VIRUS CORONA PERSPEKTIF PENDIDIKAN DAN AGAMA

VIRUS CORONA PERSPEKTIF PENDIDIKAN DAN AGAMA

  • Azharul lail

Abstract

Abstrak: Dunia lagi dihebohkan oleh virus mematikan yang disebut dengan virus corona (covid 19). Virus corona ini merupakan jenis virus supranatural alias tidak bisa dilihat oleh kasat mata, hanya bisa dideteksi dan dirasakan gejala-gejalanya saja. Jika dilihat dari pendekatan medis, penularan virus corona ini lewat pernapasan ketika batuk dan bersin sehingga dianjurkan menggunakan masker, social distancing, dan physical distancing. Untuk mencegah penularan virus berbahaya ini diminta untuk tidak berkeluyuran di luar rumah, berkumpul dan kontak sosial (lockdown dan stay at home), karena dipastikan virus ini akan mudah menyebar. Berdasarkan hal tersebut, kemudian di keluarkan kebijakan dan fatwa, baik itu pemerintah dan Majlis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak mengadakan perkumpulan baik itu bersifat agama, pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Berangkat dari permasalahan kontekstual inilah kemudian menarik untuk dianalisis praktis menggunakan pendekatan pendidikan dan agama. Tujuan dari tulisan ini adalah mengetahui dampak positif dari penularan virus corona ini dari dimensi etika-prilaku dan spiritual-religius. Sehingga mampu untuk memtik tarbiyah (pendidikan) di dalamnya dan mampu diinternalisasikan-praktis dalam pengaplikasian beragama. Ada pun dalam perspektif agama dalam tulisan ini mengajak kita semua untuk merenungi relevansinya dengan anjuran medis terkait hal-hal yang bisa dilakukan dalam mengantisipasi penularan virus corona ini seperti harus tetap bersih, yaitu rajin mencuci tangan dan seluruh badan dipastikan harus bersih. Dalam agama Islam jauh sebelum adanya virus ini, telah lebih dulu menganjurkan penganutnya untuk terus menjaga kebersihan baik kebersihan anggota tubuh, pakaian, lingkungan dan metafisik yaitu kebersihan ruhani (hati).    

References

Daftar Pustaka
Abdur Rahman An Nahlawi, Pendidikan Islam di Rumah Sekolah dan Masyarakat. Penerjemah: Shihabuddin, Jakarta: Gema Insani Press, 1995.
Agus Suwignyo, Pendidikan Tinggi & Goncangan Perubahan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
Barnawi & Mohammad Arifin, Etika dan Profesi Kependidikan, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.
Fazlur Rahman, Islam, terj. Ahsin, Bandung: Penerbit Pustaka, 1984.
Hamdani, Dasar-Dasar Kependidikan, Bandung. CV. Pustaka Setia, 2011.
https://news.detik.com/berita/d-4973823/kasus-terkait-corona-di-ntb-33-positif-3-sembuh-2-meninggal-dunia.
https://tirto.id/cara-virus-corona-covid-19-menyebar-menurut-who-eBPk.
Lorin W. Anderson & David R. Krathwohl, Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen: Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom. Penerjemah: Agung Prihanto, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Mujiono Dimiyati, Belajar dan Pembelajaran, Bandung: Usaha Nasional, 1986.
Nazili Shaleh Ahmad, al-Tabiyyah wa al-Mujtama’. Terj. Syamsuddin Asyrofi, Pendidikan dan Masyarakat, (Yogyakarta: Sabda Media.
Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam: Konsep, Strategi, dan Aplikasi, Yogyakarta: Teras, 2009.
Ulyan Nasri, Akar Historis Pendidikan Perempuan: Refleksi Pemikiran TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Yogyakarta: Deepublish, 2015.
_____, Bersahabat dengan Ilmu: Sebuah Pengantar Filsafat Ilmu, Mataram: CV. Haramain Lombok, 2018..
_____, Menjemput Ilmu: Sebuah Pengantar Filsafat Ilmu, Yogyakarta: Semesta Ilmu, 2016.
_____, Nasri, Pemikiran Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Tentang Pendidikan Islam Perempuan dan Implementasinya di Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah di Lombok, Tesis, Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014.
Published
2020-07-07