Jurnal Ats-Tsaqofi http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi <p>Jurnal Ats-Tsaqofi : Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam diterbitkan oleh&nbsp;Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia</p> <p>&nbsp;</p> <p>E-ISSN :&nbsp;2686-5289</p> <p>P-ISSN :&nbsp;2686-5270</p> Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia en-US Jurnal Ats-Tsaqofi 2686-5270 Strategi Segmentasi, Targeting Dan Positioning (STP) Lembaga Pendidikan Islam http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4016 <p><em>Strategi pemasaran yang tepat akan memberikan arah yang jelas bagi perencanaan produk dan pemasaran produk pada umumnya. Dalam situasi di mana konsumen menghadapi banyak pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen pada segmen tertentu. Dengan strategi pemasaran yang tepat, maka akan dapat menciptakan kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen pada segmen yang dituju.</em></p> <p><em>Penelitian ini membahas tentang Segmentasi, Targeting, Positioning, Lembaga Pendidikan Islam dengan tujuan untuk mengetahui pendidikannya dalam bidang akademik dengan pengembangan brand “Madrasah para Juara” Segmentasi pasar merupakan hal pertama yang harus dilakukan oleh madrasah untuk mencapai hasil pemasaran yang optimal, kemudian dilanjutkan dengan positioning. Posisi&nbsp; atau gambar yang dibentuk oleh madrasah memiliki peran dominan dalam mempengaruhi sikap publik terhadap madrasah.</em></p> Robi'ul Afif Nurul 'Aini ##submission.copyrightStatement## 2020-06-25 2020-06-25 2 1 23 42 Quo Vadis Implementasi Model Pengembangan Mutu Juran Di Lembaga Pendidikan Islam http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4015 <p><em>S</em><em>istem pendidikan Islam merupakan </em><em>wahana</em><em>pembentuk manusia sempurna sebagai fondasi awal dalam pembangunan peradaban madani dan mewujudkan rahmat bagi seluruh umat manusia.Pendidikan Islam dianggap bermutu bila </em><em>outputnya</em><em>mampu mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup dan ketrampilan hidup yang berperspektif Islam. Mutu dalam konsep </em><em>Joseph M Juran adalah kesesuaian untuk penggunaan (fitness for use) yang memuat </em><em>lima dimensi yaitu: mutu desain, mutu kesesuaian, ketersediaan, keamanan, dan field use dimana kecocokan penggunaan tersebut didasarkan atas </em><em>lima ciri utama, yaitu: teknologi (kekuatan atau daya tahan), psikologis (citra rasa atau status), waktu (kehandalan), kontraktual (adanya jaminan), dan etika (santun ramah dan jujur).Implementasi konsep mutu Juran dalam lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan dengan pemenuhan mutu desain pendidikan dengan merujuk pada berbagai kebijakan pemerintah tentang pendidikan, khususnya pendidikan Islam, yang tuangkan dalam</em> <em>visi, misi, dan tujuan</em> <em>pendidikan</em> <em>serta</em> <em>kurikulum yang ditawarkan. Tantangan pengembangan mutu lembaga pendidikan dalam hal ini sering kali dihadapkan pada kebijakan pemerintah khususnya berkaitan dengan sistem zonasi dan kurikulum sehingga lembaga pendidikan seringkali gagal mempertahankan ‘keistimewaannya’ masing-masing sebagaimana disyaratkan dalam konsepJuran. Tantangan</em> <em>berikutnya</em> <em>adalah</em> <em>tingkat</em> <em>kesadaran</em> <em>tentang</em> <em>mutu dan konsistensi</em> <em>dalam</em> <em>mempertahankan dan perbaikan</em> <em>terus</em> <em>menerus. Hal ini mengindikasikan bahwa permasalahan mutu pendidikan pada dasarnya merupakan permasalahan pendidikan yang bersifat</em> <em>dinamis yang tidak</em> <em>bisa</em> <em>diselesaikan</em> <em>dalamsatu</em> <em>waktu dan satu</em> <em>konsep</em> <em>pengembangan</em> <em>mutu</em>.