Penafsiran QS. Al-Fatihah K.H Mishbah Mustafa : Studi Intertekstualitas Dalam Kitab Al-Iklil Fi Ma'ani At-Tanzil

  • Faila Sufatun Nisak Ali UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: K.H Misbah Mustofa, Tafsir Al-Iklil Fi Ma’ani at-Tanzil, Intertekstualitas

Abstract

K.H Misbah Mustafa dikenal sebagai ulama pesantren yang sangat produktif dalam menulis berbagai bidang keilmuan, dikenal juga sebagai mufasir Nusantara yang kompeten. Hal tersebut dapat dilihat dari karya tafisr beliau Al-Iklil Fi Ma'ani at-Tanzil. Sebuah kitab tafsir bahasa jawa yang ditulis dengan menggunakan aksara Pegon yang khas digunakan di kalangan pesantren pada zaman itu, dengan menggunakan metode tahlili dan beragam corak yang terdapat dalam penafsiran beliau, diantaranya adalah corak lughowi, fikih, sufistik. Dan dalam menafsirkan ayat - ayat al-Qur;an beliau tidak lepas bersumber dari kitab-kitab tafsir terdahulu sebagai pendukung dari argumen beliau sebagai seorang mufasir. Maka Tulisan ini akan berpijak pada pendekatan teori intertekstual yang digagas oleh Julia Kristeva yang biasa digunakan dalam penelitian sastra. Interteks dianggap menjadi pijakan Analisis yang tepat terhadap hasil penafsiran yang diklaim terpengaruh (mengutip) oleh kitab -kitab terdahulu. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan,  sejauh keterjangkauan penulis , pada Penafsiran QS Al-Fatihah K.H Mishbah Mustafa dalam kitab Tafsir al-Iklil Fi Ma’ani at-Tanzil ini terdapat setidaknya empat sumber penfsiran, diantaranya adalah kitab tafsir Jalalain, Kitab Tafsir ar-Razi, Kitab Tafsir al-Qurtuby, kitab Tafsir al-Baidhowi. Dengan beberapa bentuk pengutipannya. Sebagaiamana prinsip Intertekstual Julia Kristeva, yaitu Haplologi, Transformasi dan Ekspansi dan Paralel, hal tersebut dilakukan oleh K.H Misbah sebagai pendukung dari analisis beliau dalam menafisrkan ayat-ayat al-Qur’an dalam kitab tafsirnya. K.H Misbah Mustafa is known as a pesantren theologian who is very productive in writing various scientific fields, also known as a competent Nusantara interpreter. This can be seen from the work of his tafisr Al-Iklil Fi Ma'ani at-Tanzil. A Javanese interpretation book written using the typical Pegon script is used among pesantren in those days, using the tahlili method and a variety of features found in young interpretations, including lughowi, fiqh, and sufic. And in interpreting the verses of the Qur'an, he is still connected with the previous Tafseer book as a supporter of his argument as an interpreter. So this paper will stand on the intertextual theory approach initiated by Julia Kristeva which is commonly used in literary research. Intertext is considered to be the basis of the proper analysis of the results of the interpretation claimed to be affected (cited) by the previous Tafseer books, Based on the analysis that has been done, as far as the affordability of the writer, on the interpretation of QS Al-Fatihah KH Mishbah Mustafa in the Tafseer al-Iklil Fi Ma’ani at-Tanzil, there are at least four sources of interpretation, including the Jalalain Tafseer, the Tafseer Book of Razi, the Tafseer Book of al-Qurtuby, the Tafseer Book of al-Baidhowi. With some forms of quotation. As the Julia Kristeva Intertextual principle, namely Haplology, Transformation and Expansion and Parallel, this is done by K.H. Misbah as a supporter of his analysis in interpreting the verses of the Qur'an in his Tafseer Book.
Published
2019-09-09