https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/issue/feedAl Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan2026-05-10T00:51:34+00:00Ainul Yaqin,jurnalaliman@gmail.comOpen Journal Systems<p>Budaya atau kebudayaan memiliki tiga wujud; yaitu wujud ideal, kelakuan dan wujud benda, wujud ketiga tersebut disebut peradaban atau wujud materialperadaban manusia. peradaban adalah wujud kebudayaan yang sudah berkembang dan maju. pendapat lain menyebutkan bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang bersifat ideal yang dapat bercita-cita, rencana atau bahkan keinginan. sedangkan peradaban adalah apa yang dapat dilakukan dari apa yang telah dicita-citakan. <em><strong>(</strong></em><em><strong>STID Raudlatul Iman Sumenep Madura</strong></em><em><strong>)</strong></em></p>https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8636Internalisasi Moderasi Beragama melalui Pembelajaran Lapangan: Studi Pengalaman Mahasiswa pada Pameran Matakin di Medan2026-04-28T01:17:54+00:00Muhammad hazil Ali Kaharmuhamadalikahar1506@gmail.comHusna Sarihusnasari@uinsu.ac.idIlham Ramadhan Daulayidaulay449@gmail.comMuhammad Fadly Chaniagochanfad479@gmail.comGus Salza Nazwaslzanazwa09@gmail.comWiana Delvianiwianadelviani@gmail.comSiti Rahmasitirhama90@gmail.com<p><em>This study aims to analyze the internalization of religious moderation values through field-based learning at an exhibition organized by the Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATakin) in Medan. The research employs a qualitative descriptive-reflective approach within a constructivist paradigm. The subjects consisted of six student interns who participated in the visit and interfaith dialogue with the Chairperson of MATakin Medan. Data were collected through participant observation, students’ reflective notes, documentation, and analysis of open dialogue sessions. The findings reveal that field-based learning effectively fosters both cognitive and affective transformation among students. Direct experience and dialogical interaction contributed to the reduction of stereotypes, enhancement of empathy, and strengthening of national commitment. The values of humanity and social harmony in Confucian teachings served as reflective bridges that deepened students’ understanding of religious moderation. These results indicate that the internalization of moderation values cannot rely solely on normative classroom instruction but requires contextual and dialogical engagement. Therefore, interfaith field learning may serve as a pedagogical model in higher education to reinforce social resilience and cultivate moderate character within plural societies.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai moderasi beragama melalui pembelajaran lapangan pada pameran yang diselenggarakan oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATakin) Kota Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-reflektif dengan paradigma konstruktivis. Subjek penelitian terdiri atas enam mahasiswa peserta magang yang mengikuti kunjungan dan dialog lintas iman bersama Ketua MATakin Medan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, catatan reflektif mahasiswa, dokumentasi kegiatan, serta analisis dialog terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran lapangan efektif dalam membangun transformasi kognitif dan afektif mahasiswa. Pengalaman konkret dan dialog langsung berkontribusi pada reduksi stereotip, peningkatan empati, serta penguatan komitmen kebangsaan. Nilai kemanusiaan dan harmoni dalam ajaran Konghucu menjadi medium reflektif yang memperkaya pemahaman mahasiswa tentang moderasi beragama. Temuan ini menegaskan bahwa internalisasi nilai tidak cukup melalui pendekatan normatif di kelas, melainkan memerlukan pengalaman dialogis yang kontekstual. Dengan demikian, pembelajaran lapangan berbasis dialog lintas iman dapat direkomendasikan sebagai model pedagogis dalam pendidikan tinggi untuk memperkuat ketahanan sosial dan membangun karakter moderat di tengah masyarakat plural.</p>2026-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8640Kurikulum Pendidikan Agama Islam di era Digital Integrasi Teknologi Sebagai Solusi Pembelajaran2026-04-30T02:28:28+00:00Zona Julitazonajulita4@gmail.comRifai’izonajulita4@gmail.com<p><em>This study examines the application of technology in the Islamic Religious Education (PAI) curriculum in the digital age as a way to learn. The main problem discussed is the lagging behind the traditional PAI curriculum in facing the challenges of the digital era and the minimal use of technology to improve the quality of religious teaching. The method used in this research is qualitative with a case study approach in three selected madrasas, through in-depth interviews with teachers and observations of the teaching and learning process. The findings from this research show that the use of technology such as digital Al-Qur'an applications, online learning platforms and interactive media has succeeded in increasing student participation by up to 35% and understanding of religious concepts by up to 28%. Other important findings highlight the importance of developing digital literacy for PAI teachers and the need for appropriate guidelines for the application of technology in accordance with Islamic values. This research concludes that the application of technology in the PAI curriculum can be an effective solution to increase the relevance of religious education in the digital era, noting the need for ongoing support for educators and monitoring of digital content. The results of this research encourage accelerated digitalization in the PAI curriculum while maintaining a balance between technological advances and Islamic values.</em></p> <p>Studi ini meneliti penerapan teknologi dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di zaman digital sebagai cara untuk belajar. Masalah utama yang dibahas adalah ketertinggalan kurikulum PAI tradisional dalam menghadapi tantangan era digital dan minimnya penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas pengajaran agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di tiga madrasah yang dipilih, melalui wawancara mendalam dengan para guru serta pengamatan pada proses belajar mengajar. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi seperti aplikasi Al-Qur'an digital, platform pembelajaran daring, dan media interaktif berhasil meningkatkan partisipasi siswa hingga 35% dan pemahaman tentang konsep keagamaan mencapai 28%. Temuan penting lainnya menyoroti pentingnya pengembangan literasi digital bagi guru PAI dan perlunya pedoman yang tepat untuk penerapan teknologi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknologi dalam kurikulum PAI dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan relevansi pendidikan agama di era digital, dengan catatan perlunya dukungan berkelanjutan untuk para pendidik dan pengawasan konten digital. Hasil dari penelitian ini mendorong percepatan digitalisasi dalam kurikulum PAI sambil tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai Islam.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8651Peran Al-Quran dan Hadist dalam Nilai-Nilai Karakter Pendidikan Islam2026-05-04T04:33:09+00:00nadirahnadirah0301221020@uinsu.ac.idMuthya Khairunnisa Kotomuthya0301223125@uinsu.ac.idWidya Gustrianawidyagustriana0301221041@uinsu.ac.idArlinaArlina@uinsu.co.id<p><em>Character education is a crucial first step in shaping a generation with noble morals and the ability to compete in facing the challenges of the modern world. Educating future generations to be virtuous and have a noble mindset is key to addressing the increasingly complex issues of today's globalized and digital era. Therefore, educational strategies that emphasize moral and spiritual values while also encouraging intellectual growth are essential.</em></p> <p><em>In the context of Islamic education, the Qur'an and Hadith provide a strong foundation for the importance of developing moral character in children. Values such as integrity, justice, tolerance, accountability, compassion, and interdependence are emphasized as integral to holistic character formation. The findings of this study indicate that revelation-based character education is highly relevant and offers solutions to the moral problems currently affecting the education system.</em></p> <p>Pendidikan karakter merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membentuk generasi yang bermoral luhur dan memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan dunia modern. Mendidik generasi penerus yang berakhlak mulia dan berpikiran luhur menjadi kunci dalam merespons berbagai permasalahan yang semakin kompleks di era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Oleh karena itu, strategi pendidikan yang menekankan nilai-nilai moral dan spiritual, sekaligus mendorong pertumbuhan intelektual, menjadi sangat krusial.</p> <p>Dalam konteks pendidikan Islam, Al-Qur'an dan Hadits memberikan landasan yang kuat akan pentingnya pengembangan karakter moral pada anak-anak. Nilai-nilai seperti integritas, keadilan, toleransi, akuntabilitas, kasih sayang, dan ketergantungan ditekankan sebagai bagian dari pembentukan karakter yang utuh. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis wahyu sangat relevan dan mampu menawarkan solusi terhadap permasalahan moral yang mengganggu sistem pendidikan masa kini.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8654The Influence of Fear of Missing Out (FOMO), Lifestyle and Sharia Financial Literacy on Impulse Buying Sharia Fashion2026-05-05T01:17:06+00:00Jelena Ika Setiyawati212200362@almaata.ac.id Febrian Wahyu Wibowofebrianwahyu@almaata.ac.idBaiq Ismiatibaiqismiati@almaata.ac.idRusny Istiqomah Sujonorusnyistiqomah@almaata.ac.id<p><em>The needs of today's society are very diverse, especially in the sharia fashion industry. In addition to basic needs, the rapidly growing modern phenomenon is driven by psychological and social factors. The development of the sharia fashion industry has given rise to various model trends in society. This raises concerns in consumer behavior, namely impulse buying. This study aims to analyze the effect of Fear of Missing Out (FOMO), lifestyle, and sharia financial literacy on impulse buying sharia fashion. Through a quantitative approach, data were obtained from 130 respondents with the criteria of having an interest in sharia fashion using a purposive sampling technique. The analysis method used is multiple linear regression. The results of the study concluded that Fear of Missing Out (FOMO), lifestyle, and sharia financial literacy on impulse buying sharia fashion simultaneously have a significant effect on purchasing decisions. Partially, Fear of Missing Out (FOMO) and lifestyle have a positive and significant effect, while sharia financial literacy shows a significant negative effect. These findings provide implications for consumers to improve sharia financial literacy in order to control impulse buying behavior caused by FOMO and lifestyle.</em></p> <p>Kebutuhan masyarakat saat ini sangatlah beragam, khususnya dalam industri <em>sharia fashion</em>. Selain kebutuhan dasar, fenomena modern yang berkembang pesat yang didorong oleh faktor psikologis dan sosial. Berkembangnya industri <em>sharia fashion</em> ini memunculkan berbagai tren model di masyarakat. Hal ini memberikan kekhawatiran dalam perilaku konsumen, yaitu <em>impulse buying</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>Fear of Missing Out</em> (FOMO), <em>lifestyle</em>, dan <em>sharia financial literacy</em> terhadap <em>impulse buying sharia fashion</em>. Melalui pendekatan kuantitatif, data diperoleh dari 130 responden dengan kriteria memiliki ketertarikan terhadap sharia fashion dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa <em>Fear of Missing Out</em> (FOMO), <em>lifestyle</em>, dan <em>sharia financial literacy</em> <em>terhadap impulse buying sharia fashion</em> secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara parsial, <em>Fear of Missing Out</em> (FOMO) dan <em>lifestyle</em> memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan <em>sharia financial literacy</em> menunjukan pengaruh negatif signifikan. Temuan ini memberikan implikasi bagi konsumen untuk meningkatkan literasi keuangan syariah guna mengontrol perilaku <em>impulse buying</em> yang disebabkan oleh FOMO dan <em>lifetsyle</em>.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8657 Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Revitalisasi Kurikulum: Kajian Literatur dengan Analisis Isi2026-05-05T02:11:29+00:00Mefi Aneresanti mefimefianeresanti01@email.comRifa’irifai@gmail.com<p><em> This study aims to explore and revitalize core Islamic values reflected in the PAI curriculum by employing a qualitative descriptive approach, library research, grounded theory strategy, and content analysis. The findings indicate that values such as honesty, responsibility, tolerance, and spirituality are not explicitly or comprehensively embedded in curriculum documents and instructional materials. Therefore, a curriculum redesign that systematically emphasizes moral and value education is urgently needed. This study also proposes strategies for revitalizing the curriculum through the integration of Islamic values into learning objectives, instructional approaches, and the teacher’s role as a moral exemplar. These results reaffirm previous findings that the internalization of Islamic values must be deliberately designed rather than left solely to individual teacher interpretation.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merevitalisasi nilai-nilai inti dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tertuang dalam kurikulum, dengan menggunakan pendekatan <em>kualitatif deskriptif</em>, studi pustaka, <em>strategi Grounded Theory</em>, serta teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan spiritualitas belum terimplementasi secara eksplisit dan mendalam dalam struktur kurikulum, terutama dalam dokumen kebijakan dan bahan ajar. Oleh karena itu, dibutuhkan pembaruan konsep kurikulum yang lebih menekankan pada pendidikan nilai dan karakter secara terstruktur. Penelitian ini juga menyusun strategi revitalisasi kurikulum melalui integrasi nilai-nilai ke dalam tujuan pembelajaran, pendekatan pengajaran, dan peran guru sebagai teladan nilai. Studi ini memperkuat temuan-temuan sebelumnya bahwa internalisasi nilai-nilai PAI harus didesain secara sistematis dan tidak hanya diserahkan kepada interpretasi praktis guru.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8662Studi Living Qur’an dalam Budidaya Tanaman Tin di Pondok Pesantren Al-Mubarak Sudiang2026-05-07T01:38:33+00:00Jabal NurJabalnur369@gmail.com2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8665Pengaruh Kompetensi dan koordinasi Terhadap Pengembangan Karir serta Dampaknya Pada Kinerja Pegawai Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir2026-05-07T04:35:58+00:00Reza Agustianabangreza3@gmail.comNasirnasir_rizky20@yahoo.comSari Sakarinasarisakarina@univ-tridinanti.ac.id<p><em>This study analyzes the influence of competence and coordination on career development and their impact on employee performance at the Regional Secretariat of Penukal Abab Lematang Ilir Regency. Using a quantitative approach and Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS), data were collected from 51 employees through a Likert-scale questionnaire. The results show that competence has a positive and significant effect on employee performance but does not significantly affect career development. Conversely, coordination has a very significant influence on both career development and employee performance. Additionally, career development is proven to significantly improve employee performance. These findings indicate that strengthening work coordination and career development are crucial aspects to support the improvement of employee performance in local government institutions. The implications of this study emphasize the need for human resource management strategies that prioritize enhancing competence, coordination, and career development to achieve professional governance and quality public services. This approach is essential to face organizational challenges in the digital era and to ensure improved work effectiveness and public service delivery.</em></p> <p>Penelitian ini menganalisis pengaruh kompetensi dan koordinasi terhadap pengembangan karir serta dampaknya pada kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS), data dikumpulkan dari 51 pegawai melalui kuesioner ber-skala Likert. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kompetensi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengembangan karir. Sebaliknya, koordinasi terbukti memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap pengembangan karir maupun kinerja pegawai. Selain itu, pengembangan karir juga terbukti mampu meningkatkan kinerja pegawai secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan koordinasi kerja dan pengembangan karir menjadi aspek yang sangat penting dalam menunjang peningkatan kinerja pegawai di lingkungan pemerintah daerah. Implikasi penelitian ini menggarisbawahi perlunya strategi pengelolaan sumber daya manusia yang menitikberatkan pada peningkatan ketiga aspek tersebut, yakni kompetensi, koordinasi, dan pengembangan karir, agar tercapai tata kelola pemerintahan yang profesional dan pelayanan publik yang berkualitas. Pendekatan ini penting untuk menghadapi tantangan perubahan organisasi di era digital dan memastikan peningkatan efektivitas kerja serta pelayanan kepada masyarakat.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8668Strategi Dakwah Islam dengan Lagu Qur-any di Era Society 5.02026-05-09T03:35:07+00:00Siti Hesniyatul Jamila milagesti@gmail.com<p>Allah's knowledge is very much, while the time given by Allah is very short, this is as the educational value of QS. 18: 10 and QS. 31: 27. In addition, in the song Qur-any contains Islamic teachings that are not directly expressed by the author in his interpretation, namely the teachings of Tauhid, the first Tauhid Uluhiyah, Tauhid Rububiyah and Tauhid Dzat and His names, as well as the teachings of Sufism which are also contained in it, namely Khauf, Raja ', Syukur, Mahabbah, Wara' and Zuhud. Therefore, the researcher wants to describe how the strategy of Islamic da'wah with the song Qur-any in the era of society 5.0 and what are the titles of the songs Qur-any by Abah KH. Drs. M. Qoyim Ya'qub.