</p> <p><em>S</em><em>istem pendidikan Islam merupakan </em><em>wahana</em><em>pembentuk manusia sempurna sebagai fondasi awal dalam pembangunan peradaban madani dan mewujudkan rahmat bagi seluruh umat manusia.Pendidikan Islam dianggap bermutu bila </em><em>outputnya</em><em>mampu mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup dan ketrampilan hidup yang berperspektif Islam. Mutu dalam konsep </em><em>Joseph M Juran adalah kesesuaian untuk penggunaan (fitness for use) yang memuat </em><em>lima dimensi yaitu: mutu desain, mutu kesesuaian, ketersediaan, keamanan, dan field use dimana kecocokan penggunaan tersebut didasarkan atas </em><em>lima ciri utama, yaitu: teknologi (kekuatan atau daya tahan), psikologis (citra rasa atau status), waktu (kehandalan), kontraktual (adanya jaminan), dan etika (santun ramah dan jujur).Implementasi konsep mutu Juran dalam lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan dengan pemenuhan mutu desain pendidikan dengan merujuk pada berbagai kebijakan pemerintah tentang pendidikan, khususnya pendidikan Islam, yang tuangkan dalam</em> <em>visi, misi, dan tujuan</em> <em>pendidikan</em> <em>serta</em> <em>kurikulum yang ditawarkan. Tantangan pengembangan mutu lembaga pendidikan dalam hal ini sering kali dihadapkan pada kebijakan pemerintah khususnya berkaitan dengan sistem zonasi dan kurikulum sehingga lembaga pendidikan seringkali gagal mempertahankan ‘keistimewaannya’ masing-masing sebagaimana disyaratkan dalam konsepJuran. Tantangan</em> <em>berikutnya</em> <em>adalah</em> <em>tingkat</em> <em>kesadaran</em> <em>tentang</em> <em>mutu dan konsistensi</em> <em>dalam</em> <em>mempertahankan dan perbaikan</em> <em>terus</em> <em>menerus. Hal ini mengindikasikan bahwa permasalahan mutu pendidikan pada dasarnya merupakan permasalahan pendidikan yang bersifat</em> <em>dinamis yang tidak</em> <em>bisa</em> <em>diselesaikan</em> <em>dalamsatu</em> <em>waktu dan satu</em> <em>konsep</em> <em>pengembangan</em> <em>mutu</em>.</p> <p><em>S</em><em>istem pendidikan Islam merupakan </em><em>wahana</em><em>pembentuk manusia sempurna sebagai fondasi awal dalam pembangunan peradaban madani dan mewujudkan rahmat bagi seluruh umat manusia.Pendidikan Islam dianggap bermutu bila </em><em>outputnya</em><em>mampu mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup dan ketrampilan hidup yang berperspektif Islam. Mutu dalam konsep </em><em>Joseph M Juran adalah kesesuaian untuk penggunaan (fitness for use) yang memuat </em><em>lima dimensi yaitu: mutu desain, mutu kesesuaian, ketersediaan, keamanan, dan field use dimana kecocokan penggunaan tersebut didasarkan atas </em><em>lima ciri utama, yaitu: teknologi (kekuatan atau daya tahan), psikologis (citra rasa atau status), waktu (kehandalan), kontraktual (adanya jaminan), dan etika (santun ramah dan jujur).Implementasi konsep mutu Juran dalam lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan dengan pemenuhan mutu desain pendidikan dengan merujuk pada berbagai kebijakan pemerintah tentang pendidikan, khususnya pendidikan Islam, yang tuangkan dalam</em> <em>visi, misi, dan tujuan</em> <em>pendidikan</em> <em>serta</em> <em>kurikulum yang ditawarkan. Tantangan pengembangan mutu lembaga pendidikan dalam hal ini sering kali dihadapkan pada kebijakan pemerintah khususnya berkaitan dengan sistem zonasi dan kurikulum sehingga lembaga pendidikan seringkali gagal mempertahankan ‘keistimewaannya’ masing-masing sebagaimana disyaratkan dalam konsepJuran. Tantangan</em> <em>berikutnya</em> <em>adalah</em> <em>tingkat</em> <em>kesadaran</em> <em>tentang</em> <em>mutu dan konsistensi</em> <em>dalam</em> <em>mempertahankan dan perbaikan</em> <em>terus</em> <em>menerus. Hal ini mengindikasikan bahwa permasalahan mutu pendidikan pada dasarnya merupakan permasalahan pendidikan yang bersifat</em> <em>dinamis yang tidak</em> <em>bisa</em> <em>diselesaikan</em> <em>dalamsatu</em> <em>waktu dan satu</em> <em>konsep</em> <em>pengembangan</em> <em>mutu</em>.</p> Muhammad Zamroji ##submission.copyrightStatement## 2020-06-24 2020-06-24 2 1 8 22 Implementasi Kurikulum Pendidikan Dasar 2013 http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4017 <p>Sebelum Kurikulum 2013 diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2013/2014, banyak gelombang penolakan dari beberapa pihak yang menolak diluncurkannya Kurikulum 2013 menggantikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).&nbsp; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (MENDIKBUD) M.Nuh telah menyampaikan opini tentang Kurikulum 2013 di Kompas pada Jumat, 8 Maret 2013. Beberapa pihak yang menolak pemberlakuan Kurikulum 2013 antara lain: a) Indonesia Corruption Watch (ICW); b) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI); c) Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ); d) Aliansi Revolusi Pendidikan.