Kehidupan Harmonis Dalam Masyarakat Majemuk (Pentingnya Pendekatan Multikultur Dalam Pendidikan Di Indonesia)

  • Fitrotin Jamilah Sekolah Tinggi Agama Islam Pancawahana Pasuruan, Indonesia
Keywords: kehidupan, harmonisasi, masyarakat majemuk

Abstract

Kemajemukan dan heterogenitas wilayah nusantara ini menjadikan kehidupan selalu dinamis dan selalu mengalami perubahan-perubahan diberbagai sector, tidak terkecuali pendidikan. Pendidikan yang merupakan pengelolaan manusia memiliki tingkat dinamisasi yang cukup signifikan, hal ini terjadi sebab perbedaan latar belakang manusia, perbedaan suku, ras dan agama yang ada. Hal inilah yang menjadi sebuah tantangan pelaku pendidikan untuk selalu merespon dan selalu kreatif dalam menghadapai persoalan pendidikan.             Kehidupan yang harmonis ditengah-tengah kemajemukan masyarakat mustahil akan bisa terwujud jika tidak berkualitasnya para pelaku pendidikan, khususnya pemegang kekuasaan. Pendidikan Berbasis Masyarakat yang merupakan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh dan untuk masyarakat adalah wujud dari kemajemukan tersebut di wilayah nusantara ini. Lebih lanjut dalam pasal 4 Undang-undang SISDIKNAS diuraikan bahwa Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa. Dalam ayat berikutnya bahwa Pendidikan diselenggarakan sebgai suatu kesatuan yang sitemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Tidak heran jika pendidikan di Indonesia hingga saat ini nampaknya belum menemukan system yang baku dan baik, selalu mengalami perubahan baik di kurikulum, maupun di sektor yang lain.             Maka dapat dikatakan bahwa ada dilema antara penyelenggaraan model pendidikan berbasis masyarakat dengan pendidika  multikultural, dimana tujuan awal dari keduanya berbeda. Oleh karena itu Dalam konteks penyelenggaraan pendidikan multikultural, diperlukan perubahan paradigma pendidikan, dan karenanya diperlukan peningkatan kompetensi pendidik  untuk mewujudkannya, reformasi kurikulum yang mengarah pada pengakuan dan pengejawantahan kemajemukan masyarakat, serta penyusunan kembali teks books.

References

Azra, Azyumardi, “From Civic Education to Multicultural Education: With Reference to the Indonesian Experience,” Paper presented at Workshop” Multicultural Education in Southeast Asian Nations : Sharing Experience, Univensity of Indonesia, Depok 17-19 Juni 2003.
Buadianta, Melani, “ Multiculturalism: In Search of a Framework For Managing Diversity in Indonesia,” Paper presented at Workshop Multicultural Education in Southeast Asian Nations : Sharing Experience, Univensity of Indonesia, Depok 17-19 Juni 2003.
Delors, Jacques, et.al., Learning : The Treasure Within, Report to UNESCO of the International Commissions on Education for the Twenty-fisrt Century, France: UNESCO Publishing, 1996.
McNeil, John D., Curriculum: A Comprehensive Introduction, Boston/Toronto: Little Brown and Company, 1977.
Nasikun, Sistem Sosial Indonesia, Jakarta : CV. Rajawali, 1984.
Nitibaskara, Tubagus Ronny Rahman, Paradoks Konflik dan Otonomi Daerah: Sketsa Bayang-bayang Konflik Dalam Prospek Maasa depan Otonomi Daerah, Jakarta: Peradaban, 2002.
Saifuddin, Achmad Fedyani, “Multicultural Education: Putting School First (A Lesson from the Education Autonomy Policy Implementation in Indonesia),” Paper presented at Workshop” Multicultural Education in Southeast Asian Nations : Sharing Experience, Univensity of Indonesia, Depok 17-19 Juni 2003.
Semiawan, Conny, “Toward Multicultural Education,” Paper presented at Workshop” Multicultural Education in Southeast Asian Nations : Sharing Experience, Univensity of Indonesia, Depok 17-19 Juni 2003.
Soedijarto, Pendidikan Nasional sebagai wahana Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Membangun Peradaban Negara-Bangsa, CINAPS, 2000.
Soedijarto, “Pendidikan Nasional Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Mmemajukan Kebudayaan Nasional Melalui Sekolah Sebagain Pusat Pembudayaan,” Disajikan dalam Pra Kongres Kebudayaan V Th. 2003, di Denpasar, Bali, April 2003.
Suyanto dan Djihad Hisyam, Refleksi dan Reformasi: Pendidikan di Indonesia memasuki Milenium III, Yogyakarta: Adicita Karya Nusa, 2000.
Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Zastrow, Charles, Social Problems: Issues and Solution, Australia/Canada/Denmark/Japan/Mexico/New Zealand/Philipines/Puerto Rico/Singapore/Spain/United Kingdom/United States: Wadsworth, 2000.
Published
2017-12-15
How to Cite
Jamilah, F. (2017). Kehidupan Harmonis Dalam Masyarakat Majemuk (Pentingnya Pendekatan Multikultur Dalam Pendidikan Di Indonesia). Al-Makrifat: Jurnal Kajian Islam, 2(1), 35-46. Retrieved from https://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/makrifat/article/view/3022
Section
Articles