https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/issue/feed El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama 2024-07-19T05:24:06+00:00 Erly Rizky Kamalia jurnalelwasathiya@gmail.com Open Journal Systems <p>El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun</p> <p>ISSN 2527-631X (Online)</p> https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5639 Implementasi manajemen keuangan inklusif bank wakaf mikro dalam mencapai sustainable development goals (SDGs) di Kediri; studi komparasi antara BWM berkah rizki lirboyo dan BWM amanah makmur sejahtera 2024-01-17T07:22:31+00:00 Ririn Tri Puspita Ningrum ririntripuspitaningrum@iainkediri.ac.id Faridatul Fitriyah faridatul.fitriyah@iainkediri.ac.id <p><strong>Abstrak</strong><strong> : </strong><em>Hadirnya Bank Wakaf Mikro (BWM) sebagai lembaga keuangan inklusif betujuan untuk menyediakan akses permodalan tanpa bunga, tanpa agunan, imbal hasil rendah, dengan konsep tanggung renteng dan memberikan pendampingan bagi UMK. Lembaga ini mewadahi para pelaku UMK yang mengalami kesulitan mendapatkan aksebilitas pembiayaan pada lembaga keuangan formal (tidak bankable) seperi bank syariah. BWM sejatinya merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong program pembangunan berkelanjutan atau biasa dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditargetkan akan terealisasikan pada tahun 2030. Di wilayah Kediri hanya terdapat dua BWM dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda, yaitu BWM Berkah Rizqi Lirboyo Dan BWM Amanah Makmur Sejahtera. Sangat penting mengkomparasikan keduanya sebagai upaya memberikan infomasi tentang pencapaian keuangan inklusif dan tujuan SDGs di lingkup BWM khususnya di Kediri.</em> <em>Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif deskritif. Dengan menggunakan teknik penganmbilan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, penelitian ini bertujuan menjawab rumusan masalah yaitu: bagaimana implementasi manjemen keuangan insklusif dan capaian Sustaianable Development Goals (SDGs) pada BWM Berkah Rizqi Lirboyo dan BWM Amanah Makmur Sejahtera.</em> <em>Adapun temuan penelitian ini adalah pertama, implementasi manajemen keuangan insklusif kedua BWM ini memiliki kesamaan dalam hal strategi penggunaan (usage) dan dampak kesejaheteraan kepada nasabah, namun memiliki perbedaan terutama dalam strategi implementasi ketersediaan akses (acces) dan kualitas (quality). Kedua, Capaian Sustaianable Development Goals (SDGs) pada kedua BWM ini masih concern pada pilar pertama SDGs yaitu </em><em>pilar pembangunan sosial </em><em>yang memuat 5 upaya yaitu: menghilangkan </em><em>kemiskinan,&nbsp; mengindari kelaparan, mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera, mendapatkan pendidikan berkualitas, serta menjujung persamaan dan kesetaraan gender.</em></p> <p><strong>Kata Kunci</strong><strong>:<em> Keuangan Inklusif, SDGs, BWM Berkah Rizqi Lirboyo, BWM Amanah Makmur Sejahtera</em></strong></p> 2024-01-17T07:22:31+00:00 Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5686 Transformasi pendidikan nur muhammad dalam membangun generasi berkualitas 2024-03-19T02:11:55+00:00 Faizudin faizudin.cilegon92@gmail.com Umi Kultsum umi.kultsum@uinbanten.ac.id Dayan Fithoroini gus.dayy@gmail.com <p><strong>Abstrak : </strong><em>Transformasi Pendidikan Nur Muhammad mencakup pendekatan holistik yang mencirikan karakteristik pendidikan akal, makrifat, Arsy, dan di bawah Arsy. Proses ini tidak hanya menitikberatkan pada pengetahuan akademis, tetapi juga bertujuan membentuk generasi berkualitas dengan fondasi kuat dalam kecerdasan, spiritualitas, dan pemahaman mendalam tentang hakikat eksistensi serta hubungan dengan Tuhan. Pendidikan Akal memberikan keahlian