FIiqh Proletar: Rekonstruksi Nalar Kepentingan Umum dalam Kasus Pembebasan Tanah untuk Pembangunan Menuju Ke Arah Transformasi Sosial yang Progresif-Humanis

  • AHMAD SYAFI’I SJ
Keywords: Fiqih, Proletar

Abstract

Fenomena kriminalisasi dalam proses pembebasan tanah merupakan fenomena umum belakangan ini. Kasus penggusuran, khususunya penggusuran tanah secara paksa, hanyalah contoh kecil poros kesejahteraan sosial dan komitmen keadilan yang sering diabaikan negara dalam setiap pengambilan kebijakan. Ia juga menjadi bukti struktur relasi yang tidak seimbang antara negara, institusi modal, dan komunitas rakyat. Dalam konteks ini, “pembangunan” dan “kepentingan umum” (al-mashlahah al-âmmah/ public interest) yang sering menjadi kata kunci penggusuran tanah rakyat, hanyalah kamuflase untuk mengelabuhi rakyat. Padahal yang sebenarnya punya kepentingan adalah mereka para konglomerat, investor, pemilik modal (baca: kaum borjuis/ kawula elit) dan orang-orang yang berada dalam lingkaran kekuasaan, bukan rakyat yang digusur atau dirampas tanahnya (kaum proletar, kawula alit). Realitas inilah yang memantik penulis untuk memproduksi wacana Fiqih Proletar; model fiqih yang punya komitamen untuk berpihak dan sekaligus memberikan advokasi kepada mereka yang lemah dan terlemahkan, bukan sebaliknya yang mendukung kekuasaan dengan memback-upnya melalui simbol-simbol keagamaan. Fiqih Proletar adalah milik mereka yang lemah dan terlemahkan (al-fiqih li al-du‟afâ‟ wa al-mustad‟ifîn), sekaligus menjadikan orang-orang yang berbuat dzalim dan tidak adil sebagai musuh yang harus diperangi. Dengan kata lain, Fiqih Proletar (di) lahir (kan) sebagai fiqih yang pro-rakyat (suatu komunitas yang sering tertindas- mustad‟ifîn), bukan fiqih penguasa. Ia diupayakan agar selalu bergerak dan digerakkan demi, oleh dan untuk rakyat mayoritas. Ia menjadi fiqih humanis yang menentang fiqih struktur otoritarian. Oleh karenanya, penelitian ini akan menyorot problem tanah yang sering melibatkan rakyat kecil vis a vis kekuasaan yang akan ditinjau dari perspektif “Fiqih Proletar” dengan menggunakan pisau analisis teori mashlahah, khususnya “teori kepentingan umum” (mashlahah al-„âmmah/public interest) yang telah direkonstruksi. Dalam perspektif Fiqih Protelar ini pula, penulis mencoba untuk mengkonstruk ulang pemahaman atas nalar “kepentingan umum” yang kerapkali digunakansebagai dalih dan topeng dalam berbagai kasus penggusuran. Hasil dari pada rekonstruksi tersebut adalah bahwa kaidah yang menyatakan: “Kepentingan umum harus diprioritaskan dari pada kepentingan individu” (al- mashlahah al-'âmmah muqaddam 'alâ al-mashlahah al-fardiyyah; اَلْمَصْلَحَتُ اُلْعَامَّتُ مقَدَّ مُ عَُلَى اُلْمَصْلَحَ تُ اُلْفَسْ دِّيَت , dalam beberapa hal, perlu mendapatkan penjelasan dan aplikasi penyelesaian secara adil, jelas dan tegas (clear and distinc), serta proporsional.

Author Biography

AHMAD SYAFI’I SJ
Dosen Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

References

Abdulgani, R, 1965, Api Islam dalam Kobaran Api Revolusi Indonesia, Jakarta: B.P. Prapantja.

Adams, C. J, (ed.), 1965, A Reader's Guide to the Great Religions. New York: The Free Press.

Al-Anshari, S. M. Abi al. A, 1984, Nihâyah al-Muhtâj. Beirût: Dâr al-Fikr.

Al-Bûthî, Muh. S. R, Dhawâbith al-Mashlahah, Beirût: Dâr al-Fikr, t.t.

Al-Ghazzâlî, 1971, Syifâ' al-Ghalîl fî Bayânî al-Syabahi wa al-Mukhayyal wa Masâlik al-Ta'lîl, Baghdad: Mathba'ah al-Irsyâd.

---------, 1971, Al-Mustasyfâ min ‘Ilm al-Ushûl, Kairo: Syirkah ath-Thibâ’ah al-Fanniyah al-Muttahidah.

Ahkâm al-Fuqahâ: Solusi Problematika Aktual Hukum Islam. (Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama 1926-1999 M). Surabaya: LTN NU Jawa Timur & Diantama, 2005.

Al-Jabirî, M. A, 1991, Takwîn al-‘Aql al-‘Arabî, Beirût: al-Markaz as-Saqâfî al-‘Arabî.

Al-Mâwardî, A. H, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah wa al-Wilâyât al-Diniyah, Beirût: Dâr al-Kutub al-‘Alamiyyah, t.t.

Al-Raisuni, A, 1992, Nazhariyyah al-Maqâshid 'Inda al-Syâthibî, Riyâdh: Dâr al-Alamiyyah.

Al-Thawîl, T, 1979, Falsafah al-Akhlâq: Nasy'atuhâ wa Tathawwuruhâ, Kairo: Dâr al-Nahdhah al-'Arabiyah.

Al-Zuhailî, W, 1982, Naz}ariyyah al-D{arûrah al-Sharî’ah: Muqâranah ma’a al-Qânûn al-Wad}’î, Damaskus: Muassasah al-Risalah.

Ash-Shan’ânî, Imâm M. bin I, Subul as-Salâm, Juz IV, Beirût: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah,t.t.

Audi, R, 2002, Agama dan Nalar Sekuler dalam Masyarakat Liberal. Terj. Yusdani & Aden Wijaya, Yogyakarta: UII Press.

Azra, A, 2002, Reposisi Hubungan Agama dan Negara, Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Candra AP, Tri. “Reforma Agraria: Perbincangan yang Belum Selesai di Tengah Pergulatan Islam Liberal dengan Islam Post-Tradisional”, dalam Tashwirul Afkar: Deformalisasi Syariat, Edisi No. 12, 2002.

Engineer, A. A, 1999, Islam dan teologi Pembebasan, Bandung: Mizan.

Friedmann, W., 1960, Legal Theory, Londons: Stevens and Sons Limited.

Gray, C. B, (ed.), 1999, The Philosophy of Law an Encyclopedia, Vol. I, Grland Publishing, Inc..

Hanafi, H, 2003, Islamologi I : Dari Teologi Statis ke Anarkis, Yogyakarta: LkiS.

___________, 2004, “Apa Arti Islam Kiri”, dalam Kazuo Shimogaki, Kiri Islam, antara Modernisme dan Postmodernisme, Yogyakarta: LKIS.

___________, 2001, Sekuler, terj. M. Zaki Husein & M. Nur Khoiron.Jakarta: Instad.

Hari S, N. “Gerakan Petani dan Tumbuhnya Organisasi Tani di Indonesia: Studi Kasus Gerakan Petani Era 1980-an)” diakses dari: http://psdal.lp3es.or.id/dp35ar4.html.

http://www.jakartapress.com/www.php/news/id/12955/Kasus-Priok-Tanggung-Jawab-Negara-Dipertanyakan.jp

http://www.docstoc.com/docs/21242912/KOALISI-RAKYAT-TOLAK-PENGGUSURAN
http://cetak.

kompas.com/read/xml/2010/02/16/02520778/mencegah.legislasi.penggusuran.http://pemikiranislam.wordpress.com/2007/07/29/tanah-dan-fiqih-kiri.

Koirudin, 2005, Politik Kiai: Polemik Keterlibatan Kiai dalam Politik Praktis, Malang: Averroes Press.

Kuntowijoyo, 1997, Identitas Politik Umat Islam, Bandung: Mizan.

Mahfudh, S, 1994, Nuansa Fiqih Sosial, Yogyakarta: LkiS.

Mas’udi, M. F., 2007, “Hak Milik dan Ketimpangan Sosial (Telaah Sejarah dan Kerasulan)”, dalam Prof. Dr. Nurcholis Madjid (et.all), Islam Universal, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mertokusumo, S, 1999, Mengenal Hukum: Suatu Pengantar, Yogyakarta: Liberty.

Morrison, W, Elements of Jurisprudence, Kuala Lumpur: International Law Book Services, t.t.

Muhammad, J. al-Dîn A, 2003, Nahwa Fiqihin Jadîdin lil-Aqliyât, Kairo: Dâr al-Salâm.

Munawwir, A.W, 1984, Kamus Al-Qur’an-Munawwir, Yogyakarta: Pustaka Progressif.

Studies, Vol. 43, No. 2, 2005.

Murphy, J. G., 1990, The Philosophy of Law an Introduction of Jurisprudence, San Francisco&London: Westview Press.

Mustafied, M, “Merancang Ideologi Gerakan Islam Progresif-Transformatif: Mempertimbangkan Islam Kiri Hassan Hanafi”, dalam Muhiddin M. Dahlan (ed.), 2000, Sosialisme Religius, Suatu Jalan Keempat.Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Nugroho, A, “Fikih Kiri: Revitalisasi Ushul Fiqih untuk Revolusi Sosial”, dalam Al-Jâmi’ah: Journal of Islamic Studies, Volume 43. No. 2, 2005.

Pollack, E. H., 1979, Jurisprudence: Principles and Application, t.tp: the Ohio State University Press.

Prasetyo, E, 2002, Islam Kiri: Melawan Kapitalisme Modal dari Wacana Menuju Gerakan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar & Insist.

Ridwan, N. K, 2004, Agama Borjuis; Kritik Atas Nalar Islam Murni, Jogjakarta: Ar-Ruzz.

---------, 2001, Islam Borjuis, Yogyakarta: Galang Press.

Scacht, J, 1996, An Introduction to Islamic Law, London: Clarendon Press.

Supriyadi, E, 2003, Sosialisme Islam: Pemikiran Ali Syari’ati, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Syafi’, A, “Problem Pengembangan Kreativitas Hakim di Tengah Intervensi Kekuasaan dan Mafia Peradilan: Bercermin Dari Pemikiran Filsafat Hukum Roscoe Pound”, dalam Justitia Islamica: Jurnal Kajian Hukum dan Sosial, Vol. 6, No. 1 Januari-Juni, 2009.

Syariati, A, 1998, Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi, Bandung: Mizan.

Suseno, F. Magnis, 2000, Pemikiran Karl Marx dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rakhmat, J, 1991, Islam Alternatif, Bandung: Mizan.

Rasjidi, L, 1993, Dasar-Dasar Filsafat Hukum, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Riyadi, H, 2005, Tafsir Emansipatoris: Arah Baru Studi Tafsir al-Qur’an, Bandung: Pustaka Setia.

Tim Penyusun Kamus PPPB, 1995, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

Yafie, A, 1994, Menggagas Fiqih Sosia, Bandung: Mizan.

---------, 2006, Merintis Fiqih Lingkungan Hidup, Jakarta: UFUK Press.

Yasid, A, 2004, Islam Akomodatif: Rekonstruksi Pemahaman Islam sebagai Agama Universal, Yogyakarta: LKiS.

Zarqa’, M Ahmad, 1967, Al-Madkhal al-Fiqih al’am. Beirut: Dar al-Fikr.
Published
2017-02-20
How to Cite
SYAFI’I SJ, A. (2017, February 20). FIiqh Proletar: Rekonstruksi Nalar Kepentingan Umum dalam Kasus Pembebasan Tanah untuk Pembangunan Menuju Ke Arah Transformasi Sosial yang Progresif-Humanis. FIKROTUNA, 3(1). https://doi.org/https://doi.org/10.32806/jf.v3i1.2711
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.