Modal Budaya “Timmong” Sebagai Rekonsiliasi Dampak Sosial Pasca Pilkades Di Kabupaten Sumenep

Authors

  • Syaiful Syaiful Universitas Madura
  • Ria Kasanova Universitas Madura
  • Sri Widjajanti Universitas Madura

DOI:

https://doi.org/10.35127/kbl.v5i2.4105

Abstract

Abstrak: Masyarakat Madura dikenal sebagai masyarakat yang komunal, ketat terhadap ajaran agama, berwatak keras suka bekerja keras dan pantang menyerah. Dalam dinamika kehidupan yang berkembang saat ini kontelasi perpolitikan juga turut memberikan pengaruh terhadap masyarakat Madura khususnya masyarakat Desa Batu Belah Barat, kecamatan Dasuk, kabupaten Sumenep dalam bentuk konflik sosial. Tradisi timmong merupakan tradisi masyarakat Desa Batu Belah Barat yang dilakukan secara turun temurun sebagai tradisi berdoa memohon turunnya hujan kepada Tuhan yang maha esa dalam bentuk tarian dan bunyi-bunyian lewat mulut atau verbal tanpa menggukan alat musik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber primer penelitian ini adalah narasumber yang diwawancarai, sedangkan sumber sekunder dalam penelitian ini berupa catatan dan referensi mengenai budaya Madura. Hasil penelitian ini menunjukkan dampak positif tradisi timmong sebagai rekonsiliasi konflik pasca pilkada di Desa Batu Belah Barat kecamatan Dasuk kabupaten Sumenep.   Kata Kunci: Budaya Timmong, Rekonsiliasi, Pilkades   Abstract: The Madurese community is known as a communal society, strict on religious teachings, hard-tempered, likes to work hard and never gives up. In the dynamics of life that is currently developing, the political controversy also has an influence on the Madurese community, especially the community in the village of Batu Belah Barat, Dasuk District, Sumenep Regency in the form of social conflicts. The timmong tradition is a tradition of the community in the western part of the stone which is carried out from generation to generation as a tradition of praying for rain to God Almighty in the form of dances and sounds by mouth or verbally without using musical instruments. This research is a qualitative research. The primary sources of this study were interviewed sources, while the secondary sources in this study were notes and references about Madurese culture. The results of this study indicate the positive impact of the timmong tradition as a reconciliation of post-election conflicts in the village of Batu Belah Barat sub-district Dasuk Sumenep district.   Keywords: Timmong Culture, Reconciliation, Pilkades

Downloads

Published

2020-12-14

How to Cite

Syaiful, Syaiful, Ria Kasanova, and Sri Widjajanti. “Modal Budaya “Timmong” Sebagai Rekonsiliasi Dampak Sosial Pasca Pilkades Di Kabupaten Sumenep”. KABILAH : Journal of Social Community 5, no. 2 (December 14, 2020): 15–23. Accessed May 18, 2024. https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/kabilah/article/view/4105.

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.