</p> <p>This research method uses a qualitative approach with library research. The data sources are scientific texts analyzed using content analysis.</p> <p>Research results: The Qur-any song can be used as a medium for Islamic da'wah either directly or through social media access, for example, such as a YouTube account, and can be taught in educational institutions in Indonesia, both taught in the classroom learning process and in extracurricular activities because the Qur-any song is under the auspices of the national education foundation, the IMTAQ Educators Association (IPdI) Surabaya, SK MENKUMHAM: AHU-06844.50.10.2014 Jln. Gayung Kebonsari XV / 1, Surabaya, and the IPdI organization belongs to all educational institutions. There are 6 volumes of Quran songs including Vol I with 10 songs, namely This Life, Beware of Temptation, The World as a Means, The Greatest Blessing, Ulama’, Forgive the Layman, Knowledge that is Beneficial, Drugs, Become a Robbi Person, Yoo Ngaji Al-Qur’an. Vol II has 9 songs, namely Love Faith, Give Syafa’at, Your Name is God, Praise is Only for God, Yaa Rohman, Allah is the Ruler, In You God, Guide Us, Alif Lam Mim. Vol III has 9 songs, namely No Doubt, The Quran is a Guide, We are Afraid of Threats, I Take Refuge, O My Heart, Abu Lahab Perishes, When Help Comes, O infidels, Many Blessings. Vol IV has 11 songs, namely Struggle, What Are We, The Routine, The Miraculous, Our Bodies Strive, We Cultivate Hearts, Interpretation of the Quran, God’s Law, Four Kinds of Punishment, The Heaviest Punishment, Prayer. Vol V has 13 songs, namely Zakat, Fasting, Hajj, Haram Food, Inheritance, Business Prohibition, Approaching Adultery, Marriage, Don't Kill Children, Women, Hijab, Choose a Leader, Morals. Vol VI has 6 songs, namely Prioritize Morals, Avoid Finding Fault in People, Become a Ustadz, Heaven, Names of Prophets, Names of Angels.</p> <p>Ilmu Allah sangatlah banyak, sedangkan waktu yang diberikan Allah sangatlah sebentar, hal ini sebagaimana nilai pendidikan QS. 18: 10 dan QS. 31: 27. Selain itu, dalam lagu Qur-any mengandung tentang ajaran Islam yang tidak diungkapkan langsung oleh pengarang dalam penafsirannya yaitu adanya ajaran Tauhid, yang pertama Tauhid Uluhiyah, Tauhid Rububiyah dan Tauhid Dzat dan nama-nama-Nya, serta ajaran Tasawuf yang juga terkandung di dalamnya yaitu Khauf, Raja’, Syukur, Mahabbah, Wara’ dan Zuhud. Oleh karena itu, peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana strategi dakwah Islam dengan lagu Qur-any di era society 5.0 dan apa saja judul lagu Qur-any karya Abah KH. Drs. M. Qoyim Ya’qub.</p> <p>Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis <em>library research</em>. Sumber datanya berupa teks-teks ilmiah yang dianalisis menggunakan <em>content analisys. </em></p> <p>Hasil penelitian : Lagu Qur-any bisa dijadikan media dakwah Islam baik secara langsung maupun melalui akses media sosial misalnya seperti akun youtube, serta bisa diajarkan di lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, baik diajarkan dalam proses pembelajaran di kelas maupun pada kegiatan ekstrakurikuler karena lagu Qur-any berada di bawah naungan yayasan pendidikan nasional Ikatan Pendidik IMTAQ (IPdI) Surabaya SK MENKUMHAM: AHU-06844.50.10.2014 Jln. Gayung Kebonsari XV/1, Surabaya, dan organisasi IPdI milik semua lembaga pendidikan. Lagu Qur-any ada <strong>6 Vol</strong> meliputi <strong>Vol I</strong> ada 10 lagu yaitu Hidup Ini, Waspada godaan, Dunia Tuk Sarana, Nikmat Paling Agung, Ulama’, Maafkan Orang Awam, Ilmu Yang Manfaat, Narkoba, Jadi Orangnya Robbi, Yoo Ngaji Al-Qur’an. <strong>Vol II </strong>ada 9 lagu yaitu Cintakan Keimanan, Beri Syafa’at, Nama-Mu Tuhan, Pujian Hanya Tuk Tuhan, Yaa Rohman, Allah Penguasa, Pada-Mu Tuhan, Bimbing Kami, Alif Lam Mim. <strong>Vol III</strong> ada 9 lagu yaitu Tiada ragu, Qur’an Petunjuk, Kita Takut Ancaman, Kuberlindung, Wahai Hatiku, Binasa Abu Lahab, Bila Datang Pertolongan, Hai kafir, Nikmat yang Banyak. <strong>Vol IV</strong> ada 11 lagu yaitu Berjuang, Apa Kita, Yang Rutin, Yang Ajaib, Jasad Kita Berusaha, Kita Membina Hati, Tafsir Qur’an, Hukum Tuhan, Empat Macam Hukuman, Hukuman Terberat, Sholat. <strong>Vol V</strong> ada 13 lagu yaitu Zakat, Puasa, Haji, Makanan Haram, Waris, Larangan Bisnis, Mendekati Zina, Menikah, Jangan Bunuh Anak, Wanita, Jilbab, Pilih Pemimpin, Akhlak. <strong>Vol VI</strong> ada 6 lagu yaitu Dulukan Akhlak, Hindari Cari Salah Orang, Jadi Ustadz, Surga, Nama-Nama Nabi, Nama-Nama Malaikat.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8671Implementasi Pendampingan Legalitas Usaha dan Sertifikasi Halal UMKM Desa Sukosari untuk Peningkatan Daya Saing Ekonomi Lokal2026-05-09T08:07:59+00:00Hittotun Nahdiyahhittotunnahdiyah25@pasca.alqolam.ac.idMuhammad Husnihusni@alqolam.ac.id<p>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in the national economy, yet many business owners in Sukosari Village face significant challenges regarding business legality and halal product assurance, which hinders their competitiveness. This community service activity aims to provide comprehensive education and technical assistance to MSME owners in obtaining Business Identification Numbers (NIB) and registering for halal certification through the self-declare scheme. The methods implemented included a persuasive approach via door-to-door socialization, operational assistance with the Online Single Submission (OSS) system, and field verification to ensure the halal status of raw materials. The results of the assistance showed a significant increase in digital literacy and administrative compliance, where out of the 10 identified business owners, all (100%) successfully issued their NIB as a fundamental legal requirement. Furthermore, two business owners successfully obtained official halal certificates from the Halal Product Assurance Organizing Body (BPJPH), while other participants are currently awaiting the final verification process from the relevant agencies. This program also succeeded in transforming the community's negative perception of licensing bureaucracy, proving that the legality process can be carried out easily, free of charge, and transparently. It is concluded that strategic collaboration between academics and the village government is capable of overcoming administrative barriers while simultaneously strengthening legal legitimacy and consumer trust in local economic products.</p> <p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran vital dalam perekonomian nasional, namun banyak pelaku usaha di Desa Sukosari menghadapi kendala dalam kepemilikan legalitas usaha dan jaminan kehalalan produk yang menghambat daya saing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi komprehensif serta pendampingan teknis kepada pelaku UMKM dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pendaftaran sertifikasi halal melalui skema <em>self-declare</em>. Metode yang diterapkan meliputi pendekatan persuasif melalui sosialisasi <em>door-to-door</em>, pendampingan operasional sistem <em>Online Single Submission</em> (OSS), serta verifikasi lapangan untuk memastikan kehalalan bahan baku. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital dan kepatuhan administrasi, di mana dari 10 pelaku usaha yang teridentifikasi, seluruhnya (100%) berhasil menerbitkan NIB sebagai legalitas dasar. Lebih lanjut, dua pelaku usaha telah sukses memperoleh sertifikat halal resmi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), sedangkan peserta lainnya sedang menunggu proses verifikasi akhir dari instansi terkait. Program ini juga berhasil mengubah persepsi negatif masyarakat mengenai birokrasi perizinan, membuktikan bahwa proses legalitas dapat dilakukan dengan mudah, gratis, dan transparan. Disimpulkan bahwa kolaborasi strategis antara akademisi dan pemerintah desa mampu mengatasi hambatan administratif sekaligus memperkuat legitimasi hukum dan kepercayaan konsumen terhadap produk ekonomi lokal.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8674Strategi Inovatif Revitalisasi Diba' di Desa Karangsuko Pagelaran Sebagai Penguatan Spiritualitas dan Solidaritas Fatayat2026-05-10T00:51:34+00:00Alfin Nuris Sa’adahALFINNURISSA’ADAH25@pasca.alqolam.ac.idMuhammad Husnihusni@alqolam.ac.id<p>This study analyzes innovative strategies for revitalizing the Diba’ tradition among Fatayat NU members in Karangsuko Village as a medium for enhancing spirituality and social solidarity. Using descriptive qualitative methods through observation, in-depth interviews with 15 members, and three months of documentation, the research finds that innovations such as interactive Diba’, artistic collaboration, vocal training, public speaking sessions, and digital content creation increase participation by up to 65%. Revitalized Diba’ activities strengthen religious practice, enhance understanding of Islamic teachings, and reinforce community cohesion. This study concludes that innovative revitalization of Diba’ effectively strengthens collective spirituality and the social solidarity of young NU women.</p> <p>Tradisi lokal keagamaan, seperti praktik Diba', membutuhkan upaya adaptif untuk tetap relevan di tengah arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses revitalisasi tradisi Diba' di Desa Karangsuko, Pagelaran, dan dampaknya sebagai media penguatan spiritualitas serta solidaritas masyarakat setempat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan partisipatif di Desa Karangsuko. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa revitalisasi yang efektif mencakup inovasi dalam metode penyampaian dan pelibatan generasi muda, yang berhasil meningkatkan kembali antusiasme partisipasi masyarakat. Kegiatan kolektif <em>Diba'</em> ini terbukti berfungsi optimal sebagai ruang komunal untuk memupuk nilai-nilai spiritual keagamaan dan sekaligus mempererat ikatan sosial atau solidaritas antar warga. Studi ini menyimpulkan bahwa tradisi <em>Diba'</em> yang terawat dan direvitalisasi secara kontekstual memiliki peran krusial dalam menjaga kohesi sosial dan memperkaya kehidupan spiritual komunitas lokal.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8637Evolusi Gerakan Sosial Keagamaan: Studi Kepustakaan Tentang Kontribusi Walubi dalam Pembangunan Masyarakat Inklusif2026-04-28T01:36:39+00:00Indra harahapindraharahap@uinsu.ac.idAlda Malik Fadillahaldamalikjr@gmail.comAnya Dwi Aprilliaanyadwiaprilianst03@gmail.comPutri Zahraptrzhr38@gmail.comMh Farhanmuhammadfarhan8073@gmail.comFika Fahrizafikafahriza10@gmail.com<p>This article examines the transformation of the Indonesian Buddhist Community Representative (Walubi) from a representative-bureaucratic entity into a socio-religious driving actor through the praxis of Engaged Buddhism. Utilizing a Systematic Literature Review (SLR) method that adapts the PRISMA protocol, this research synthesizes academic literature published from 2005 to 2026 to dissect Walubi's social maneuvers in the public sphere. The results indicate that Walubi's contribution to building an inclusive society in Indonesia manifests in three movement typologies: (1) cross-boundary health philanthropy that effectively deconstructs stereotypes of minority exclusivity; (2) disaster emergency response mobilization utilizing the liminality phase to weave communal solidarity; and (3) nonviolent structural diplomacy within the Religious Harmony Forum (FKUB). Sociologically, these maneuvers successfully mitigate primordial prejudice through intense cultural interactions. However, this study also finds that inclusion built upon philanthropic schemes leaves an asymmetrical class power relation, risking becoming a "pseudo-inclusion" if unaccompanied by equality advocacy in public policy. This article concludes that amidst the threat of identity politics polarization, Walubi's Engaged Buddhism movement is challenged to evolve from a mere crisis-mitigation instrument into a sustainable agent of multicultural citizenship literacy.</p> <p>Artikel ini mengkaji transformasi Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dari entitas representatif-birokratis menjadi aktor penggerak gerakan sosial keagamaan melalui praksis <em>Engaged Buddhism</em>. Dengan menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) yang mengadaptasi protokol PRISMA, penelitian ini mensintesis literatur akademik terbitan 2005-2026 untuk membedah manuver sosial Walubi di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Walubi dalam membangun masyarakat inklusif di Indonesia bermanifestasi dalam tiga tipologi gerakan: (1) filantropi kesehatan lintas batas yang secara efektif mendekonstruksi stereotip eksklusivitas minoritas; (2) mobilisasi tanggap darurat bencana yang memanfaatkan fase liminalitas untuk merajut solidaritas komunal; serta (3) diplomasi struktural nirkekerasan di dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Secara sosiologis, manuver ini berhasil meredam prasangka primordial melalui interaksi kultural yang intens. Namun, kajian ini juga menemukan bahwa inklusi yang dibangun melalui skema filantropi masih menyisakan ketimpangan relasi kuasa kelas, yang berisiko menjadi "inklusi semu" jika tidak dibarengi advokasi kesetaraan di ranah kebijakan publik. Artikel ini menyimpulkan bahwa di tengah ancaman polarisasi politik identitas, gerakan <em>Engaged Buddhism</em> Walubi dituntut untuk berevolusi dari sekadar instrumen peredam konflik krisis menjadi agen literasi kewarganegaraan multikultural yang berkelanjutan.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8647Analisis Kinerja Sumber Daya Manusia di SMP Negeri 1 Kamang2026-05-03T01:22:10+00:00Misrawitamisrawita91@gmail.comZulfani Sesmiarnizulfanisesmiarni@uinbukittinggi.ac.id<p><em>This study aims to evaluate the performance of human resources (HR) in Islamic education at SMP Negeri 1 Kamang Magek through the Balanced Scorecard (BSC) approach. This research was conducted to answer the need for a comprehensive and contextual performance evaluation model, especially in the Islamic educational environment, which assesses not only professional aspects but also spiritual values such as trust and honesty. This study expands the evaluative approach by integrating nine key indicators, including Islamic values, as differentiators from previous research. This study uses a descriptive quantitative approach. Data was collected through an online survey using Google Forms that was distributed to 22 respondents, consisting of teachers and education staff. The instrument was developed from the Balanced Scorecard indicator and Islamic values, which consists of 35 closed-end statements divided into nine main indicators. Data analysis is carried out descriptively by calculating average scores to determine the classification of human resource performance. The results showed that most human resources were in the category of 'developing as expected', with the highest scores on indicators of professionalism (average = 4.45) and Islamic values (average = 4.41). The initiative and competency indicators received the lowest scores, 3.78 and 3.84, respectively. These findings emphasize the importance of continuous training to improve motivation, creativity, and technical competence. The limitations of this study include the small sample size of a single educational institution and the lack of in-depth construction validity testing. The practical implications of this study show the need for simultaneous strategies to improve human resources based on spirituality and professionalism. This research makes an original contribution by systematically integrating the BSC approach with Islamic values and can be a model for evaluating the performance of human resources in other Islamic educational institutions.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sumber daya manusia (SDM) dalam pendidikan Islam di SMP Negeri 1 Kamang Magek melalui pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan model evaluasi kinerja yang komprehensif dan kontekstual, khususnya di lingkungan pendidikan Islam, yang menilai tidak hanya aspek profesional tetapi juga nilai-nilai spiritual seperti kepercayaan dan kejujuran. Studi ini memperluas pendekatan evaluatif dengan mengintegrasikan sembilan indikator utama, termasuk nilai-nilai Islam, sebagai pembeda dari penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui survei online menggunakan Google Formulir yang didistribusikan kepada 22 responden, yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan. Instrumen ini dikembangkan dari indikator Balanced Scorecard dan nilai-nilai Islam, yang terdiri dari 35 pernyataan tertutup yang dibagi menjadi sembilan indikator utama. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata untuk menentukan klasifikasi kinerja sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sumber daya manusia berada dalam kategori 'berkembang seperti yang diharapkan', dengan skor tertinggi pada indikator profesionalisme (rata-rata = 4,45) dan nilai-nilai Islam (rata-rata = 4,41). Indikator inisiatif dan kompetensi mendapatkan skor terendah, masing-masing 3,78 dan 3,84. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kompetensi teknis. Keterbatasan penelitian ini termasuk ukuran sampel yang kecil dari satu lembaga pendidikan dan kurangnya pengujian validitas konstruksi yang mendalam. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan perlunya strategi simultan untuk meningkatkan sumber daya manusia berbasis spiritualitas dan profesionalisme. Penelitian ini memberikan kontribusi orisinal dengan secara sistematis mengintegrasikan pendekatan BSC dengan nilai-nilai Islam dan dapat menjadi model untuk mengevaluasi kinerja sumber daya manusia di lembaga pendidikan Islam lainnya.