Pendidikan Islam dalam Konteks Politik Daerah

  • Ihya` Ulumuddin STAI Ihyaul Ulum Gresik
Keywords: Pendidikan, Islam, Konstalasi, Politik

Abstract

Pendidikan dan politik terasa sangat sulit untuk dipisahkan, dan tidak mungkin  memisahkan pengetahuan dengan meninggalkan kekuasaan, begitu juga sebaliknya tidak mungkin kekuasaan bisa berjalan tanpa pengetahuan. Kekuasaan bekerja dalam proses pembentukan pengetahuan yang merupakan bentuk kebudayaan.

Pendidikan mustahil akan berjalan dengan baik sesuai dengan konsep yang ideal dengan melepaskan kekuasaan secara total dengan tanpa campur tangan dari kekuasaan, apalagi kapasitas para pendidik sangat terbatas sehingga tidak mampu mengatur secara baik terhadap peserta didik  secara komprehensif dan efektif.

Pendidikan Agama dalam prosesnya tidak mungkin akan melepaskan diri dari persoalan sosial politik yang ada di sekitarnya, termasuk dalam penerapan pengembangan pendidikan agama Islam itu sendiri.

Maka peraturan Pemerintah tentang adanya muatan lokal adalah salah satu bentuknya. Sebagai langkah-langkah politik yang persuasif, peraturan tersebut semakin mudah diterima oleh masyarakat karena relevan dengan kondisi sosial-budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, pengokohan kekuasaan penguasa lokal atau pemerintah kabupaten dapat berjalan efektif pula. Namun, teori hegemoni dan kekuasaan yang diterapkan oleh Pemerintah, dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan agama, ternyata ada sebagian masyarakat yang menolaknya. Hal ini membuktikan bahwa, tidak semua simpul kekuatan di masyarakat yang agamis dapat dihegemoni oleh penguasa, artinya sosio-kultur masyarakat yang bercorak agamis dan relegius tidak sepenuhnya merespon positif atas kebijakan penguasa.

References

Abdurrahman Mas’ud, Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik: Humanisme Religius Sebagai Paradigma Pendidikan Islam, Yogyakarta: Gama Media, 2002.
Al Bahiy, Muhammad, Pemikiran Islam Modern, terj. Su’adi Sa’ad, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1986.
Ali Idrus, Manajemen Pendidikan Global: Visi, Aksi, dan Adaptasi, Jakarta: Gaung Persada Press, 2009.
Baharuddin & Moh. Makin, Manajemen Pendidikan Islam: Transformasi Menuju Sekolah/Madrasah Unggul, Malang: UIN-Pers, 2010
Bahtiar, Yoyon Irianto, Kebijakan Pembaruan Pendidikan: Konsep, Teori, dan Model, Jakarta: Rajawali Press, 2011.
Dhofier, Zamakhsyari, Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai, Jakarta: LP3ES, 1994.
Duverger, Maurice, Sosiologi Politik, Peterj.: Daniel Dhakidae, Jakarta: Rajawali Press, 2010.
E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.
Hasbullah, Otonomi Pendidikan: Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya terhadap Penyelenggaraan Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers, 2010.
M. Sirozi, Politik Pendidikan: Dinamika Hubungan antara Kepentingan Kekuasaan dan Praktik Penyelenggaraan Pendidikan, Jakarta: Rajawali Press, 2007.
M. Sirozi, Politik Pendidikan: Dinamika Hubungan antara Kepentingan Kekuasaan dan Praktik Penyelenggaraan Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers, 2007.
Mas’ud, Abdurrahman, Intelektual Pesantren: Perhelatan Agama dan Tradisi, Yogyakarta: LKiS, 2004.
Moh. Yamin, Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan: Paduan Menciptakan Manajemen Mutu Pendidikan Berbasis Kurikulum yang Progresif dan Inspiratif, Yogyakarta: Diva Press, 2009.
Muchsin, Bashori & Abdul Wahid, Pendidikan Islam Kontemporer, Bandung: Refika Aditama, 2009.
Muhaimin, Pemikiran dan Aktualisasi Pengembangan Pendidikan Islam, Jakarta: Rajawali Press, 2011.
Mukhamad Ilyasin & Nanik Nurhayati, Manajemen Pendidikan Islam: Konstruksi Teoritis dan Praktis, Yogyakarta: Aditya Media Publishing, 2012.
Mulyana, Rohmat, Mengartikulasikan Pendidikan Nilai, Bandung: Alfabeta, 2004.
Mulyasana, Dedy, Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.
Nasir, Ridlwan, Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal: Pondok Pesantren Di Tengah Arus Perubahan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.
Nurkolis, Manajemen Berbasis Sekolah: Teori, Model, dan Aplikasi, Jakarta: Grasindo, 2006.
Peter Beilharz, Teori-Teori Sosial: Observasi Kritis terhadap Para Filosof Terkemuka, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.
Piliang, Yasraf Amir, Posrealitas: Realitas Kebudayaan dalam Era Posmetafisika, Yogyakarta: Jalasutra, 2004.
Rifa’i, Muhammad, Politik Pendidikan Nasional, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.
Riyadi, Ahmad Ali, Politik Pendidikan: Menggugat Birokrasi Pendidikan Nasional, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2006.
Roger Simon, Gramsci’s Political Thought: An Introduction, London: Lawrence and Wishart, 1991.
Roger Simons, Gagasan-gagasan Politik Gramsci, terj. Kamdani dan Imam Baehaqi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.
Roqib, Moh. Ilmu Pendidikan Islam: Pengembangan Pendidikan Integratif di Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat, Yogyakarta: LKiS, 2009.
Stevens, Edward dan George H. Wood, Justice, Ideology, and Education: An Introduction to the Social Foundations of Education, New York: Random House, 1987.
Sudarwan Danim, Otonomi Manajemen Sekolah, Bandung: Alfabeta, 2010.
Sukarno, Budaya Politik Pesantren Perspektif Interaksionisme Simbolik, Yogyakarta: Interpena, 2012.
Syaukani, dkk., Otonomi Daerah Dalam Negara Kesatuan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.
Van Santen, Rutger, dkk., 2030: Teknologi yang Akan Mengubah Dunia, Peterj.: Rahmani Astuti, Solo: Metagraf, 2012.
Published
2020-10-28
How to Cite
Ulumuddin, I. (2020). Pendidikan Islam dalam Konteks Politik Daerah. TASYRI’: JURNAL TARBIYAH-SYARI’AH ISLAMIYAH, 27(2), 33-50. Retrieved from https://ejournal.kopertais4.or.id/pantura/index.php/tasyri/article/view/3553
Section
Articles