</p> <p>Implementasi kurikulum pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK menggunakan pedoman implementasi kurikulum yang mencakup:a)Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; b) Pedoman Pengembangan Muatan Lokal; c) Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler; d) Pedoman Umum Pembelajaran; dan e) Pedoman Evaluasi Kurikulum.</p> <p>Setelah melalui berbagai gelombang penolakan oleh berbagai pihak, Kurikulum 2013 pun diluncurkan. Landasan implementasi kurikulum pendidikan dasar 2013 adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (PERMENDIKBUD) Republik Indonesia&nbsp; nomor&nbsp; 81A&nbsp; tahun 2013&nbsp; tentang implementasi kurikulum.Sesuai dengan yang disebutkan di atas, bahwa Implementasi kurikulum pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK menggunakan pedoman implementasi kurikulum yang mencakup:a)Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; b) Pedoman Pengembangan Muatan Lokal; c) Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler; d) Pedoman Umum Pembelajaran; dan e) Pedoman Evaluasi Kurikulum.</p> Choirul Anam ##submission.copyrightStatement## 2020-06-24 2020-06-24 2 1 43 64 Using Free Writing Technique by Peter Elbow to Increase Students’ Competence in Arabic Writing http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/4014 <p>Being afraid of making linguistic errors and feeling hard to express ideas made students of Madrasah Aliyah Negeri 3 Jombang think that writing is difficult. Therefore, they are poor in writing. That is why this classroom action research was conducted. This research was done in three cycles. The implementation of teaching-learning activity by using free writing runs well. The students’ competence in writing in all cycles increased after using&nbsp; free writing technique. Therefore, there is significance relation between using free writing technique and the improvement of students skill in writing.</p> Iis Makhisoh ##submission.copyrightStatement## 2020-06-17 2020-06-17 2 1 1 7 Perencanaan Dan Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Putri http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3827 <p>Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Putri in the village of Ganjaran Gondanglegi Malang including formal education institutions. The atmosphere in the Madrasah is family-based, based on compassion and mutual respect. However, the fact that is related to the learning of Islamic religious education in Madrasahs is quite astonishing. Learning about Islamic religious education in Madrasahs is impressive. So the authors are interested in conducting research by raising a title for planning and implementing learning of Islamic religious education in Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Putri, Ganjaran Gondanglegi village, Malang. The results of the study show that the planning and implementation of learning Islamic religious education at the Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Putri are as follows: 1. Planning the learning of Islamic religious education in the Aliyah Raudlatul Ulum Putri Madrasah as follows: a. The teacher makes learning devices, b. The teacher sets learning goals, c. The teacher selects and develops teaching materials, d. The teacher chooses the appropriate teaching media, e. The teacher chooses and utilizes learning resources. 2. The implementation of learning Islamic education in the Aliyah Raudlatul Ulum Putri Madrasah is as follows: a. The teacher creates the right learning climate / atmosphere, b. The teacher observes learning activities, c. The teacher organizes students in learning activities, d. The teacher chooses and sets the learning method that is considered the most appropriate and effective, e. The teacher evaluates the learning achievement of students, f. The teacher carries out follow-up of the assessment results.