp; (LPI)&nbsp; adalah&nbsp; seluruh&nbsp; elemen yang&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; terdapat&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; di&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; luar&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; organisasi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; yang&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; mempunyai&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; potensi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; untuk mempengaruhi LPI. Lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari LPI, yang keberadaannya&nbsp; akan&nbsp; turut&nbsp; memiliki&nbsp; andil&nbsp; besar&nbsp; bagi&nbsp; keberlangsungan&nbsp; hidup LPI&nbsp;&nbsp; tersebut.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dengan&nbsp;&nbsp; demikian,&nbsp;&nbsp; sebuah&nbsp;&nbsp; LPI,&nbsp;&nbsp; sebagai&nbsp;&nbsp; sub&nbsp;&nbsp; bagian&nbsp;&nbsp; tak terpisahkan&nbsp; dari&nbsp; kehidupan&nbsp; sosial&nbsp; bermasyarakat,&nbsp; berbangsa&nbsp; dan&nbsp; bernegara, mutlak memiliki kesadaran akan lingkungannya.&nbsp; Mereka harus menyadari dan mampu&nbsp; menganalisis&nbsp; factor faktor&nbsp; di&nbsp; sekitarnya&nbsp; yang&nbsp; dapat&nbsp; ikut&nbsp; membantu atau sebaliknya menghambat keberlangsungan hidupnya.</p> <p>Jenis&nbsp;&nbsp; lingkungan&nbsp;&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; perlu&nbsp;&nbsp; dianalisis&nbsp;&nbsp; LPI&nbsp;&nbsp; ada&nbsp;&nbsp; dua:&nbsp;&nbsp; internal&nbsp;&nbsp; dan eksternal.Internal environtment dibentuk&nbsp;&nbsp; oleh&nbsp; seluruh&nbsp;&nbsp; kelompok&nbsp;&nbsp; internal sekolah,&nbsp; seperti&nbsp; tim&nbsp; manajemen&nbsp; puncak&nbsp; (kepala&nbsp; sekolah&nbsp; dan&nbsp; ketua&nbsp; yayasan), manajemen&nbsp;&nbsp; tingkat&nbsp;&nbsp; menengah&nbsp;&nbsp; (seperti&nbsp;&nbsp; kepala&nbsp;&nbsp; bidang,&nbsp;&nbsp; staf&nbsp;&nbsp; pengajar,&nbsp;&nbsp; staf administrasi seperti sekretaris, staf&nbsp; domestik&nbsp; seperti&nbsp; bagian&nbsp; pelayanan,&nbsp; dapur serta&nbsp; cleaning&nbsp; service),&nbsp; dan&nbsp; peserta&nbsp; didik.&nbsp; Lingkungan&nbsp; eksternal&nbsp; terdiri&nbsp; dari lingkungan&nbsp;&nbsp;&nbsp; mikro&nbsp;&nbsp;&nbsp; dan&nbsp;&nbsp;&nbsp; lingkungan&nbsp;&nbsp;&nbsp; makro.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Lingkungan&nbsp;&nbsp;&nbsp; mikro&nbsp;&nbsp;&nbsp; (micro environtment)&nbsp; akan&nbsp; terdiri&nbsp; dari&nbsp; individu individu&nbsp; atau&nbsp; organisasi organisasi yang memiliki dampak potensial langsung terhadap sekolah, yaitu: kompetitor, pelanggan,&nbsp; suplier,&nbsp; intermediaris&nbsp; dan&nbsp; publik&nbsp; lainnya.&nbsp; Sedangkan&nbsp; lingkungan makro&nbsp; ( macro environtment)&nbsp; terdiri&nbsp; atas&nbsp; sejumlah&nbsp; kekuatan&nbsp; yang&nbsp; memiliki dampak&nbsp; tidak&nbsp; hanya&nbsp; pada&nbsp; sekolah,&nbsp; tetapi&nbsp; juga&nbsp; seluruh&nbsp; factor faktor&nbsp; yang berada&nbsp; di&nbsp; dalam&nbsp; lingkungan&nbsp; mikro,&nbsp; meliputi:&nbsp; demografi,&nbsp; ekonomi,&nbsp; politik, hukum, sosio-kultural, ekologi dan teknologi.</p> 2019-08-26T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##