Problematika Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Arab di SMK Baitul Atieq Cepoko Berbek Nganjuk

  • Asmaul Husna
Keywords: Pengembangan muatan lokal, Bahasa Arab

Abstract

Problem pengembangan kurikulum muatan lokal Bahasa Arab di SMK Baitul Atieq Cepoko Berbek Nganjuk adalah: a) penambahan mata pelajaran (Bahasa Arab) yang materinya merupakan bagian dari mata pelajaran pokok, sehingga banyak materi pelajaran yang tumpang tindih, b) banyak mata pelajaran pokok yang tidak memiliki waktu sesuai dengan yang telah ditentukan Permendiknas nomor 22 tahun 2006, akibat dari banyaknya materi yang tumpang tindih dan c) muatan lokal tidak ditentukan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarnya; 2) Problem tersebut terjadi karena: a) SMK Baitul Atieq belum mampu mengintegrasikan mata pelajaran pokok dan mata pelajaran tambahan, b) keterbatasan dana untuk mengembangkan SMK Baitul Atieq menjadi full-day madrasah, dan c) latar belakang SMK Baitul Atieq yang pada awalnya merupakan madrasah pesantren tradisional yang menentukan buku ajarnya berdasarkan tingkatan kitab; dan 3) Solusi yang dirumuskan untuk mengatasi problem tersebut adalah: a) melakukan sosialisasi dan bimbingan mengintegrasikan mata pelajaran pokok dan mata pelajaran tambahan, b) mengintegrasikan kurikulum nasional dan muatan lokal yang sesuai, dengan cara mengidentifikasi Standar SMK 2008, menambah muatan dan kedalaman materinya, serta mengembangkannya ke dalam buku ajar yang menggunakan bahasa Arab (Durus Al lughatu Al ‘arabiyah), bahasa Arab, dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, dan c) menyusun Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran tambahan yang tidak dapat menjadi bagian dari mata pelajaran pokok.
Published
2019-04-24