MODEL-MODEL INTEGRASI PENDIDIKAN TINGGI DENGAN PESANTREN

  • ahmad adip muhdi

Abstract

Sistem Pendidikan Tinggi yang dalam hal ini dikelola oleh Perguruan Tinggi merupakan representasi dari sistem pendidikan modern di Indonesia yang memiliki visi utama untuk mengintrodusir Sain, Teknologi, dan Seni kepada para mahasiswanya. Sedangkan sistem Pendidikan Pesantren yang dalam hal ini dikelola oleh Pondok Pesantren merupakan representasi dari sistem pendidikan tradisional yang memiliki visi utama untuk mengintrodusir nilai-nilai ajaran Islam dan moralitas. Kedua institusi pendidikan tersebut selama berpuluh-puluh tahun berjalan secara berseberangan dan belum pernah menemukan titik temu. Baru dua dekade terakhir ini keduanya mencoba untuk bertemu dengan mencoba memadukan diri secara sinergik setelah menyadari betapa keduanya sesungguhnya sama-sama memiliki kelemahan dalam sistem pendidikannya. Pendidikan tinggi kurang pada aspek religi dan moral sedangkan pendidikan pesantren kurang pada aspek sain dan teknologi. Guna saling memperbaiki kelemahan masing-masing, akhirnya keduanya mengikhtiari ditemukannya suatu formulasi integrasi antara pendidikan tinggi dan pendidikan pesantren. Walhasil, bermunculanlah model-model perpaduan antara keduanya yang secara garis besar dapat diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) model yaitu:  pertama, model integrasi pendidikan tinggi ke dalam sistem pendidikan pesantren dengan pendirian perguruan tinggi oleh pesantren, kedua, model integrasi pesantren ke dalam sistem pendidikan tinggi dengan bermunculannya pendirian ma’had oleh perguruan tinggi, dan ketiga, model pesantren mahasiswa yaitu pesantren khusus menampung mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang berbeda-beda.   Kata Kunci: Model Integrasi, Perguruan Tinggi, dan Pesantren
Published
2018-03-09
Section
Articles