intelektual dan kritis, sementara Pendidikan Makrifat menitikberatkan pada pemahaman mendalam tentang Tuhan dan hubungan spiritual. Pendidikan Arsy menyampaikan konsep kebesaran Allah dan nilai-nilai agama, sementara Pendidikan Dibawah Arsy membimbing dalam pencerahan spiritual dan nilai-nilai moral. Diharapkan bahwa generasi hasil dari transformasi ini tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, keberanian, dan kesadaran spiritual yang dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat. Pendidikan Nur Muhammad menjadi sarana efektif untuk membentuk generasi yang mampu memberikan dampak positif pada lingkungan sekitarnya.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Keyword:</strong> <em>Transformasi, Pendidikan Islam, Pendidikan Karakter</em></p> 2024-03-19T02:11:53+00:00 Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5689 Implementasi pemikiran muhammad abduh pada pembelajaran al-quran hadits 2024-03-27T02:33:58+00:00 Muhamad Fahmi Ridho Auliya fahmiauliya914@gmail.com <p><strong>Abstrack</strong> : <em>p</em><em>enelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh pemikiran Muhammad Abduh terhadap gagasan islamisasi berbasis modern dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian mencakup biografi singkat Muhammad Abduh, prestasinya, serta konsep pembaharuan pendidikan Islam yang meliputi modernisasi pendidikan formal, bidang kurikulum, metode pengajaran, dan pendidikan untuk wanita. Pemikiran Abduh juga mempengaruhi aspek modernisasi dan pemurnian ajaran Islam dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang. Pembelajaran tersebut bertujuan untuk memahami, menghafal, dan mengamalkan isi Al-Qur'an dan Hadits, serta mengembangkan karakter religius pada peserta didik. Selain itu, pembelajaran Al-Qur'an Hadits juga mengadaptasi penggunaan media elektronik untuk mengembangkan pengetahuan, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai dasar Al-Qur'an dan Hadits. Kesimpulannya, implementasi pemikiran Muhammad Abduh dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap gagasan islamisasi berbasis modern.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Kata kunci: </strong><strong><em>Implementasi, Muhammad Abduh, Al Qur’an Hadits</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> 2024-03-27T02:33:57+00:00 Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5690 Role model ulama perempuan dalam mewujudkan kemaslahatan keluarga dan umat melalui majlis ta'lim 2024-03-27T02:40:55+00:00 Ulin Na’mah ulinnakmah@iainkediri.ac.id Moh Ilham Haqiqi ilhammoh568@gmail.com <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract: </strong><em>Problem dekadensi moral, krisis ekonomi, ataupun radikalisme atau problem transnasioanal lainnya sebagai imbas dari globlasisasi yang mengancam tergerusnya skat budaya antar bangsa meniscayakan gerak cepat untuk menanggulangi maupun mencegah keterulangan maupun keparahan kondisi. Semua itu membutuhkan upaya dalam bentuk sosialisasi, edukasi, penyadaran, dan pencerahan individunya yang tak lain menunggu peran yang tidak cukup diberikan oleh pemerintah saja, melainkan harus melibatkan berbagai elemen masyarakat yang ada, salah satunya peran ulama. Keberadaan ulama yang selama ini diakui masyarakat luas adalah ulama laki-laki saja. Amat disayangkan SDM perempuan yang layak jadi ulama tidak terberdayakan dan tentunya akan semakin cepat dan masif dalam menghadang dan menyelesaikan persoalan di atas. Sedangkan saat ini perempuan yang mengenyam pendidikan sebagaimana yang telah ditempuh oleh ulama laki-laki juga sudah dilakukan oleh banyak perempuan muslim. Namun karena kuatnya stereotype sebagai akibat budaya patriarkhi yang sulit dieliminir menyebabkan beberapa perempuan yang memiliki