</p> Yazidul Busthomi Syamsul A’dlom ##submission.copyrightStatement## 2020-03-22 2020-03-22 2 1 127 143 Akhlak Bagi Pencari Ilmu http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3805 <p><em>The admiration presents the devastation of praiji (hirmone) what is it that is supposed to be for a preaccessous and decree of terror (madzmuh) to be cleaned of the contuisation of the virtuous and reconceived, the true existence of the global era of the global and the great age.So the role of the education Three of education centers, especially family's fundamental education, a society of Education, a society of residence and interact with the environment, and the institution of the massive institution of a more positive, Positive Science, expected to function with the maximum of its exact maximum. If these three elements can operate its own ingenious symptoms, then it can be expected to be born generations of budimented and scholars.</em></p> Moch. Solich ##submission.copyrightStatement## 2020-01-18 2020-01-18 2 1 101 126 Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Pendidikan Pesantren http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3804 <p><em>Pendidikan karakter merupakan usaha untuk membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik.</em><em> Sedangkan Jika diteliti lebih lanjut, pendidikan karakter di Indonesia merupakan lagu lama yang diputar kembali. Dulu, pendidikan karakter pernah diterapkan dengan nama pendidikan budi pekerti di sekolah-sekolah. Salah satu lembaga pendidikan yang sejak dulu dan hingga saat ini masih dianggap menanamkan pendidikan karakter adalah pondok pesantren.</em><em> Seiring dengan itu, banyak lembaga pendidikan yang mengadopsi pola pendidikan Pondok&nbsp; Pesantren. Bahkan pola pendidikan di Pondok Pesantren&nbsp; telah</em><em> menjadi inspirasi di Luar Negeri (Jepang) dengan model Boarding School maupun Lesson Study. Berangkat dari fenomena itu peneliti tertarik untuk mempelajari lebih dalam bagaiman</em><em>a pendidikan karakter</em><em> dalam perspektif P</em><em>endidikan pesantren.</em></p> M. Luthfi Afif Al Azhari ##submission.copyrightStatement## 2020-01-18 2020-01-18 2 1 77 100 Guidance Management Counseling in Students' Moral Education in MAN Jombang Academic Year 2019/2020 http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3803 <p>This study aims to determine the tasks, strategies, and role of guidance and counseling teachers in MAN Jombang, as well as what factors are obstacles and supporters of the implementation of guidance and counseling programs in the moral education of students at MAN Jombang. This research is a case study research using qualitative methods that are descriptive. The object of his research is everything related to the guidance and counseling teacher at MAN Jombang. Our data sources can be from school principals, vice principals, homeroom teachers, field study teachers, counseling guidance teachers, and from students. Data collection techniques using interview and observation techniques. The data analysis technique uses qualitative descriptive analysis techniques. As for testing the validity of our data, we use triangulation techniques.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; The results of this study explain that (1) The task of guidance and counseling teachers in the moral education of students in MAN Jombang, is to help students become human beings who believe, devote to God Almighty, and direct students to behave in society, lead students to know the talents, interests, and direction of future career trends, and solve all problems faced by students. (2) The strategy of implementing guidance and counseling in the moral education of students in MAN Jombang, can not be separated from the 4 important components that support each other, namely: basic services, responsive services, individual planning, and system support. (3) The role of guidance and counseling in the moral education of students in MAN Jombang, is very important for students to provide assistance, and direction to students, so that they can become useful human beings for the homeland and the nation. (4) Factors inhibiting the implementation of guidance and counseling programs in the moral education of students in MAN Jombang, can come from teachers, homeroom teachers, parents and students, (5) Factors supporting the implementation of guidance and counseling programs in the moral education of students in MAN Jombang, namely school principals, field studies teachers, homeroom teachers, parents, case handlers and adequate infrastructure, all of which are mutually reinforcing factors.