HUMANISASI DALAM PARADIGMA PENDIDIKAN YANG NYARIS TERABAIKAN

  • Evi Masyithah Universitas Islam Raden Rahmat Malang
Kata Kunci: Humanisme, Paradigma Pendidikan

Abstrak

Eksistensi suatu negara pada dasarnya ditentukan oleh dinamika semberdaya manusia (human resourches) yang berkualitas, terus bergerak, membangun diri dan masyarakat. Tujuan pembangunan secara makro adalah terbentuknya manusia seutuhnya. Arah tujuan pembangunan ini pada hakekatnya mengembalikan manusia pada kodratnya. Pendidikan, sebagai salah satu subsistem dari pembangunan, dianggap paling korelat untuk mewujudkan cita-cita di atas. Jika pendidikan diharapkan dapat mewujudkan konsep pembentukan manusia seutuhnya, maka jawaban yang dianggap relevan adalah penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan landasan “pendekatan humanistik”. Pendidikan yang berlandaskan konsep humanistik pada hakekatnya bertujuan untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang memberikan peluang bagi anak didik untuk mengaktualisasikan kemampuan yang ada pada dirinya. Dengan pendekatan humanistik, orang tidak perlu khawatir bahwa anak didik hanya menjadi orang-orang alim tapi bodoh. Tujuan pokok dari pendidikan yang humanistik adalah agar anak didik mendapatkan perlakuan yang manusiawi dengan meng-hargai martabatnya sebagai pribadi-pribadi yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang.

Referensi

Damanhuri, Didin S. dan Aruf Satria. 1997. Pendidikan Nasional dan Rekonstruksi Peradaban Abad 21.

Djohar, MS. Dr. Prof. Pembangunan Pendidikan Berwawasan Kema-nusiaan. 1998.

Rahardjo, Mudjia. Dr. Prof. M. Si., Quo Vadis Pendidikan Islam, UIN Malang, 2006

Setjoatmodjo, Pranyoto. 1993. Pembaharuan Konsep Kemanusiaan dalam Pendidikan.

Sudarwan,. 2008. Kriteria Budaya Pendidikan Keberbakatan.

Pasiak, Taufik. Revolusi IQ/EQ/SQ, : Antara Neurosains dan Alqur'an, Mizan, 2002.
Diterbitkan
2019-03-16
Bagian
Articles