ANTARA CINTA DAN TANGGUNG JAWAB MENAFSIR ULANG HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI DI ERA MODERN
Abstract
Makalah ini membahas bagaimana konsep cinta dan tanggung jawab dalam hubungan suami istri perlu ditafsir ulang agar tetap relevan dengan dinamika kehidupan modern. Permasalahan utama yang diangkat adalah pergeseran makna hak dan kewajiban suami istri akibat pengaruh globalisasi, teknologi digital, dan perubahan sosial yang menyebabkan munculnya tantangan baru dalam keluarga Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang mengkaji sumber primer seperti Al-Qur’an dan Hadis serta literatur sekunder berupa buku dan jurnal kontemporer. Pembahasan dilakukan dengan analisis kontekstual dan hermeneutika untuk menemukan keseimbangan antara nilai normatif Islam dan realitas modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa hubungan suami istri tidak lagi bersifat hierarkis, melainkan kemitraan setara yang dibangun atas dasar cinta, musyawarah, dan tanggung jawab bersama. Cinta dipahami sebagai energi spiritual yang harus diwujudkan melalui tanggung jawab moral, sementara tanggung jawab menjadi bentuk konkret dari kasih sayang sejati. Selain itu, era digital menuntut literasi etika dan komunikasi yang bijak agar teknologi menjadi sarana mempererat hubungan, bukan sumber konflik. Penafsiran ulang hak dan kewajiban berdasarkan prinsip keadilan gender dan maqashid al-syari‘ah menjadi langkah penting untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah yang mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. Kata Kunci: Hak dan Kewajiban Suami Istri, Cinta, Tanggung Jawab, Keluarga Islam, Era Modern.Copyright (c) 2025 Aprilia Kartika Muhtar, Fella Sufah Qotrunnadya, Reva Dwi Ariendra, Dewi Khoirun Nisa', Mohammad Syaifuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Contents on this site are licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0)

.png)
1.png)
