UPAYA MENGEMBANGKAN SIKAP MODERNITAS SANTRI TANPA MENINGGALKAN NILAI-NILAI ISLAM

  • nur saman

Abstract

Pesantren belakangan ini telah berkembang dan merupakan lembaga gabungan antara sistem pesantren (non klasikal) dan sistem pendidikan formal secara bersama-sama. Hal ini dilakukan guna meningkatkan pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan para santri dalam mengembangkan sikap modernitas santri tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. BerdasarkanĀ  analisis data dapat penulis simpulkan bahwa sebagian besar nilai-nilai modern yang sesuai dengan nilai-nilai agama Islam antara lain adalah: keterbukaan, efficacy (sebagai lawan fatalisme), perencanaan dan ketepatan waktu dalam mengerjakan sesuatu, orientasi ke masa depan, percaya dan menghormati orang lain, optimis dan berani mengambil resiko dalam mengejar kemajuan, menerima perubahan-perubahan sosial, aktif berperan serta dalam kegiatan-kegiatan politik dan sosial, aktif berkomunikasi untuk mencari informasi dan pengalaman baru, dan lain sebagainya. Sekalipun demikian, terdapat juga nilai-nilai modern yang bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam, seperti sekularisme, kepercayaan keagamaan rendah, individualisme, dan rendahnya ikatan kekeluargaan, yang kemunculannya itu di dunia pesantren tidak kita kehendaki. HalĀ  ini bila tidak segera kita singkirkan akan muncullah egoisme para santri yang tidak mau bergotong royong dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat, di samping itu muncul pula pudarnya ketaqwaan para santri kepada Allah SWT.
Published
2019-02-21