Pendidikan Kebahasaan dalam Penafsiran al-Qur`an Model al-Farā’

  • Moch. Kalam Mollah Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Abstract

Konsentrasi prioritas pada aspek gramatikal dalam memahami ayat al-Qur`an tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab pemahaman al-Qur`an, melalui interpretasi, mempunyai peranan yang sangat besar bagi maju-mundurnya umat. Karenanya, al-FarrÄ` seorang tokoh dengan kekhasan intelektual kebahasaan mencoba menggeluti bidang kajian tersebut. Ia mencoba mengekstrak pesan yang terkandung dalam ayat-ayat itu secara holistik, melalui pintu paling dasar, yaitu bahasa. Metode yang al-FarrÄ` kenalkan tampaknya berusaha memadukan beberapa aspek penafsiran bi al-ma’thÅ«r dengan bi al-ra`yi. Ini dapat dilihat dalam kitabnya ma‘ÄnÄ«y al-Qur`Än. Dalam kitab tersebut, setidaknya ada beberapa karakteristik penting yang mewarnai model penafsiran yang ia ajukan, di antaranya: adanya integrasi berbagai keilmuan dalam membaca suatu ayat; perkataan orang Arab, dalam bentuk prosa maupun syair memiliki peran penting sebagai rujukan dalam menjelaskan lafal ayat; serta penghormatan atas otoritas keilmuan para pendahulu.
Published
2017-06-30
How to Cite
Mollah, M. K. (2017). Pendidikan Kebahasaan dalam Penafsiran al-Qur`an Model al-Farā’. EL-BANAT: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 7(1), 166-181. https://doi.org/10.54180/elbanat.2017.7.1.166-181
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.