</p> Moh Ifan Fahmi ##submission.copyrightStatement## 2020-01-18 2020-01-18 2 1 55 76 Development Of Adobe Flash Learning Media In Increasing The Quality Of The 8th Grade Madrasah Tsanawiyah Darul Faizin http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3802 <p>Speaking is one of the main components in language learning. Speaking is the most important element in the four Arabic language skills, speaking skills are a barometer of the success of Arabic language teaching, so that the success of a language teaching is seen from the ability of students to speak, if students speak fluently in accordance with their desires, then a teaching is successful. Among the main objectives in learning Arabic for non native speakers is to improve the ability of students to be able to pronounce the language well and be able to communicate with native Arabic speakers well and spontaneity.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; From the observations of researchers and interviews with Arabic language teachers, that some students in the eighth grade Madrasah Tsanawiyah Darul Faizin Assalafiyah Catak Gayam Mojowarno Jombang are unable to dialogue using Arabic on Arabic subjects, they have difficulty in making correct sentences, and when they dialogue using Arabic, then they speak not fluently. One reason is the lack of vocabulary they mastered, and also there is no media that can make them speak Arabic.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Furthermore, based on the facts of the problem above, the formulation of this research is to develop Flash-based media or better known as Adobe Flash, and measure the extent to which the effectiveness of the application of the media in improving the speaking skills of eighth grade students of Madrasah Tsanawiyah Darul Faizin Assalafiyah Catak Gayam Mojowarno Jombang in the academic year 2019/2020in semester one.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; The approach used in this study is research and development (R&amp;D) using the "t" test formula. The sample design used was "One group pretest and post test design" in one class of 25 students. The results showed that the application of Adobe Flash Media was proven to be effective in improving the speaking skills of eighth grade students of Madrasah Tsanawiyah Darul Faizin Assalafiyah Catak Gayam Mojowarno Jombang. This can be seen from the increase in the value of the pre-test and post-test results, in the pre-test the average value was 62.2%, and in the post-test it increased to an average of 84.16%.</p> Iis Makhisoh ##submission.copyrightStatement## 2020-01-18 2020-01-18 2 1 27 54 Reformasi Pendidikan Islam dan Implikasinya Prespektif Pemikiran Pendidikan Filsuf Islam http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3786 <p><em>This study wants to describe the concept of educational thought according to some Islamic education figures, in relation to efforts to reform Islamic education and its implications in Islamic education today. The results of this study include: The aim of Islamic education must lead to purification of the soul to go to taqarub to Allah Almighty who will ultimately get the happiness of the world and the hereafter. Teacher / Educator Modeling is a necessity in education, because students are more easily influenced by imitation and emulation and noble values ​​that they witness, than can be influenced by advice, teaching. (Spiritual, paedagogie, professional, social, personality and innovative competencies). Students are likened to people who have not been educated in Islamic creed like paper that is still pure white, has not been tarnished in any way. If this paper is written something, then the paper has a mark that is not easily removed. This view is closer to the theory of Tabula Rasa John Locke (empiricism). </em></p> Zainal Arifin Moh. Hasyim Afandi ##submission.copyrightStatement## 2019-12-30 2019-12-30 2 1 1 26 Pengaruh Pendidikan Terhadap Jiwa Keagamaan http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3758 <p><em>The role of education in influencing one's religious attitudes and soul is enormous. It is shown in everyday life that looks real. Because basically a human being was born with the basic potential, and then the potential is developed with education. The