El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya <p>El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun</p> <p>ISSN 2527-631X (Online)</p> Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun en-US El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama 2338-9648 <p><span id="result_box" class="short_text" lang="en"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Persyaratan yang harus dipenuhi oleh penulis sebagai berikut:</span></span></span></p> <ol type="a"> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak naskah publikasi pertama bersamaan dengan berlisensi di bawah&nbsp; </span></span><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Lisensi Creative Commons Attribution</span></span></a><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pernyataan kepenulisan pekerjaan dan publikasi awal di jurnal ini.</span></span></li> <li> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penulis dapat masuk ke dalam penyusunan kontrak tambahan terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi kaya isu jurnal (misalnya: posting ke sebuah repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal di jurnal ini.</span></span></p> </li> <li> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penulis diperbolehkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta kutipan sebelumnya dan lebih parah dari karya yang diterbitkan. </span><span style="vertical-align: inherit;">(lihat&nbsp; </span></span><a href="http://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Pengaruh Open Access</span></span></a><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> ).</span></span></p> </li> </ol> <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Lisensi Creative Commons"></a></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Karya ini dilisensikan di bawah&nbsp; </span></span><strong><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">CC BY-SA</span></span></a></strong></p> Implementasi manajemen keuangan inklusif bank wakaf mikro dalam mencapai sustainable development goals (SDGs) di Kediri; studi komparasi antara BWM berkah rizki lirboyo dan BWM amanah makmur sejahtera http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5639 <p><strong>Abstrak</strong><strong> : </strong><em>Hadirnya Bank Wakaf Mikro (BWM) sebagai lembaga keuangan inklusif betujuan untuk menyediakan akses permodalan tanpa bunga, tanpa agunan, imbal hasil rendah, dengan konsep tanggung renteng dan memberikan pendampingan bagi UMK. Lembaga ini mewadahi para pelaku UMK yang mengalami kesulitan mendapatkan aksebilitas pembiayaan pada lembaga keuangan formal (tidak bankable) seperi bank syariah. BWM sejatinya merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong program pembangunan berkelanjutan atau biasa dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditargetkan akan terealisasikan pada tahun 2030. Di wilayah Kediri hanya terdapat dua BWM dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda, yaitu BWM Berkah Rizqi Lirboyo Dan BWM Amanah Makmur Sejahtera. Sangat penting mengkomparasikan keduanya sebagai upaya memberikan infomasi tentang pencapaian keuangan inklusif dan tujuan SDGs di lingkup BWM khususnya di Kediri.</em> <em>Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif deskritif. Dengan menggunakan teknik penganmbilan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, penelitian ini bertujuan menjawab rumusan masalah yaitu: bagaimana implementasi manjemen keuangan insklusif dan capaian Sustaianable Development Goals (SDGs) pada BWM Berkah Rizqi Lirboyo dan BWM Amanah Makmur Sejahtera.</em> <em>Adapun temuan penelitian ini adalah pertama, implementasi manajemen keuangan insklusif kedua BWM ini memiliki kesamaan dalam hal strategi penggunaan (usage) dan dampak kesejaheteraan kepada nasabah, namun memiliki perbedaan terutama dalam strategi implementasi ketersediaan akses (acces) dan kualitas (quality). Kedua, Capaian Sustaianable Development Goals (SDGs) pada kedua BWM ini masih concern pada pilar pertama SDGs yaitu </em><em>pilar pembangunan sosial </em><em>yang memuat 5 upaya yaitu: menghilangkan </em><em>kemiskinan,&nbsp; mengindari kelaparan, mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera, mendapatkan pendidikan berkualitas, serta menjujung persamaan dan kesetaraan gender.</em></p> <p><strong>Kata Kunci</strong><strong>:<em> Keuangan Inklusif, SDGs, BWM Berkah Rizqi Lirboyo, BWM Amanah Makmur Sejahtera</em></strong></p> Ririn Tri Puspita Ningrum Faridatul Fitriyah Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-01-17 2024-01-17 12 1 1 17 10.35888/el-wasathiya.v12i1.5639 Transformasi pendidikan nur muhammad dalam membangun generasi berkualitas http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5686 <p><strong>Abstrak : </strong><em>Transformasi Pendidikan Nur Muhammad mencakup pendekatan holistik yang mencirikan karakteristik pendidikan akal, makrifat, Arsy, dan di bawah Arsy. Proses ini tidak hanya menitikberatkan pada pengetahuan akademis, tetapi juga bertujuan membentuk generasi berkualitas dengan fondasi kuat dalam kecerdasan, spiritualitas, dan pemahaman mendalam tentang hakikat eksistensi serta hubungan dengan Tuhan. Pendidikan Akal memberikan keahlian intelektual dan kritis, sementara Pendidikan Makrifat menitikberatkan pada pemahaman mendalam tentang Tuhan dan hubungan spiritual. Pendidikan Arsy menyampaikan konsep kebesaran Allah dan nilai-nilai agama, sementara Pendidikan Dibawah Arsy membimbing dalam pencerahan spiritual dan nilai-nilai moral. Diharapkan bahwa generasi hasil dari transformasi ini tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, keberanian, dan kesadaran spiritual yang dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat. Pendidikan Nur Muhammad menjadi sarana efektif untuk membentuk generasi yang mampu memberikan dampak positif pada lingkungan sekitarnya.