UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA

  • Nasrullah Nasrullah
Keywords: Kata Kunci, Upaya, Guru Pendidikan Agama Islam, Karakter Siswa, Intrakurikuler, Ekstrakurikuler

Abstract

 Abstrak: Degradasi moral anak bangsa yang semakin menyimpang di berbagai norma kehidupan, baik dari segi agama maupun sosial yang terwujud dalam bentuk perilaku yang anti sosial, dan perbuatan amoral lainnya dikalangan siswa. Untuk itu, pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk mendidik siswa agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkunganya. Upaya lembaga pendidikan, guru secara umum dan guru pendidikan agama Islamakan berpengaruh positif terhadap pembentuk karakter siswa, sehingga mereka menjadi manusia yang memiliki karakter yang baik dan berkualitas. Upaya berbentuk dapat berbentuk: Pertama, penerapan nilai-nilai karakter pada siswa telah dilakukan oleh pihak sekolah melalui program kegiatan yang direncanakan, baik bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, yaitu: (1) melalui kegiatan belajar mengajar dengan memadukan nilai-nilai pendidikan karakter pada setiap mata pelajaran yang diampu oleh para guru; dan (2) melaksanakan program kegiatan, seperti shalat berjamaah, yasinan (al-Qur’an) bersama, lomba ceramah agama (Islam), kepramukaan, dan mengadakan lomba tilawah al-Quran. Kedua, upaya guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter peserta didiknya, melalui: (1) kegiatan belajar mengajar di kelas dengan mengkolaborasikannya nilai-nilai pendidikan karakter pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kepada peserta didiknya; (2) kegiatan ekstrakurikuler yang direncanakan seperti: membiasakan peserta didik untuk shalat berjamaah, mengadakan yasinan (al-Qur’an) bersama, mengadakan lomba ceramah agama (Islam), mengadakan kepramukaan, dan mengadakan lomba tilawah al-Quran; dan (3) GPAI membentuk karakter peserta didik menjadi model sebagai teladan untuk mereka dalam hubungan sosial dan interaksinya.Abstrak:  *Penulis adalah Dosen Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Syariah al-Ittihad Bima Email: nasrhul19@gmail.com Degradasi moral anak bangsa yang semakin menyimpang di pelbagai norma kehidupan, baik dari segi agama maupun sosial yang terwujud dalam bentuk perilaku yang anti sosial, dan perbuatan amoral lainnya dikalangan siswa. Untuk itu, pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk mendidik siswa agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkunganya. Upaya lembaga pendidikan, guru secara umum dan guru pendidikan agama Islamakan berpengaruh positif terhadap pembentuk karakter siswa, sehingga mereka menjadi manusia yang memiliki karakter yang baik dan berkualitas. Upaya berbentuk dapat berbentuk: Pertama, penerapan nilai-nilai karakter pada siswa telah dilakukan oleh pihak sekolah melalui program kegiatan yang direncanakan, baik bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, yaitu: (1) melalui kegiatan belajar mengajar dengan memadukan nilai-nilai pendidikan karakter pada setiap mata pelajaran yang diampu oleh para guru; dan (2) melaksanakan program kegiatan, seperti shalat berjamaah, yasinan (al-Qur’an) bersama, lomba ceramah agama (Islam), kepramukaan, dan mengadakan lomba tilawah al-Quran. Kedua, upaya guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter peserta didiknya, melalui: (1) kegiatan belajar mengajar di kelas dengan mengkolaborasikannya nilai-nilai pendidikan karakter pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kepada peserta didiknya; (2) kegiatan ekstrakurikuler yang direncanakan seperti: membiasakan peserta didik untuk shalat berjamaah, mengadakan yasinan (al-Qur’an) bersama, mengadakan lomba ceramah agama (Islam), mengadakan kepramukaan, dan mengadakan lomba tilawah al-Quran; dan (3) GPAI membentuk karakter peserta didik menjadi model sebagai teladan untuk mereka dalam hubungan sosial dan interaktifnya.

References

Daftar Pustaka
Aat Syafaat, Peranan Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Kenakalan Remaja (Juvenile Delinquency), Jakarta: Rajawali Press, 2008.
Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi Kurikulum 2014, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.
Ahmad Tafsir, Pendidikan Karakter Perspektif Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.
Ahmad Taufiq dan Muhammad Rohmadi, Pendidikan Agama Islam, Surakarta: Yuma Pressindo, 2011.
Anas Salahuddin dan Irwanto Alkrienciehie, Pendidikan Karakter: Pendidikan Berbasis Agama dan Budaya Bangsa, Bandung: Pustaka Setia, 2013.
Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.
Fatchul Mu’in, Pendidikan Karakter Konstruksi Teoritik dan Praktik, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.
Heri Gunawan, Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi, Bandung: Alfabeta, 2012.
Jamal Mu’mur Asmani, Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah, Yogyakarta: Diva Press, 2012.
Kemendiknas, Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter, Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2011.
Kemendiknas, Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter, Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Nasional, 2011.
Moh Roqib, Ilmu Pendidikan Islam; Pengembangan Pendidikan Integratif di Sekolah, Keluarga dan Masyarakat, Yogyakarta: LkiS, Printing Cemerlang, 2009.
Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam, Bandung, Remaja Rosdakarya, 2012.
Muhaimin, Pemikiran dan Aktualisasi Pengembangan Pendidikan Islam, Jakarta: Raja Grafindo, 2012.
Robert K. Yin, Studi Kasus Desain dan Metode, terj. M. Djauzi Mudzakir, Jakarta: Rajawali Pers: 2011.
Sofyan Amir, dkk, Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran: Strategi Analisis dan Pengembangan Karakter Siswa dalam Proses Pembelajaran, Jakarta: Prestasi Pustakarya, 2011.
Sri Banun Muslim, Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kualitas Profesionalisme Guru, Bandung: Alfabeta, 2010.
Sri Minarti, Ilmu Pendidikan Islam: Fakta-fakta Teoritis-Filosofis dan Aplikasi-Normatif, Jakarta: Amzah, 2013.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, Bandung: Alfabeta, 2008.
Sutrisno, Pendidikan Islam yang Menghidupkan (Studi Kritis terhadap Pemikiran Pendidikan Fazlur Rahman), Yogyakarta: Kota Kembang, 2008.
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak dalam Interaksi Edukatif, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
Tatang M. Amrin, dkk, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: UNY Press, 2011.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2011.
Tobroni, Pendidikan Islam: Paradigma Teologis, Filosofis dan Spiritualitas, Malang: UMM Press, 2008.
Tobroni, The Spiritual Leadership; Meraih Kekokohan Spiritualitas Menggapai Keberhasilan Kepemimpinan, Malang: UMM Press, 2010.
Zainal Aqib dan Ruzak, Panduan dan Aplikasi Pendidikan Karakter, Bandung: Yrama Widya, 2011.
Zubaedi, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Aksara, 2011.
Zuhairini, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Aksara, 1994.
http://tempo.co.id/
http://youtube.com/
Published
2015-06-07