importance of education in influencing one's religious life can be likened to someone who without education will be the same as an animal will be even more ugly than the animal. The environment is also an education as well as society. Because it affects attitude and personality. Attitude and personality can be combined with the term soul. Moreover education has a great influence on the religious soul that arises on a person. Because the religious soul of a person is greatest influenced by the factor of education. The development of a person's psyche is a form of reasonableness and must occur within a person. Therefore education is a necessity in directing the process of psychological development. Moreover in Islamic educational institutions, it will affect the formation of his religious soul. This religious soul needs to be implanted in children from an early age. Religious education is a form of value education, therefore the maximum and absence of religious education depends on factors that can motivate to understand the value of religion. The more the atmosphere of religious education to make it so that the development of religious soul will be able to grow optimally. This religious soul will grow together with the ambience of the surrounding environment. When the religious soul has grown it will form a religious attitude manifested in everyday life.</em></p> Yazidul Busthomi Syamsul A’dlom ##submission.copyrightStatement## 2019-11-16 2019-11-16 2 1 117 143 Implementasi Metode Muhafadhoh Nadhom Dalam Pembelajaran Qowa’id Nahwiyah Di Pondok Pesantren At-Tahdzib Ngoro Jombang http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3710 <p>Implementasi Metode Muhafdhoh adalah suatu cara dimana seorang guru menyuruh murid untuk berusaha meresapkan ilmu atau materi yang berbentuk bait-bait kedalampikiran agar selalu ingat. Dalam bahasa arab tata bahasa biasa disebut Qowa’id Nahwiyah merupakan bahasa Semitik dan tata bahasanya banyak kesamaan dengan tata bahasaSemitik lain.</p> <p>Berdasarkan Konteks Penelitian di atas, maka permasalahan yang timbul adalah&nbsp; (1) Bagaimana Implementasi Metode Muhafadhoh Nadhom dalam Pembelajaran Qowa’idNahwiyah di Pondok Pesantren At-Tahdzib. (2) Apa Problematika Penerapan Metode Muhafadhoh Nadhom dalam Pembelajaran Qowa’id Nahwiyah di Pondok PesantrenAt-Tahdzib (3) Apa saja yang diambil dalam penanganan masalah ini.</p> <p>Menurut jenisnya penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, interview, dokumentasi dan analisis datanya adalah deskriptif kualitatif.</p> <p>Problematika Metode Muhafadhoh Qowa’id Nahwiyah dikarenakan beberapa faktorbaik intern atau ekstern, intern seperti kurang adanya tekad yang kuat dan optimis, malas, kurang diulang-ulang, kurang lancer dalam membaca tulisan arab, sering menunda-nunda dan tidak bias mengatur waktu dengan baik. Ekstern seperti tidak ada guru pembimbing, kurang adanya perhatian dan motivasi, lingkungan kurang mendukung, terpengaruh oleh teman, banyak lafadz-lafadz yang mirip dan sulit untuk dihafalkan</p> Sutrisno Sutrisno ##submission.copyrightStatement## 2019-08-26 2019-08-26 2 1 41 53 Kepemimpinan Kolektivistik http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3709 <p>Kepemimpinan kolektivistik menunjuk pada suatu aliran kepemimpinan yang mengambil perspektif “kita” dalam kepemimpinan. Artikel ini mengkaji lima aliran kepemimpinan kolektif, yaitu kepemimpinan tim, kepemimpinan jaringan, kepemimpinan bersama, kepemimpinan rumit dan kepemimpinan kolektif. Hasil kajian menunjukkan masing-masing aliran memiliki kekuatan dan kelemahan, baik secara umum, dalam sain maupun dalam praktik, serta memiliki implikasi praktis. Artikel ini akan membantu pimpinan organisasi untuk mengenali konteks yang cocok dengan penerapan masing-masing pendekatan kepemimpinan kolektif.