Epistemologi Pesantren sebagai Tradisi Pengetahuan Praksis: Otoritas, Habitus, dan Produksi Ilmu

  • Helmi Universitas Nurul Jadid, Probolinggo
  • Moh. Affan Universitas Nurul Jadid, Probolinggo
  • Abd. Somad Universitas Nurul Jadid, Probolinggo
  • Ahmad Basuni Universitas Nurul Jadid, Probolinggo
  • Ahmad Sahidah Universitas Nurul Jadid, Probolinggo

Abstract

Artikel ini mengkaji epistemologi pesantren sebagai sistem produksi, legitimasi, dan transmisi pengetahuan Islam yang memiliki otonomi intelektual dan berbeda secara fundamental dari epistemologi pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis-epistemologis untuk menganalisis struktur epistemik pesantren yang terbentuk melalui interaksi kompleks antara kitab kuning sebagai medium epistemik, otoritas kiai sebagai subjek epistemik, dan tradisi sanad keilmuan sebagai mekanisme validasi pengetahuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa epistemologi pesantren mengintegrasikan tiga pilar pengetahuan Islam—Bayani (tekstual-normatif), Burhani (rasional-empiris), dan 'Irfani (intuitif-spiritual)—yang bekerja secara simultan tanpa dikotomi. Wahyu, akal, tradisi, dan sanad membentuk struktur epistemologis yang integratif dan holistik, di mana wahyu menjadi fondasi normatif, akal sebagai instrumen analisis, tradisi menjaga kesinambungan intelektual, dan sanad memastikan otoritas serta validitas ilmu. Artikel ini juga menganalisis habitus kepesantrenan seperti ta'dzim, tirakat, khidmah, dan adab sebagai mekanisme epistemologis yang membentuk subjek pengetahuan, bukan sekadar etika moral. Pesantren dipahami sebagai epistemologi praksis yang menolak pemisahan dikotomis antara knowing (mengetahui), being (menjadi), dan doing (bertindak). Secara filosofis, epistemologi pesantren menawarkan kritik fundamental terhadap epistemologi Barat-modern yang positivistik, ahistoris, dan individualistik. Penelitian ini menegaskan relevansi epistemologi pesantren bagi pengembangan filsafat ilmu Islam kontemporer dan kontribusinya dalam wacana dekolonisasi pengetahuan berbasis tradisi intelektual lokal Indonesia yang hidup dan produktif.
Published
2026-01-19
How to Cite
Helmi, Moh. Affan, Abd. Somad, Ahmad Basuni, and Ahmad Sahidah. “Epistemologi Pesantren Sebagai Tradisi Pengetahuan Praksis: Otoritas, Habitus, Dan Produksi Ilmu”. Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan 11, no. 01 (January 19, 2026): 81. Accessed February 2, 2026. https://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/alyasini/article/view/7219.
Section
Articles