EVALUASI PROGRAM PELAKSANAAN OTONOMI PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI I PROBOLINGGO

  • khoiriyah ahmad

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan proses pengambilan keputusan, pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, proses belajar mengajar, proses evaluasi, hubungan kerjasama dan partisipasi, sikap kemandirian, keterbukaan, keberlanjutan program, dan prestasi akademik maupun non akademik siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Probolinggo Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluasi program model CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan dianalisis berdasarkan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman (1994) yang meliputi, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasilnya kemudian dikaitkan dengan dengan kriteria yang ditetapkan dengan langkah-langkah editing, koding, dan tabulasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Proses pengambilan keputusan belum dapat berjalan dengan baik, karena tidak sesuai dengan rambu-rambu yang telah disepakati. (2) Proses pengelolaan kelembagaan belum dapat berjalan dengan baik, karena sering terjadi tumpang tindih dalam tugas dan tanggungjawab. (3) Proses pengelolaan program belum baik, karena tidak bisa melibatkan seluruh warga madrasah khususnya para guru dan pegawai. (4) Proses pembelajaran masih sulit dilaksanakan dengan baik karena kurangnya ruangan. (5) Proses evaluasi telah berjalan baik, karena madrasah telah mengembangkan pola evaluasi prestasi akademik dan non akademik sesuai dengan kurikulum. (6) Proses kerjasama dan partisipasi sudah baik, karena telah terbentuk jaringan kerjasama dengan pihak-pihak terkait lebih-lebih dengan masyarakat. (7) Proses akuntabilitas belum baik, karena belum dapat memberikan kepuasan terhadap warga madrasah. (8) Proses kemandirian madrasah sudah bagus, hal ini nampak pada aktivitas madrasah mengenai penggalian sumber-sumber dana, pemanfaatan sumber daya madrasah, dan pengadaan unit produksi. (9) Proses keterbukaan madrasah masih kurang, karena pemanfaatan wadah informasi yang disediakan untuk menampung aspirasi warga madrasah dan masyarakat belum optimal. (10) Proses keberlanjutan program sudah baik, dimana kepala madrasah beserta warga madrasah lainnya selalu melakukan inovasi-inovasi baru untuk membenahi program yang sudah ada sebelumnya. (11) Nilai ujian dan nilai raport siswa sudah mengalami peningkatan yang signifikan, namun karya ilmiah siswa masih minim.
Diterbitkan
2019-04-20
Bagian
Articles