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8652Spirit Literasi Ekologi dalam Surah Ali Imran Ayat 190-191: Tafsir, Relevansi, dan Implementasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan2026-05-04T04:57:47+00:00Edi Hermantoedi.hermanto@uin-suska.ac.idWulandariwulandaripku08@gmail.comRijal Alfaruqrijalalfaruqq24@gmail.comMuhammad Raihan Setiawanmuhammadraihansetiawan@gmail.comDaud Taqiuddindaudtaqiuddin@gmail.com<p style="text-align: justify;"><span lang="IN">The environmental crisis is one of the biggest global challenges of the 21st century, with not only ecological but also social and spiritual impacts. Islam, as a comprehensive religion, has profound teachings regarding the relationship between humans and nature, as reflected in Surah Ali Imran verses 190-191, which commands tadabbur of Allah’s creation. This research aims to examine Surah Ali Imran verses 190-191 through classical and contemporary tafsir approaches to explore the values of ecological literacy contained therein, as well as its relevance to sustainable development. The research uses a qualitative method through literature study, with primary sources of the Qur’an and tafsir books, as well as secondary sources of eco-theology literature and global reports. The results show that this verse contains the value of tadabbur nature, recognition that nature is not in vain, ecological spirituality, ethics of balance, and environmental trust. These values are very relevant to support the Sustainable Development Goals (SDGs) agenda. The implementation of these verse-based ecological literacy values can be done through education, da’wah, and social policy. This article concludes that Surah Ali Imran verses 190-191 are important theological foundations for the development of an ecological literacy paradigm in Muslim society.</span></p> <p>Krisis lingkungan menjadi salah satu tantangan global terbesar abad ke-21, tidak hanya berdampak ekologis tetapi juga sosial dan spiritual. Islam, sebagai agama yang syumul, memiliki ajaran mendalam mengenai relasi manusia dan alam, sebagaimana tercermin dalam Surah Ali Imran ayat 190-191 yang memerintahkan tadabbur terhadap ciptaan Allah. Penelitian ini bertujuan mengkaji Surah Ali Imran ayat 190-191 melalui pendekatan tafsir klasik dan kontemporer untuk menggali nilai-nilai literasi ekologi yang terkandung di dalamnya, serta relevansinya terhadap pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, dengan sumber primer Al-Qur’an dan kitab tafsir, serta sumber sekunder literatur eco-theology dan laporan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini memuat nilai tadabbur alam, pengakuan bahwa alam tidak sia-sia, spiritualitas ekologi, etika keseimbangan, dan amanah lingkungan. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Implementasi nilai-nilai literasi ekologi berbasis ayat ini dapat dilakukan melalui pendidikan, dakwah, dan kebijakan sosial. Artikel ini menyimpulkan bahwa Surah Ali Imran ayat 190-191 merupakan fondasi teologis penting bagi pembangunan paradigma literasi ekologi dalam masyarakat Muslim.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8655Pengaruh Likuiditas, Solvabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Perusahaan 2026-05-05T01:31:09+00:00Sinta Auliasintaaulia0507@student.esaunggul.ac.id<p><em>This research aims to analyze the effect of liquidity, solvency, and firm size on company performance. Liquidity is measured by the Current Ratio (CR), solvency by the Debt to Equity Ratio (DER), and firm size by total assets, while company performance is proxied by Return on Assets (ROA). The study involves 21 food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2020–2023 using purposive sampling. The analysis includes descriptive testing, classical assumption testing, multiple linear regression, determination coefficient testing, and hypothesis testing. The results show that simultaneously, all independent variables influence company performance. Partially, liquidity and firm size have a positive and significant effect, while solvency has no significant effect. These findings provide valuable insights for investors and stakeholders in evaluating company performance based on financial reports.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan. Variabel likuiditas diukur dengan Current Ratio (CR), solvabilitas diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan ukuran perusahaan diukur berdasarkan total aset, sedangkan kinerja perusahaan diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Penelitian dilakukan pada 21 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2023 dengan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan meliputi uji deskriptif, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji determinasi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Secara parsial, likuiditas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hasil ini memberikan wawasan penting bagi investor dan pemangku kepentingan dalam menilai kinerja perusahaan melalui laporan keuangan.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8658Penerapan Program Bengkel Kelas sebagai Upaya untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa MTs. Tanwirul Hija, Desa Cangkreng, Kec. Lenteng, Kab. Sumenep 2026-05-05T02:27:21+00:00Lailatul Faizahlailafaizah84@gmail.com<p><em>In the unity of the educational process in schools, learning activities are the most basic activities to determine the success or failure of the educational process in schools. The educational process is not only to achieve learning outcomes, but how to gain understanding in the learning process that occurs in students. The achievement of conceptual and procedural understanding of the material in students is the most important thing in learning activities.</em></p> <p><em>This study uses a field research method with a qualitative approach to describe the implementation of the classroom workshop program and its impact as an effort to improve student understanding in MTs. Tanwirul Hija Cangkreng, Lenteng, Sumenep. In obtaining data and information, researchers used three methods of data collection, namely observation, interviews and documentation, while the analytical technique used was data reduction, presenting empirical material and drawing conclusions or verifying.</em></p> <p><em>The results showed that there was an increase in students' understanding from before and after participating in the classroom workshop program so it can be concluded that the implementation of the classroom workshop program could improve students' understanding in MTs. Tanwirul Hija.</em></p> <p>Dalam kesatuan proses pendidikan disekolah kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok untuk mengetahui berhasil tidaknya proses pendidikan disekolah. Proses pendidikan tidak hanya semata untuk mencapai hasil belajar, akan tetapi bagaimana memperoleh pemahaman dalam proses belajar yang terjadi pada siswa. Tercapainya pemahaman materi secara konseptual dan prosedural pada peserta didik merupakan hal yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kulitatif untuk mendeskripsikan implementasi program bengkel kelas dan dampaknya sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman siswa di MTs. Tanwirul Hija Cangkreng, Lenteng, Sumenep. Dalam memperoleh data dan informasi peneliti menggunakan tiga metode dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, sementara teknik analisa yang digunakan adalah dengan reduksi data, memaparkan bahan emperik dan menarik kesimpulan atau memverifikasi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa dari sebelum dan sesudah mengikuti program bengkel kelas sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi program bengkel kelas dapat meningkatkan pemahaman siswa di MTs. Tanwirul Hija.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8663Sikap Kritis Peserta Didik Terhadap Konten Keislaman di Media Sosial Tiktok2026-05-07T01:56:19+00:00Adelia Dian Keumalahayatimalahayatiadelia@gmail.comAinul Yaqinainulyaqin@unim.ac.idHajar Nurma Wachidahhajarnurna@unim.ac.id<p>The rapid flow of digital information, particularly through social media platforms such as TikTok, requires students to develop critical attitudes toward Islamic content circulating online. Not all religious information available originates from credible authorities, making it necessary to evaluate and filter such content wisely. This study aims to examine how students at SMKN 1 Mojoanyar access and respond to Islamic content on TikTok, as well as analyze the extent of their critical attitudes in assessing the validity of the content. This research employed a qualitative method, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that most students access Islamic content via TikTok’s For You Page (FYP), yet they have not fully developed critical skills in evaluating both the source and the substance of the information. Although Islamic Education teachers have made efforts to instill critical thinking, continuous guidance is still needed to prevent students from being easily influenced by misleading content. The study concludes that students’ critical attitudes toward Islamic content on TikTok remain moderate and should be strengthened through digital literacy education and the cultivation of reflective and logical thinking skills.</p> <p>Pesatnya arus informasi digital, khususnya melalui media sosial seperti TikTok, menuntut peserta didik memiliki sikap kritis terhadap konten keislaman yang beredar. Tidak semua informasi keagamaan yang tersedia bersumber dari otoritas yang kredibel, sehingga diperlukan kemampuan untuk mengevaluasi dan menyaring informasi tersebut secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peserta didik SMKN 1 Mojoanyar memperoleh dan menanggapi konten keislaman di TikTok, serta menganalisis sejauh mana sikap kritis mereka dalam menilai keabsahan konten tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memperoleh konten keislaman melalui fitur FYP (For You Page) TikTok, namun belum sepenuhnya memiliki kemampuan kritis dalam mengevaluasi sumber dan isi informasi yang diterima. Meskipun ada upaya dari guru Pendidikan Agama Islam untuk menanamkan sikap kritis, masih diperlukan pembinaan berkelanjutan agar peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap kritis peserta didik terhadap konten keislaman di TikTok masih tergolong sedang, dan perlu ditingkatkan melalui pendidikan literasi digital dan penguatan karakter berpikir reflektif serta logis.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8666Dakwah Multikultural Sebagai Strategi Pencegahan Radikalisme 2026-05-07T04:47:45+00:00Syahruddinsyahruddinhusni@gmail.com<p>This study explores multicultural da’wah strategies in the digital era, emphasizing the importance of a dialogical, inclusive, and context-sensitive approach. In Indonesia’s pluralistic society, da’wah functions not only as a means of religious dissemination but also as a social instrument to strengthen the values of tolerance, justice, and humanity. Using a descriptive qualitative approach, this research examines relevant literature on the role of educational institutions, the challenges of digital da’wah, and the involvement of civil society in developing multicultural Islamic communication. The findings reveal that effective multicultural da’wah requires preachers to understand social and cultural diversity so that Islamic messages can be delivered peacefully and constructively. Moreover, digital media plays a vital role in broadening da’wah outreach by promoting messages of moderation and peace. Educational institutions and community organizations contribute significantly by instilling multicultural values through education and religious programs. Thus, multicultural da’wah in the digital age can serve as an effective medium to foster social harmony and reinforce an inclusive Islamic identity that embraces diversity.</p> <p>Penelitian ini membahas strategi dakwah multikultural di era digital dengan menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang dialogis, inklusif, dan kontekstual. Dalam masyarakat Indonesia yang majemuk, dakwah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran ajaran agama, tetapi juga sebagai instrumen sosial untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, keadilan, dan kemanusiaan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji berbagai literatur yang relevan tentang peran lembaga pendidikan, tantangan dakwah digital, serta keterlibatan masyarakat sipil dalam mengembangkan dakwah multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah multikultural menuntut kemampuan da’i memahami keragaman sosial dan budaya masyarakat agar pesan Islam dapat diterima secara damai dan konstruktif. Selain itu, media digital berperan penting dalam memperluas jangkauan dakwah melalui penyebaran pesan-pesan moderasi dan perdamaian. Lembaga pendidikan dan komunitas masyarakat memiliki kontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai multikultural melalui pendidikan dan program keagamaan. Dengan demikian, dakwah multikultural di era digital dapat menjadi sarana efektif untuk membangun harmoni sosial dan memperkuat identitas keislaman yang terbuka terhadap perbedaan.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8669Evolusi Gerakan Sosial Keagamaan: Studi Kepustakaan Tentang Kontribusi Walubi dalam Pembangunan Masyarakat Inklusif2026-05-09T03:50:23+00:00Indra Harahapindraharahap@uinsu.ac.idAlda Malik Fadillahaldamalikjr@gmail.comAnya Dwi Aprilliaanyadwiaprilianst03@gmail.comPutri Zahraptrzhr38@gmail.comMh Farhanmuhammadfarhan8073@gmail.comFika Fahrizafikafahriza10@gmail.com<p style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;">This article examines the transformation of the Indonesian Buddhist Community Representative (Walubi) from a representative-bureaucratic entity into a socio-religious driving actor through the praxis of Engaged Buddhism. Utilizing a Systematic Literature Review (SLR) method that adapts the PRISMA protocol, this research synthesizes academic literature published from 2005 to 2026 to dissect Walubi's social maneuvers in the public sphere. The results indicate that Walubi's contribution to building an inclusive society in Indonesia manifests in three movement typologies: (1) cross-boundary health philanthropy that effectively deconstructs stereotypes of minority exclusivity; (2) disaster emergency response mobilization utilizing the liminality phase to weave communal solidarity; and (3) nonviolent structural diplomacy within the Religious Harmony Forum (FKUB). Sociologically, these maneuvers successfully mitigate primordial prejudice through intense cultural interactions. However, this study also finds that inclusion built upon philanthropic schemes leaves an asymmetrical class power relation, risking becoming a "pseudo-inclusion" if unaccompanied by equality advocacy in public policy. This article concludes that amidst the threat of identity politics polarization, Walubi's Engaged Buddhism movement is challenged to evolve from a mere crisis-mitigation instrument into a sustainable agent of multicultural citizenship literacy.</p> <p>Artikel ini mengkaji transformasi Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dari entitas representatif-birokratis menjadi aktor penggerak gerakan sosial keagamaan melalui praksis <em>Engaged Buddhism</em>. Dengan menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) yang mengadaptasi protokol PRISMA, penelitian ini mensintesis literatur akademik terbitan 2005-2026 untuk membedah manuver sosial Walubi di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Walubi dalam membangun masyarakat inklusif di Indonesia bermanifestasi dalam tiga tipologi gerakan: (1) filantropi kesehatan lintas batas yang secara efektif mendekonstruksi stereotip eksklusivitas minoritas; (2) mobilisasi tanggap darurat bencana yang memanfaatkan fase liminalitas untuk merajut solidaritas komunal; serta (3) diplomasi struktural nirkekerasan di dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Secara sosiologis, manuver ini berhasil meredam prasangka primordial melalui interaksi kultural yang intens. Namun, kajian ini juga menemukan bahwa inklusi yang dibangun melalui skema filantropi masih menyisakan ketimpangan relasi kuasa kelas, yang berisiko menjadi "inklusi semu" jika tidak dibarengi advokasi kesetaraan di ranah kebijakan publik. Artikel ini menyimpulkan bahwa di tengah ancaman polarisasi politik identitas, gerakan <em>Engaged Buddhism</em> Walubi dituntut untuk berevolusi dari sekadar instrumen peredam konflik krisis menjadi agen literasi kewarganegaraan multikultural yang berkelanjutan.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8672Musyawarah Kitab sebagai Upaya Menumbuhkan Edukasi dalam Public Speaking dan Critical Thinking2026-05-09T08:20:20+00:00Agus Nuril Anwarnurilagus10@gmail.comMuhammad Husnihusni@alqolam.ac.id2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8638Peran Kepemimpinan Kyai dalam Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Era Modern Pesantren2026-04-29T01:47:13+00:00Munawirmunawir@uinsby.ac.idAnisa Qurrotul A’yun06010721006@student.uinsby.ac.idAliffiyaa Jihan Qiyamullaily06040721085@student.uinsa.ac.idMoh. Fiqih Mujakki06020721052@student.uinsa.ac.idRissa Rifqotus Sa'diyah06020721060@student.uinsa.ac.id<p><em>This article aims to analyze the role of kyai leadership in reforming the pesantren education system to make it more adaptive to the challenges of the modern era. The kyai functions not only as a spiritual guide but also as an educational leader responsible for curriculum direction, innovation, and institutional management. This study adopts a literature review method by analyzing relevant journals and academic literature from the last five years. The findings indicate that kyai who apply transformational leadership styles can integrate Islamic values with modern demands, such as comprehensive curriculum design, digital technology utilization, and character building. These efforts contribute to making pesantren education more adaptive, competitive, and relevant to current societal needs.</em></p> <p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kyai dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren agar lebih adaptif terhadap tantangan era modern. Kyai tidak hanya berperan sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai manajer pendidikan yang menentukan arah kebijakan, kurikulum, dan inovasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka terhadap literatur dan jurnal ilmiah lima tahun terakhir. Hasil studi menunjukkan bahwa kyai yang menerapkan gaya kepemimpinan transformasional mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan tuntutan zaman, seperti penguatan kurikulum terpadu, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan karakter santri. Perubahan ini berdampak pada peningkatan mutu pendidikan pesantren yang lebih adaptif, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8650Strategi Pemasaran Digital Untuk UMKM Peyek Bayam2026-05-04T04:13:28+00:00Revan Aliyus WibisonoRevanaliyus@gmail.comIsna InayatiIsnaaa229@gmail.comMaisraohokmaisaroh@gmail.comDewi Puspita Sarivyona.dewi2017@gmail.com<p><em>MSMEs play a crucial role in the economy. One of the main challenges they face is how to compete in the increasingly advanced digital era. Various digital marketing strategies are now key for MSMEs to develop and expand their market reach. The Spinach Cracker MSME is a local food business with significant growth potential, primarily due to its unique product characteristics and the use of natural and traditional ingredients. However, the competitiveness of products such as spinach crackers is often limited to the local market due to limited promotion and market access. Therefore, an appropriate digital marketing strategy is needed to introduce the product to a wider audience, increase brand awareness, and drive sales more effectively. The research used descriptive qualitative research. Data collection techniques used were observation, documentation, and interviews. The results of this study indicate that the community has a desire to develop Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the implementation of digital marketing strategies to achieve sustainable business growth. Through digital marketing, MSMEs have the opportunity to expand their market reach, provided they receive training and mentoring gradually.