MANAJEMEN PESERTA DIDIK BERBASIS PESANTREN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER (Studi atas MA Salafyah Mu’adalah Pondok Tremas Pacitan)

  • Arif Shaifudin
  • Wildan Nafi'i Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Abstract

Fenomena degradasi moral adalah bukti masih belum utuhnya
pembinaan yang dilakukan sekolah kepada peserta didik, khususnya dalam
penanaman karakter. Kemerosotan moral ini adalah tanggung jawab bersama
seluruh komponen bangsa. Oleh karena itu, MA Salafyah Mu’adalah Pondok
Tremas Pacitan merasa berkewajiban untuk memberikan tawaran solusi, yaitu
dalam bentuk manajemen peserta didik berbasis pesantren dalam pembentukan
karakter yang menjadi tema penelitian penulis. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan; (1) implementasi manajemen peserta didik berbasis pesantren
dalam pembentukan karakter, (2) keberhasilan yang dicapai, dan (3) faktor
pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian
kualitatif, dengan mengambil lokasi MA Salafyah Mu’adalah Pondok Tremas
Pacitan. Metode pengumpulan datanya; observasi, interview, dan dokumentasi.
Dan analisis model miles dan Huberman, yaitu analisis model interaktif.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa, manajemen peserta didik berbasis pesantren
dalam pembentukan karakter di MA Salafyah Mu’adalah menggunakan tiga
langkah strategi, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action, yang
dalam aplikasinya menggunakan empat fungsi manajemen; (1) Perencanaan,
(2) Pengorganisasian: membentuk struktur organisasi melalui Tim Majelis
Ma’arif. (3) Pelaksanaan: mencanangkan program-program, (4) Pengawasan.
Faktor pendukung dan penghambatdigunakan analisis SWOT, ditemukan faktor
pendukung: (a) motivasi kyai, ustadz, dan siswa yang menunjang, (b) iklim dan
tradisi pesantren yang mendukung, (c) fgurisasi kyai dan ustadz sebagai teladan
konkrit, (d) program vokasional dengan media yang memadai, dan (e) komunikasi
yang akrab antara lembaga dengan masyarakat. Faktor penghambat: (a) Komponen
pendidikan belum sinergis, (b) tradisi peantren dengan corak kesederhanaannya, (c)
minimnya budaya kritis, (d) efektivitas kegiatan belum merata, (e) budaya negatif dari
luar

Published
2020-03-24
How to Cite
Shaifudin, A., & Nafi’i, W. (2020). MANAJEMEN PESERTA DIDIK BERBASIS PESANTREN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER (Studi atas MA Salafyah Mu’adalah Pondok Tremas Pacitan). El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 7(2), 165-190. https://doi.org/10.35888/el-wasathiya.v7i2.3829
Section
Articles