background pendidikan sebagaimana pendidikan yang telah ditempuh oleh ulama laki-laki menjadi berkecil hati. Untuk itulah, kajian ini berusaha memberikan role model bagi kaum perempuan dengan backgrou pendidikan yang sama dengan ulama laki-laki untuk segera memenuhi kualifikasi lainnya sebagai ulama perempuan demi turut serta memberikan edukasi, penyadaran, dan pencerahan kepada masyarakat luas. Role model ulama perempuan yang dikaji mengambil sosok Ibu Nyai Najihah yang merintis perjuangannya dari nol dan mnghasilkan gambaran kualifikasi menjadi ulama perempuan, yakni memiliki niat dan kesadaran yang lurus; memiliki sikap yang penuh kelembutan dan kasih sayang; memiliki kemampuan membaca Kitab Kuning dan Ilmu Agama; memiliki pilihan metode enyampaian materi yang sesuai dan efektif untuk jamaahnya; dan memiliki Perspektif Perempuan.</em></p> <p><strong>Keywords</strong>:<em> Role Model, Kualifikasi,Ulama Perempuan, Majlis Ta’lim Mama Shalihah, dan Kemaslahan Keluarga dan Umat.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2024-03-27T02:40:54+00:00 Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5691 Analisis pemikiran syekh nawawi dalam bidang pendidikan 2024-05-01T01:46:30+00:00 Bahyati bahyati14@gmail.com M.A. Tihami tihami@gmail.com Umi Kultsum umi.kultsum@uinbanten.ac.id Dayan Fithoroini gus.dayy@gmail.com <p><strong>Abstrak:</strong><em> Syeikh Al-Bantani merupakan pemimpin Masyarakat Islam di timur Tengah dan Asia Tenggara terutama di Indonesia. Selain sebagai pemimpin Masyarakat&nbsp; Islam Syeikh Nawawi dikenal juga sebagai cendikiawan yang handal dibidangnya terutama di bidang Pendidikan. Maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemikiran Syekh Nawawi dalam bidang Pendidikan. Metode penelitian yang digunakan yaitu study literatur yaitu metode dengan menelaah literatur Pustaka dari berbagai sumber untuk saling memperkuat deskripsi yang dipaparkan. Analisis data menggunakan cara deskriptifi literatur yang dilakukan secara obyektif sehingga hasil penelitian ini layak menjadi rujukan atau referensi bagi penelitian selanjutnya dan untuk memperkaya khasanah penelitian pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemikiran pendidikan Syekh Nawawi mempunyai ciri khas tersendiri yaitu ta’lim, tarbiyah dan ta’dib. Pendidikan bukan hanya&nbsp; pendidikan jasmani (praktis/amal), tetapi juga pendidikan intelektual, mental/spiritual seumur hidup atau pendidikan jangka panjang, khususnya mulai dari buayan (mahdi) sampai mati (lahdi).</em></p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>syekh nawawi, pendidikan, islam</em></p> 2024-03-28T10:22:48+00:00 Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5833 Sinergi antara baitul maal wa tanwil nahdlatul ulama (bmtnu) dengan muslimat kota madiun dalam mengenalkan peran lembaga keuangan syariah kepada masyarakat 2024-07-01T00:34:56+00:00 Insan Safaat insansafaat@gmail.com Ana Indriana anaindriana48@gmail.com <p><strong><em>Abstrak :</em></strong> <em>Dengan adanya sinergitas antara lembaga keuangan syariah yakni BMTNU dan organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu te</em><em>kn</em><em>ik yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi Islam, dengan metode penyampaian dakwah, sosialisasi, penyuluhan, serta pengaplikasian di setiap programnya maka akan membawa perekonomian Islam ke kedepannya jauh lebih baik. </em><em>Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan melakukan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini yakni, sinergitas yang dilaksanakan oleh BMTNU Madiun dan Muslimat NU Madiun berupa pemberdayaan yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Muslimat NU. Sinergitas tersebut juga berdampak bagi masyarkat setempat, yakni pahamnya msyarakat akan peran keuangan Syariah serta makin termotivasinya masyarakat untuk mengelola berbagai transaksi keuangan lembaga keuangan Syariah.