</p> Ali Audah ##submission.copyrightStatement## 2019-08-26 2019-08-26 2 1 12 40 Design an Interactive Material for Listening Sections for 11th Grades’ Students at Madrasah Aliyah http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3697 <p>Ignoring listening section during teaching-learning activity for Arabic language is a common in Madrasah Aliyah Negeri 3 Jombang. And the causes are nevertheless of missing the fit materials as same as the used book, and lack teachers’ capability to produce the fit listening materials. The aims of this research are to produce interactive materials for listening section that is fit for the used book; and describe the effectiveness of using these interactive materials to improve students’ skill in listening and also to make a good atmosphere in teaching-learning activity. This is a research and development study and it was done in two steps, and the first step is producing The second step is applying the interactive materials in teaching-learning activity. The researcher concluded that this interactive material is good and fit to use in a teaching-learning activity; this interactive material created a good condition and made the teaching-learning activity ran very well and also elicited students’ responses.</p> Hasan Abidin ##submission.copyrightStatement## 2019-08-26 2019-08-26 2 1 1 11 Analisis Kalam Insya’ Thalabi Dan Makna-Maknanya Dalam Syair Labid Bin Rabi’ah Al-‘Amiriy http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3712 <p>Puisi Arab merupakan kebanggaan orang Arab pada masa jahili. mereka berlomba-lomba untuk menciptakan puisi yang sebagai kebanggaan mereka. Labid bin Robi’ah adalah seorang penyair yang hidup pada dua masa yaitu masa Jahili dan Islam. karya-karyanya sangat banyak,diantaranya adalah <em>Diwan Labid bin Robi’ah&nbsp; </em>yaitu kumpulan puisi terbaik di masa Jahili. Penelitian ini bertujuan ntuk menganalisis bentuk dan makna <em>kalam insya’ thalabi</em>&nbsp; dalam syair Labid bin Robi’ah. Dalam penelitian ini digunakan metode diskriptif kualitatif (untuk memberikan gambaran dan penjelasan tentang penelitian ini) serta metode analisis (sebagai alat untuk mengkaji lebih dalam pada penelitian ini). Hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa kalam insya’ thalabi dalam syair Labid bin Robi’ah yaitu <em>amar </em>(perintah) terdiri 12 bait, <em>nahi </em>(larangan) terdiri 6 bait, <em>istifham </em>(pertanyaan) terdiri 24 bait, <em>tamanni </em>(harapan) 7 bait, <em>nida’ </em>(panggilan) 4 bait. Adapun dilihat dari egi bentuknya, syair Labid bin Robi’ah terdapat berbagai bentuk <em>kalam insya’ thalabi </em>yang meliputi <em>amar </em>(perintah), <em>nahi </em>(larangan), <em>istifham </em>(pertanyaan), <em>tamanni </em>(harapan), dan <em>nida’ </em>(panggilan). Adapun dari segi makna <em>kalam insya’ thalabi </em>&nbsp;mempunyai makna <em>haqiqi </em>&nbsp;yaitu makna asli sedangkan makna <em>idhafi </em>&nbsp;diantaranya adalah <em>ta’jiz </em>(melemahkan), <em>iltimas </em>(ungkapan pada orang yang sebaya), <em>tahdid </em>&nbsp;(ancaman), <em>irsyad </em>&nbsp;(petunjuk), dan <em>taqrir </em>(penegasan).</p> Dhoyfun Akbar ##submission.copyrightStatement## 2019-08-26 2019-08-26 2 1 54 78 Konsep Pendidikan Karakter Anak Usia Madrasah Ibtidaiyah Dalam Tafsir Fî Zhilâlil Qur`An Karya Sayyid Quthb http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3713 <p>Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis materi, tujuan, dan metode pendidikan karakter yang dapat ditanamkan kepada anak usia MI yang terdapat dalam tafsir <em>Fî Zhilâlil Qur`an </em>&nbsp;karya Sayyid Quthbdalam QS. Al-An’am ayat 151-153 dan QS. Luqman ayat 12-19 sesuai ajaran Islam.</p> <p>Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan sehingga menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Sumber penelitian ini adalah tafsir <em>Fî Zhilâlil Qur`an </em>karya Sayyid Quthbkhususnya QS. Al-An’am ayat 151-153 dan QS. Luqman ayat 12-19.</p> <p>Hasil penelitian materi karakter yang terdapat dalam QS. Al-An’am adalah <em>Religius(Tauhid, Cinta kepada Kedua Orang Tua), Peduli Sosial (Zakat, Memelihara Anak Yatim), </em>dan <em>Jujur (Jujur dalam Perniagaan, Jujur dan Adil kepada Kerabat)</em>. Sedangkan materi pendidikan karakter yang terdapat dalam QS. Luqman adalah <em>Religius (Tauhid, Syukur, Mendirikan Shalat, Cinta Kepada Orang Tua), Toleransi, Cinta Damai, </em>dan<em> Rasa Ingin Tahu</em>. Tujuan yang terdapat dalam QS. Al-An’am adalah <em>Agar Manusia Tidak MenyekutukanAllah</em>, <em>Agar Seorang Anak Mencintai Orang Tuanya</em>, <em>Agar Manusia Menjaga Hubungan dengan Sesama</em>, <em>Agar Manusia Bisa Membedakan antara yang Halal dan Haram</em>, dan <em>Agar Manusia Memelihara Anak Yatim</em>. Sedangkan tujuan yang terdapat dalam QS. Luqman adalah <em>Agar Manusia tidak Menyekutukan Allah</em>, <em>Agar Manusia Bersyukur</em>,&nbsp; <em>Agar Manusia Mendirikan Shalat</em>, dan <em>Agar Seorang Anak Berbakti kepada Kedua Orang Tuanya, Agar Manusia Mengamalkan Ilmunya, </em>dan<em>Agar Manusia tidak Sombong</em>. Metode yang terdapat dalam QS. Al-An’am adalah metode <em>Pendidikan Karakter dengan Keteladanan</em>, <em>Menjaga Ukhuwah Islamiyah, Reward and Punishment, Pengulangan, </em>dan<em> Bersikap Adil. </em>Sedangkan metode yang terdapat dalam QS. Luqman adalah <em>Metode Penanaman Karakter dengan Keteladanan</em>, <em>Pengulangan, dan Kasih Sayang/Lemah Lembut</em>.</p> Choirul Anam ##submission.copyrightStatement## 2019-08-26 2019-08-26 2 1 79 94 Pengamatan Lingkungan Internal Dan Eksternal Lembaga Pendidikan Islam http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tsaqofi/article/view/3714 <p>Lingkungan&nbsp; Lembaga&nbsp; Pendidikan&nbsp; Islam&nbsp; (LPI)&nbsp; adalah&nbsp; seluruh&nbsp; elemen yang&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; terdapat&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; di&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; luar&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; organisasi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; yang&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; mempunyai&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; potensi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; untuk mempengaruhi LPI. Lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari LPI, yang keberadaannya&nbsp; akan&nbsp; turut&nbsp; memiliki&nbsp; andil&nbsp; besar&nbsp; bagi&nbsp; keberlangsungan&nbsp; hidup LPI&nbsp;&nbsp; tersebut.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dengan&nbsp;&nbsp; demikian,&nbsp;&nbsp; sebuah&nbsp;&nbsp; LPI,&nbsp;&nbsp; sebagai&nbsp;&nbsp; sub&nbsp;&nbsp; bagian&nbsp;&nbsp; tak terpisahkan&nbsp; dari&nbsp; kehidupan&nbsp; sosial&nbsp; bermasyarakat,&nbsp; berbangsa&nbsp; dan&nbsp; bernegara, mutlak memiliki kesadaran akan lingkungannya.&nbsp; Mereka harus menyadari dan mampu&nbsp; menganalisis&nbsp; factor faktor&nbsp; di&nbsp; sekitarnya&nbsp; yang&nbsp; dapat&nbsp; ikut&nbsp; membantu atau sebaliknya menghambat keberlangsungan hidupnya.</p> <p>Jenis&nbsp;&nbsp; lingkungan&nbsp;&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; perlu&nbsp;&nbsp; dianalisis&nbsp;&nbsp; LPI&nbsp;&nbsp; ada&nbsp;&nbsp; dua:&nbsp;&nbsp; internal&nbsp;&nbsp; dan eksternal.Internal environtment dibentuk&nbsp;&nbsp; oleh&nbsp; seluruh&nbsp;&nbsp; kelompok&nbsp;&nbsp; internal sekolah,&nbsp; seperti&nbsp; tim&nbsp; manajemen&nbsp; puncak&nbsp; (kepala&nbsp; sekolah&nbsp; dan&nbsp; ketua&nbsp; yayasan), manajemen&nbsp;&nbsp; tingkat&nbsp;&nbsp; menengah&nbsp;&nbsp; (seperti&nbsp;&nbsp; kepala&nbsp;&nbsp; bidang,&nbsp;&nbsp; staf&nbsp;&nbsp; pengajar,&nbsp;&nbsp; staf administrasi seperti sekretaris, staf&nbsp; domestik&nbsp; seperti&nbsp; bagian&nbsp; pelayanan,&nbsp; dapur serta&nbsp; cleaning&nbsp; service),&nbsp; dan&nbsp; peserta&nbsp; didik.&nbsp; Lingkungan&nbsp; eksternal&nbsp; terdiri&nbsp; dari lingkungan&nbsp;&nbsp;&nbsp; mikro&nbsp;&nbsp;&nbsp; dan&nbsp;&nbsp;&nbsp; lingkungan&nbsp;&nbsp;&nbsp; makro.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Lingkungan&nbsp;&nbsp;&nbsp; mikro&nbsp;&nbsp;&nbsp; (micro environtment)&nbsp; akan&nbsp; terdiri&nbsp; dari&nbsp; individu individu&nbsp; atau&nbsp; organisasi organisasi yang memiliki dampak potensial langsung terhadap sekolah, yaitu: kompetitor, pelanggan,&nbsp; suplier,&nbsp; intermediaris&nbsp; dan&nbsp; publik&nbsp; lainnya.&nbsp; Sedangkan&nbsp; lingkungan makro&nbsp; ( macro environtment)&nbsp; terdiri&nbsp; atas&nbsp; sejumlah&nbsp; kekuatan&nbsp; yang&nbsp; memiliki dampak&nbsp; tidak&nbsp; hanya&nbsp; pada&nbsp; sekolah,&nbsp; tetapi&nbsp; juga&nbsp; seluruh&nbsp; factor faktor&nbsp; yang berada&nbsp; di&nbsp; dalam&nbsp; lingkungan&nbsp; mikro,&nbsp; meliputi:&nbsp; demografi,&nbsp; ekonomi,&nbsp; politik, hukum, sosio-kultural, ekologi dan teknologi.</p> M. Munir Muhammad Zamroji ##submission.copyrightStatement## 2019-08-26 2019-08-26 2 1 95 116