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Keyword:</strong> <em>Transformasi, Pendidikan Islam, Pendidikan Karakter</em></p> Faizudin Umi Kultsum Dayan Fithoroini Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-03-19 2024-03-19 12 1 18 31 10.35888/el-wasathiya.v12i1.5686 Implementasi pemikiran muhammad abduh pada pembelajaran al-quran hadits http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5689 <p><strong>Abstrack</strong> : <em>p</em><em>enelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh pemikiran Muhammad Abduh terhadap gagasan islamisasi berbasis modern dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian mencakup biografi singkat Muhammad Abduh, prestasinya, serta konsep pembaharuan pendidikan Islam yang meliputi modernisasi pendidikan formal, bidang kurikulum, metode pengajaran, dan pendidikan untuk wanita. Pemikiran Abduh juga mempengaruhi aspek modernisasi dan pemurnian ajaran Islam dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang. Pembelajaran tersebut bertujuan untuk memahami, menghafal, dan mengamalkan isi Al-Qur'an dan Hadits, serta mengembangkan karakter religius pada peserta didik. Selain itu, pembelajaran Al-Qur'an Hadits juga mengadaptasi penggunaan media elektronik untuk mengembangkan pengetahuan, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai dasar Al-Qur'an dan Hadits. Kesimpulannya, implementasi pemikiran Muhammad Abduh dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTS N 2 Kotamagelang menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap gagasan islamisasi berbasis modern.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Kata kunci: </strong><strong><em>Implementasi, Muhammad Abduh, Al Qur’an Hadits</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> Muhamad Fahmi Ridho Auliya Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-03-27 2024-03-27 12 1 32 47 10.35888/el-wasathiya.v12i1.5689 Role model ulama perempuan dalam mewujudkan kemaslahatan keluarga dan umat melalui majlis ta'lim http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5690 <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract: </strong><em>Problem dekadensi moral, krisis ekonomi, ataupun radikalisme atau problem transnasioanal lainnya sebagai imbas dari globlasisasi yang mengancam tergerusnya skat budaya antar bangsa meniscayakan gerak cepat untuk menanggulangi maupun mencegah keterulangan maupun keparahan kondisi. Semua itu membutuhkan upaya dalam bentuk sosialisasi, edukasi, penyadaran, dan pencerahan individunya yang tak lain menunggu peran yang tidak cukup diberikan oleh pemerintah saja, melainkan harus melibatkan berbagai elemen masyarakat yang ada, salah satunya peran ulama. Keberadaan ulama yang selama ini diakui masyarakat luas adalah ulama laki-laki saja. Amat disayangkan SDM perempuan yang layak jadi ulama tidak terberdayakan dan tentunya akan semakin cepat dan masif dalam menghadang dan menyelesaikan persoalan di atas. Sedangkan saat ini perempuan yang mengenyam pendidikan sebagaimana yang telah ditempuh oleh ulama laki-laki juga sudah dilakukan oleh banyak perempuan muslim. Namun karena kuatnya stereotype sebagai akibat budaya patriarkhi yang sulit dieliminir menyebabkan beberapa perempuan yang memiliki background pendidikan sebagaimana pendidikan yang telah ditempuh oleh ulama laki-laki menjadi berkecil hati. Untuk itulah, kajian ini berusaha memberikan role model bagi kaum perempuan dengan backgrou pendidikan yang sama dengan ulama laki-laki untuk segera memenuhi kualifikasi lainnya sebagai ulama perempuan demi turut serta memberikan edukasi, penyadaran, dan pencerahan kepada masyarakat luas. Role model ulama perempuan yang dikaji mengambil sosok Ibu Nyai Najihah yang merintis perjuangannya dari nol dan mnghasilkan gambaran kualifikasi menjadi ulama perempuan, yakni memiliki niat dan kesadaran yang lurus; memiliki sikap yang penuh kelembutan dan kasih sayang; memiliki kemampuan membaca Kitab Kuning dan Ilmu Agama; memiliki pilihan metode enyampaian materi yang sesuai dan efektif untuk jamaahnya; dan memiliki Perspektif Perempuan.</em></p> <p><strong>Keywords</strong>:<em> Role Model, Kualifikasi,Ulama Perempuan, Majlis Ta’lim Mama Shalihah, dan Kemaslahan Keluarga dan Umat.</em></p> <p>&nbsp;</p> Ulin Na’mah Moh Ilham Haqiqi Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-03-27 2024-03-27 12 1 48 63 10.35888/el-wasathiya.v12i1.5690 Analisis pemikiran syekh nawawi dalam bidang pendidikan http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/5691 <p><strong>Abstrak:</strong><em> Syeikh Al-Bantani merupakan pemimpin Masyarakat Islam di timur Tengah dan Asia Tenggara terutama di Indonesia. Selain sebagai pemimpin Masyarakat&nbsp; Islam Syeikh Nawawi dikenal juga sebagai cendikiawan yang handal dibidangnya terutama di bidang Pendidikan. Maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemikiran Syekh Nawawi dalam bidang Pendidikan. Metode penelitian yang digunakan yaitu study literatur yaitu metode dengan menelaah literatur Pustaka dari berbagai sumber untuk saling memperkuat deskripsi yang dipaparkan. Analisis data menggunakan cara deskriptifi literatur yang dilakukan secara obyektif sehingga hasil penelitian ini layak menjadi rujukan atau referensi bagi penelitian selanjutnya dan untuk memperkaya khasanah penelitian pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemikiran pendidikan Syekh Nawawi mempunyai ciri khas tersendiri yaitu ta’lim, tarbiyah dan ta’dib. Pendidikan bukan hanya&nbsp; pendidikan jasmani (praktis/amal), tetapi juga pendidikan intelektual, mental/spiritual seumur hidup atau pendidikan jangka panjang, khususnya mulai dari buayan (mahdi) sampai mati (lahdi).</em></p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>syekh nawawi, pendidikan, islam</em></p> Bahyati M.A. Tihami Umi Kultsum Dayan Fithoroini Copyright (c) 2024 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-03-28 2024-03-28 12 1 64 75 10.35888/el-wasathiya.v12i1.5691