</em></p> <p><strong>Kata Kunci</strong><strong>:</strong><em>Sinergitas, Baitul Maal Wa Tanwil, Muslimat NU</em></p> <p>&nbsp;</p> 2024-07-01T00:29:16+00:00 Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5839 Pengangguran dalam perspektif Islam dan keluarga 2024-07-09T01:20:32+00:00 Konik Naimah qoniknaimah14@gmail.com <p><strong>Abstrak</strong><strong>:</strong> <em>Indonesia terkenal dengan jumlah penduduk yang sangat besar. </em><em>Pertumbuhan jumlah penduduk disuatu negara tidak selalu memberikan keuntungan bagi negara, ada juga dampak buruk yang akan terjadi dengan bertumbuhnya penduduk tersebut diantaranya masalah pengangguran. Jumlah pengangguran akan semakin meningkat jika tidak disertai dengan usaha menciptakan lowongan pekerjaan baru, serta upaya penyadaran kritis secara mandiri untuk meningkatkan kualitas SDM yang kreatif dan mandiri. Pertumbuhan ekonomi yang positif dapat menjadi indikator bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah berjalan efektif, infrastruktur memadai, dan sektor-sektor produktif seperti industri, jasa, dan pertanian berkembang dengan baik. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menilai kinerja suatu perekonomian. Dengan meningkatnya produksi barang dan jasa dari tahun ke tahun, dapat diartikan bahwa ada peningkatan dalam pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam analisis pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi berjalan dengan baik dan perekonomian negara atau wilayah tersebut berkembang secara positif.</em></p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Pengangguran, Islam, Keluarga</em></p> 2024-07-09T01:20:30+00:00 Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5859 Pemikiran pendidikan al-Ghazali dan relevansinya terhadap dimensi, elemen dan subelemen profil pelajar pancasila pada kurikulum merdeka 2024-07-19T05:24:06+00:00 Arif Shaifudin arifsaifuddin191127@gmail.com <p><strong>Abstrak :</strong> <em>Kurikulum pendidikan Islam terus mengalami dinamika perubahan sebagai bentuk Upaya menjawab kompleksitas kebetuhan masyarakat akan pendidikan. Namun demikian, dalam perspektif historis jejak kurikulum pendidikan Islam tetap memiliki benang merah dengan gagasan pemikiran para tokoh terdahulu. Bahkan terkadang produk pemikiran tokoh terdahulu tersebut justru menjadi fondasi perkembangan kurikulum pendidikan Islam saat ini. Peneitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi pemikiran Al-Ghazali tentang materi pendidikan Islam terhadap Dimensi, Elemen Dan Subelemen Profil Pelejar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian pustaka dengan pendekatan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Imam al-Ghazali tentang materi pendidikan Islam memiliki relevansi yang cukup signifikan Dimensi, Elemen dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka, di mana relevansinya tampak pada adanya kesamaan substansi materi pendidikan Islam yang harus diberikan kepada peserta didik baik dalam pandangan Al-Ghazali maupun kebijakan Kurikulum Merdeka tentang Dimensi, Elemen dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Di antara buktinya adalah dengan adanya </em><em>Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia, Elemen (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara, dan Subelemen pada setiap fasenya</em>.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong><strong>:</strong> <em>Pemikiran Pendidikan; Al-Ghazali; Dimensi, Elemen dan Subelemen; Profil Pelajar Pancasila; Kurikulum Merdeka</em></p> 2024-07-19T05:24:05+00:00 Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama