El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya <p>El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun</p> <p>ISSN 2527-631X (Online)</p> en-US <p><span id="result_box" class="short_text" lang="en"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Persyaratan yang harus dipenuhi oleh penulis sebagai berikut:</span></span></span></p> <ol type="a"> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak naskah publikasi pertama bersamaan dengan berlisensi di bawah&nbsp; </span></span><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Lisensi Creative Commons Attribution</span></span></a><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pernyataan kepenulisan pekerjaan dan publikasi awal di jurnal ini.</span></span></li> <li> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penulis dapat masuk ke dalam penyusunan kontrak tambahan terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi kaya isu jurnal (misalnya: posting ke sebuah repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal di jurnal ini.</span></span></p> </li> <li> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penulis diperbolehkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta kutipan sebelumnya dan lebih parah dari karya yang diterbitkan. </span><span style="vertical-align: inherit;">(lihat&nbsp; </span></span><a href="http://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Pengaruh Open Access</span></span></a><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> ).</span></span></p> </li> </ol> <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Lisensi Creative Commons"></a></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Karya ini dilisensikan di bawah&nbsp; </span></span><strong><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">CC BY-SA</span></span></a></strong></p> muhammadmiftahirfan@gmail.com (MUHAMMAD MIFTAH IRFAN) muhammadmiftahirfan@gmail.com (Muhammad Miftah Irfan) Wed, 01 Apr 2026 14:02:24 +0000 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 RELEVANSI PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI TENTANG PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MENGATASI PERMASALAHAN MORAL MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/6505 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan moral di kalangan mahasiswa, seperti plagiarisme, kecurangan akademik, dan rendahnya etika akademik di perguruan tinggi. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter moral mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh Abu Hamid al-Ghazali dalam mengatasi permasalahan moral mahasiswa di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) melalui kajian terhadap karya-karya Al-Ghazali serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengkaji konsep pendidikan akhlak menurut Al-Ghazali dan relevansinya dalam konteks pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep <em>tazkiyat al-nafs</em> dapat menjadi dasar dalam membangun integritas akademik mahasiswa, metode <em>riyadhah</em> dan <em>mujahadah</em> berperan dalam membentuk disiplin dan tanggung jawab akademik, serta prinsip <em>uswah hasanah</em> atau keteladanan memiliki peran penting dalam membangun budaya akademik yang beretika. Dengan demikian, pemikiran Al-Ghazali tetap relevan sebagai landasan dalam membentuk karakter moral mahasiswa di perguruan tinggi.</p> Ali Masykur Copyright (c) 2026 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/6505 Wed, 01 Apr 2026 14:02:16 +0000 Bukan Sekadar Logo: Mengurai Kepercayaan Konsumen dan Persepsi Risiko terhadap Produk Halal Self-Declare pada Usaha Mikro. https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/6502 <p><strong>Abstrack</strong></p> <p>Implementasi kebijakan sertifikasi halal <em>Self-Declare</em> mengubah mekanisme jaminan produk dari berbasis verifikasi saintifik menjadi berbasis kepercayaan sosial, yang berpotensi memicu persepsi risiko pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program <em>Self-Declare</em> ditinjau dari perspektif psikologi konsumen, khususnya terkait bagaimana konsumen memitigasi risiko dan mengonstruksi kepercayaan terhadap produk tanpa audit laboratorium. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap konsumen muslim urban dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama: (1) adanya fenomena <em>Halal Agnosticism</em>, di mana konsumen mengabaikan detail mekanisme verifikasi; (2) terjadinya substitusi kepercayaan dari sistem legal ke kredibilitas personal penjual (<em>trust substitution</em>); dan (3) penggunaan mekanisme koping teologis (<em>transfer of responsibility</em>) untuk mereduksi ketakutan akan dosa. Studi ini menyimpulkan bahwa penerimaan pasar terhadap produk <em>Self-Declare</em> bersifat rapuh karena tidak didasarkan pada kepastian sistem negara, melainkan pada permisivitas sosial dan keyakinan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan pasca-pasar (<em>post-market surveillance</em>) untuk menjamin legitimasi substantif produk.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Sertifikasi Halal, <em>Self-Declare</em>, Kepercayaan Konsumen, Persepsi Risiko, UMKM.</p> Devi Ernantika Copyright (c) 2026 El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/view/6502 Mon, 25 May 2026 09:52:43 +0000