Spirit Literasi Ekologi dalam Surah Ali Imran Ayat 190-191: Tafsir, Relevansi, dan Implementasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan
Keywords:
Literasi Ekologi, Surah Ali Imran 190-191, Tafsir, Pembangunan Berkelanjutan, Eco-TheologyAbstract
The environmental crisis is one of the biggest global challenges of the 21st century, with not only ecological but also social and spiritual impacts. Islam, as a comprehensive religion, has profound teachings regarding the relationship between humans and nature, as reflected in Surah Ali Imran verses 190-191, which commands tadabbur of Allah’s creation. This research aims to examine Surah Ali Imran verses 190-191 through classical and contemporary tafsir approaches to explore the values of ecological literacy contained therein, as well as its relevance to sustainable development. The research uses a qualitative method through literature study, with primary sources of the Qur’an and tafsir books, as well as secondary sources of eco-theology literature and global reports. The results show that this verse contains the value of tadabbur nature, recognition that nature is not in vain, ecological spirituality, ethics of balance, and environmental trust. These values are very relevant to support the Sustainable Development Goals (SDGs) agenda. The implementation of these verse-based ecological literacy values can be done through education, da’wah, and social policy. This article concludes that Surah Ali Imran verses 190-191 are important theological foundations for the development of an ecological literacy paradigm in Muslim society. Krisis lingkungan menjadi salah satu tantangan global terbesar abad ke-21, tidak hanya berdampak ekologis tetapi juga sosial dan spiritual. Islam, sebagai agama yang syumul, memiliki ajaran mendalam mengenai relasi manusia dan alam, sebagaimana tercermin dalam Surah Ali Imran ayat 190-191 yang memerintahkan tadabbur terhadap ciptaan Allah. Penelitian ini bertujuan mengkaji Surah Ali Imran ayat 190-191 melalui pendekatan tafsir klasik dan kontemporer untuk menggali nilai-nilai literasi ekologi yang terkandung di dalamnya, serta relevansinya terhadap pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, dengan sumber primer Al-Qur’an dan kitab tafsir, serta sumber sekunder literatur eco-theology dan laporan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini memuat nilai tadabbur alam, pengakuan bahwa alam tidak sia-sia, spiritualitas ekologi, etika keseimbangan, dan amanah lingkungan. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Implementasi nilai-nilai literasi ekologi berbasis ayat ini dapat dilakukan melalui pendidikan, dakwah, dan kebijakan sosial. Artikel ini menyimpulkan bahwa Surah Ali Imran ayat 190-191 merupakan fondasi teologis penting bagi pembangunan paradigma literasi ekologi dalam masyarakat Muslim.Downloads
Published
Issue
Section
License
Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan (ISSN : 2549-9157xx) dan (EISSN: 2579-3543xx) diterbitkan oleh Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STID Raudlatul Iman (STIDAR) Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman Sumenep Madura. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Kajian Dakwah, Interaksi sosial. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Maret dan september