</em></p> <p>UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah bagaimana mereka dapat bersaing di era digital yang semakin maju. Kini, berbagai strategi pemasaran digital menjadi kunci untuk memungkinkan UMKM mengembangkan dan memperluas jangkauan pasar mereka. UMKM Peyek Bayam merupakan salah satu bentuk usaha pangan lokal yang memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama karena karakteristik produknya yang unik dan berbasis bahan baku alami serta tradisional. Namun, daya saing produk seperti peyek bayam seringkali terbatas pada skala lokal akibat keterbatasan promosi dan akses pasar, oleh karena itu dibutuhkan strategi pemasaran digital yang tepat untuk memperkenalkan produk kepada khalayak yang lebih luas, meningkatkan brand awareness, serta mendorong penjualan secara lebih efektif. Jenis pengabdian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil pengbadian ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki keinginan untuk melakukan pengembangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerapan strategi pemasaran digital dalam meraih pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Melalui pemasaran digital, para pelaku UMKM memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar, selama maraca mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara bertahap.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8653Konsep Wajilun dalam Al-Qur’an (Studi Kajian Tafsir Maudhu’i)2026-05-04T05:08:34+00:00Muh. RamadhanRamadhanngaji@gmail.comAchmad Abubakarachmad.abubakar@uin-alauddin.ac.idAndi Miswarandimis04@gmail.com2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8656Implementasi Ayat Al-Qur’an Sebagai Jimat (Studi Living Qur’an di Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng)2026-05-05T01:59:40+00:00Hidayatul Afdalafdalgaleriponsel@gmail.com<p><em>This study uses a descriptive-qualitative method with a phenomenological approach, data collection techniques are carried out using interview, observation, and documentation methods. The data analysis techniques of this study are data reduction, triangulation and drawing conclusions The essence of field research is that the researcher must go to the field to make direct observations about a phenomenology in the community, Qualitative research develops a flexible design, adapting to the reality in the field.This is due to several things. First, we cannot predict the conditions that occur on the ground. Second, it is impossible to predict what will change because it will happen in the interaction of the researcher with reality. Third, there are various value systems that relate in unpredictable ways. The purpose of this thesis research is to find out the public's understanding of the implementation of Qur'anic verses as amulets in Pa'jukukang District, Bantaeng Regency, Know the forms of implementation of Qur'anic verses as amulets in Pa'jukukang District, Bantaeng Regency, Know the impact felt by the community in the implementation of Qur'anic verses as amulets in Pa'jukukang District, Bantaeng Regency. The results of this thesis research are Based on interviews that have been conducted by the author, the people of Pa'jukukang District, Bantaeng Regency about the understanding of the verses displayed in their homes. It can be known that some people who display calligraphy verses of the Qur'an do not understand the content of the verses, but they only believe that the verses of the Qur'an that they display can protect their homes from supernatural things. And not a few of them argue that with the display of calligraphy verses of the Qur'an as decorations that can beautify the room, Actually this amulet has various uses, including as an antidote to magic, compassion, self-protection from jinn, home guard from jinn, and can even protect against human crimes such as thieves.</em></p> <p>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dari penelitian ini adalah reduksi data, triangulasi dan penarikan kesimpulan Inti dari penelitian lapangan ialah peneliti harus pergi ke lapangan untuk melakukan pengamatan secara langsung tentang suatu fenomenologi di masyarakat, Penelitian kualitatif menyusun desain secara flexible, menyesuaikan realita yang ada di lapangan.Hal itu disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, kita tidak dapat memperkirakan keadaan-keadaan yang terjadi di lapangan. Kedua, tidak dapat diprediksi apa saja yang akan berubah karena hal itu akan terjadi dalam interaksi peneliti dengan realita. Ketiga, beragam sistem nilai yang berhubungan dengan cara yang tidak dapat diramalkan. Adapun tujuan dari penelitiasn tesis ini adalah Mengetahui pemahaman masyarakat terhadap implementasi ayat al-Qur’an sebagai jimat di Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng, Mengetahui bentuk-bentuk implementasi ayat al-Qur’an sebagai jimat di Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng, Mengetahui dampak yang dirasakan masyarakat dalam implementasi ayat al-Qur’an sebagai jimat di Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng. Adapun hasil dari penelitian tesis ini adalah Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan oleh penulis, masyarakat Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng tentang pemahaman terhadap ayat-ayat yang dipajang di dalam rumah mereka. Dapat diketahui bahwa sebagian masyarakat yang memajang kaligrafi ayat-ayat al-Qur’an tidak memahami isi kandungan dari ayat tersebut, melainkan mereka hanya berkeyakinan dengan ayat-ayat al-Qur’an yang mereka pajang dapat melindungi rumah mereka dari hal-hal ghaib. Dan tidak sedikit dari mereka berpendapat dengan pajangan kaligrafi ayat-ayat al-Qur’an sebagai hiasan yang dapat memperindah ruangan, Sebenarnya jimat ini memiliki bermacam-macam kegunaan antara lain untuk penangkal sihir, pengasihan, pelindung diri dari jin, penjagaan rumah dari jin, bahkan bisa melindungi dari kejahatan manusia seperti pencuri.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8661Arah Baru Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Sekolah: Telaah Kurikulum dan Model Pembelajaran2026-05-07T01:13:36+00:00Novitasrinuvitasri50@gmail.comRifa’irifai@gmail.com<p><em> In schools, Islamic Religious Education (PAI) encounters significant obstacles in addressing the modern era, including the secularization of values that causes changes in students' moral compass, the effects of digitization, and character crises. In addressing the needs of 21st-century education, PA learning, which is still the norm and less contextual, is deemed to be ineffective. The goal of this research is to investigate novel strategies for creating the PAI curriculum and learning models that integrate Islamic principles with current issues. This is a literature review that takes a conceptual approach, using critical analysis of Islamic education theories, national curriculum materials, and academic literature. The findings emphasize the necessity of a more inclusive and value-oriented PAI curriculum design that places emphasis on religious moderation, tolerance, and character development. Furthermore, in order for pupils to successfully incorporate Islamic principles into their everyday lives, PAI instruction should use active, cooperative, and practical approaches. As a result, the future advancement of PAI must incorporate Islamic principles, twenty-first-century needs, and pedagogical techniques that foster the complete development of students' personalities.</em></p> <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menghadapi tantangan serius di era modern, seperti krisis karakter, digitalisasi, dan pengaruh nilai-nilai sekuler yang melemahkan moral siswa. Pembelajaran PAI yang bersifat normatif dan kurang kontekstual dianggap belum efektif menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi arah baru dalam pengembangan kurikulum dan metode pengajaran PAI yang relevan dengan kebutuhan zaman. Studi ini menggunakan kajian pustaka dengan pendekatan konseptual serta analisis kritis terhadap literatur ilmiah, kebijakan kurikulum nasional, dan teori pembelajaran Islam. Hasil kajian menunjukkan perlunya kurikulum PAI yang inklusif dan berbasis nilai, dengan fokus pada moderasi beragama, toleransi, dan pembentukan karakter. Selain itu, metode pembelajaran perlu diarahkan pada pendekatan aktif, kolaboratif, dan aplikatif agar nilai-nilai Islam dapat diinternalisasi secara nyata dalam kehidupan siswa. Dengan demikian, pengembangan PAI perlu mengintegrasikan prinsip Islam dengan kebutuhan pendidikan modern.