https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/issue/feedEl-Wasathiya: Jurnal Studi Agama2026-05-25T09:53:27+00:00MUHAMMAD MIFTAH IRFANmuhammadmiftahirfan@gmail.comOpen Journal Systems<p>El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun</p> <p>ISSN 2527-631X (Online)</p>https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/6505RELEVANSI PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI TENTANG PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MENGATASI PERMASALAHAN MORAL MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI2026-04-03T17:14:42+00:00Ali Masykuralesukron@uinponorogo.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan moral di kalangan mahasiswa, seperti plagiarisme, kecurangan akademik, dan rendahnya etika akademik di perguruan tinggi. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter moral mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh Abu Hamid al-Ghazali dalam mengatasi permasalahan moral mahasiswa di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) melalui kajian terhadap karya-karya Al-Ghazali serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengkaji konsep pendidikan akhlak menurut Al-Ghazali dan relevansinya dalam konteks pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep <em>tazkiyat al-nafs</em> dapat menjadi dasar dalam membangun integritas akademik mahasiswa, metode <em>riyadhah</em> dan <em>mujahadah</em> berperan dalam membentuk disiplin dan tanggung jawab akademik, serta prinsip <em>uswah hasanah</em> atau keteladanan memiliki peran penting dalam membangun budaya akademik yang beretika. Dengan demikian, pemikiran Al-Ghazali tetap relevan sebagai landasan dalam membentuk karakter moral mahasiswa di perguruan tinggi.</p>2026-04-01T14:02:16+00:00Copyright (c) 2026 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agamahttps://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/6502Bukan Sekadar Logo: Mengurai Kepercayaan Konsumen dan Persepsi Risiko terhadap Produk Halal Self-Declare pada Usaha Mikro.2026-05-25T09:53:27+00:00Devi Ernantikadeviernantika@gmail.com<p><strong>Abstrack</strong></p> <p>Implementasi kebijakan sertifikasi halal <em>Self-Declare</em> mengubah mekanisme jaminan produk dari berbasis verifikasi saintifik menjadi berbasis kepercayaan sosial, yang berpotensi memicu persepsi risiko pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program <em>Self-Declare</em> ditinjau dari perspektif psikologi konsumen, khususnya terkait bagaimana konsumen memitigasi risiko dan mengonstruksi kepercayaan terhadap produk tanpa audit laboratorium. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap konsumen muslim urban dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama: (1) adanya fenomena <em>Halal Agnosticism</em>, di mana konsumen mengabaikan detail mekanisme verifikasi; (2) terjadinya substitusi kepercayaan dari sistem legal ke kredibilitas personal penjual (<em>trust substitution</em>); dan (3) penggunaan mekanisme koping teologis (<em>transfer of responsibility</em>) untuk mereduksi ketakutan akan dosa. Studi ini menyimpulkan bahwa penerimaan pasar terhadap produk <em>Self-Declare</em> bersifat rapuh karena tidak didasarkan pada kepastian sistem negara, melainkan pada permisivitas sosial dan keyakinan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan pasca-pasar (<em>post-market surveillance</em>) untuk menjamin legitimasi substantif produk.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Sertifikasi Halal, <em>Self-Declare</em>, Kepercayaan Konsumen, Persepsi Risiko, UMKM.</p>2026-05-25T09:52:43+00:00Copyright (c) 2026 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama