Menakar Kualifikasi Lafal Umat dalam al-Qur`ān

  • Imron Mustofa Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Abstract

Konsep bersosial, bermasyarakat maupun bernegara merupakan satu tema yang krusial untuk dikaji. Dewasa ini masyarakat dunia tidak terkecuali umat Islam telah secara otomatis tersistem untuk dapat menerima satu konsep hidup bermasyarakat dan bernegara. Persoalan muncul ketika al-Qur’Än sebagai kitab induk segala panduan kehidupan Muslim menggambarkan konsep ideal bermasyarakat yang boleh jadi memiliki perbedaan bahkan sangat mungkin bersilangan dengan realitas yang ada. Konsekuensi logisnya seorang Muslim harus mampu memposisikan dirinya sebagai makhluk sosial sekaligus hamba yang harus patuh pada prinsip dan nilai-nilai yang diajarkan oleh al-Qur’Än. Sebagai suatu ummah, mereka dituntut harus mampu mengedepankan sikap terbuka, bertindak ilmiah serta memberi perhatian cukup atas kondisi sosio-masyarakat dan dapat menjauhkan diri dari fanatisme terhadap ikatan rasial, kesukuan, golongan, maupun ekslusifitas lain ataupun penuh akan prasangka buruk. Untuk itu, artikel ini hadir membincangkan ummah sebagai satu konsep yang menggambarkan koloni manusia yang ditawarkan al-Qur’Än.
Published
2018-11-17
How to Cite
Mustofa, I. (2018). Menakar Kualifikasi Lafal Umat dalam al-Qur`ān. EL-BANAT: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 8(1), 75-98. https://doi.org/10.54180/elbanat.2018.8.1.75-98
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.