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8664Tradisi Mangampo We’re pada Ritual Kesyukuran dalam Prespektif Al-Qur’an di Kelurahan Unyi Kab. Bone (Kajian Living Qur’an)2026-05-07T02:14:02+00:00Muh. Tahirmuhamadtahir141@gmail.com<p>The tradition of "mengampo were'" (were-gathering) is a form of local wisdom of the Bugis community in Unyi Village, passed down through generations as an expression of gratitude to Allah SWT for blessings, safety, or certain successes. This tradition not only contains religious values through communal prayer and recitation of verses from the Quran, but also social values through strengthening solidarity and fostering relationships among residents. However, modernization and shifting cultural values pose challenges to the preservation of this tradition.</p> <p>This study aims to describe the implementation, values, and relevance of the "mengampo were'" tradition in Unyi Village to modern society. The research method used is a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation.</p> <p>The results indicate that the "mengampo were'" tradition in Unyi Village is still routinely performed at certain moments such as a bumper harvest, a birth, a healing, or other successes. The values it embodies encompass religious, social, cultural, and economic values. Despite some simplifications in the ritual, the community strives to maintain its philosophical significance.</p> <p>The conclusion of this study is that the mengampo were' tradition in Unyi Village plays a crucial role in maintaining local cultural identity while strengthening social cohesion. Its preservation requires support from the younger generation and creative adaptation to remain relevant amidst social change.</p> <p>Tradisi mengampo were’ merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Bugis di Kelurahan Unyi yang diwariskan secara turun-temurun sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki, keselamatan, atau keberhasilan tertentu. Tradisi ini tidak hanya mengandung nilai religius melalui doa bersama dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga nilai sosial berupa penguatan solidaritas dan silaturahmi antarwarga. Namun, modernisasi dan pergeseran nilai budaya menimbulkan tantangan bagi pelestarian tradisi ini.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan, nilai-nilai yang terkandung, serta relevansi tradisi mengampo were’ di Kelurahan Unyi dalam kehidupan masyarakat modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mengampo were’ di Kelurahan Unyi masih dilaksanakan secara rutin pada momen-momen tertentu seperti panen raya, kelahiran, kesembuhan, atau keberhasilan lainnya. Nilai-nilai yang terkandung meliputi nilai religius, sosial, budaya, dan ekonomi. Meskipun terjadi beberapa penyederhanaan dalam prosesi pelaksanaan, masyarakat tetap berupaya mempertahankan makna filosofisnya.</p> <p>Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tradisi mengampo were’ di Kelurahan Unyi memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus memperkuat kohesi sosial. Pelestariannya memerlukan dukungan generasi muda dan adaptasi kreatif agar tetap relevan di tengah perubahan sosial.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8667Dakwah Multikultural di Era Digital: Membingkai Keragaman dalam Algoritma Media Sosial2026-05-07T05:11:06+00:00Ariadiariadiadi081@gmail.comMahmuddinmahmuddin.dakwah@uin-alauddin.ac.id<p>This study aims to analyze the concept and implementation of multicultural da’wah within the digital era, focusing on the dynamics of social media as a new arena for spreading Islamic values. The transformation of communication patterns due to technological advancement requires an adaptive approach to the cultural and social diversity of society. This research employs a descriptive qualitative method using a library research approach, analyzing relevant literature on Islamic propagation, multiculturalism, and digital communication. The results reveal that multicultural da’wah on social media functions not only as a means of religious dissemination but also as a medium for social reconciliation that strengthens tolerance and religious moderation. Effective strategies include the utilization of social media algorithms, inclusive message packaging, and cross-community collaboration. The main challenges identified involve misinformation, hate speech, and algorithmic bias. Therefore, strengthening digital religious literacy and Islamic communication ethics is essential to ensure that da’wah remains relevant, humanistic, and peaceful amid the complexity of the digital world</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi dakwah multikultural dalam konteks era digital, dengan menyoroti dinamika media sosial sebagai ruang baru penyebaran nilai-nilai keislaman. Perubahan pola komunikasi akibat perkembangan teknologi informasi menuntut adanya pendekatan dakwah yang adaptif terhadap keberagaman budaya dan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur yang relevan tentang dakwah, multikulturalisme, dan komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah multikultural di media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran ajaran Islam, tetapi juga sebagai instrumen rekonsiliasi sosial yang memperkuat nilai toleransi dan moderasi beragama. Strategi efektif yang ditemukan meliputi pemanfaatan algoritma media sosial, pengemasan pesan yang inklusif, dan kolaborasi lintas komunitas. Adapun tantangan utama dakwah di ruang digital meliputi penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, dan bias algoritmik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital keagamaan dan etika komunikasi Islam agar dakwah tetap relevan, humanis, dan menyejukkan di tengah kompleksitas dunia digital.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8670Kalimat Larangan: Kajian Struktur dan Fungsinya dalam Penafsiran Al-Qur’an2026-05-09T07:48:48+00:00Andi Putri Aunillah Filayatiandiaunillahfilayati@gmail.comMohamad Harjummohamad.harjum@uin-alauddin.ac.idAndi Miswarandi.miswar@uin-alauddin.ac.id2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatanhttps://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/8673Pendampingan Epistemologis dalam Perumusan Hukum Kekerasan Pendidikan: Studi PAR Pada Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur2026-05-09T08:33:00+00:00Fahim Ali Masdaralimasdarpps25@alqolam.ac.idMuhammad Husnimuhammadhusni@gmail.com<p><em>Violence in education often occurs due to a misunderstanding of the concept of ta'dib (right to discipline) in Islam. This Community Service Program (PKM) aims to provide epistemological assistance in the Bahtsul Masail PWNU East Java forum to formulate clear legal boundaries regarding physical and verbal violence. Using the Participatory Action Research (PAR) method through participatory observation techniques, this assistance records and analyzes the dynamics of legal formulation. The results show that the forum succeeded in reactualizing fiqh with three main findings. First, the classification of verbal/psychological violence as a criminal act (jinayah) if it hurts feelings, equivalent to physical violence. Second, the codification of seven strict conditions for ta'dib oriented towards salamat al-‘aqibah (safety), including the crucial debate regarding the urgency of parental permission. Third, the affirmation of the obligation of victim rehabilitation and compensation (daman) for perpetrators. These findings confirm that pesantren epistemology is capable of adapting to the Child Protection Law and modern psychology without abandoning its turats traditions.</em></p> <p>Kekerasan di dunia pendidikan seringkali terjadi karena kesalahpahaman terhadap konsep <em>ta'dib</em> (hak mendidik) dalam Islam. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan melakukan pendampingan epistemologis dalam forum Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur untuk merumuskan batas hukum yang jelas terkait kekerasan fisik dan verbal. Menggunakan metode <em>Participatory Action Research</em> (PAR) melalui teknik observasi partisipatoris, pendampingan ini merekam dan menganalisis dinamika perumusan hukum yang terjadi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa forum berhasil melakukan reaktualisasi fiqh dengan tiga temuan utama. <em>Pertama</em>, pengklasifikasian kekerasan verbal/psikis sebagai tindak pidana (<em>jinayah</em>) jika melukai perasaan, setara dengan kekerasan fisik. <em>Kedua</em>, kodifikasi tujuh syarat ketat <em>ta'dib</em> yang berorientasi pada <em>salamat al-‘aqibah</em> (keselamatan), termasuk perdebatan krusial mengenai urgensi izin wali. <em>Ketiga</em>, penegasan kewajiban rehabilitasi korban dan ganti rugi (<em>daman</em>) bagi pelaku. Temuan ini menegaskan bahwa epistemologi pesantren mampu beradaptasi dengan UU Perlindungan Anak dan psikologi modern tanpa meninggalkan akar tradisi <em>turats</em>.</p>2026-03-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan