Tradisi Mangampo We’re pada Ritual Kesyukuran dalam Prespektif Al-Qur’an di Kelurahan Unyi Kab. Bone (Kajian Living Qur’an)

Penulis

  • Muh. Tahir

Kata Kunci:

mengampo were’, kearifan lokal, Bugis, Kelurahan Unyi, tradisi kesyukuran

Abstrak

The tradition of "mengampo were'" (were-gathering) is a form of local wisdom of the Bugis community in Unyi Village, passed down through generations as an expression of gratitude to Allah SWT for blessings, safety, or certain successes. This tradition not only contains religious values through communal prayer and recitation of verses from the Quran, but also social values through strengthening solidarity and fostering relationships among residents. However, modernization and shifting cultural values pose challenges to the preservation of this tradition. This study aims to describe the implementation, values, and relevance of the "mengampo were'" tradition in Unyi Village to modern society. The research method used is a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the "mengampo were'" tradition in Unyi Village is still routinely performed at certain moments such as a bumper harvest, a birth, a healing, or other successes. The values it embodies encompass religious, social, cultural, and economic values. Despite some simplifications in the ritual, the community strives to maintain its philosophical significance. The conclusion of this study is that the mengampo were' tradition in Unyi Village plays a crucial role in maintaining local cultural identity while strengthening social cohesion. Its preservation requires support from the younger generation and creative adaptation to remain relevant amidst social change. Tradisi mengampo were’ merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Bugis di Kelurahan Unyi yang diwariskan secara turun-temurun sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki, keselamatan, atau keberhasilan tertentu. Tradisi ini tidak hanya mengandung nilai religius melalui doa bersama dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga nilai sosial berupa penguatan solidaritas dan silaturahmi antarwarga. Namun, modernisasi dan pergeseran nilai budaya menimbulkan tantangan bagi pelestarian tradisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan, nilai-nilai yang terkandung, serta relevansi tradisi mengampo were’ di Kelurahan Unyi dalam kehidupan masyarakat modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mengampo were’ di Kelurahan Unyi masih dilaksanakan secara rutin pada momen-momen tertentu seperti panen raya, kelahiran, kesembuhan, atau keberhasilan lainnya. Nilai-nilai yang terkandung meliputi nilai religius, sosial, budaya, dan ekonomi. Meskipun terjadi beberapa penyederhanaan dalam prosesi pelaksanaan, masyarakat tetap berupaya mempertahankan makna filosofisnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tradisi mengampo were’ di Kelurahan Unyi memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus memperkuat kohesi sosial. Pelestariannya memerlukan dukungan generasi muda dan adaptasi kreatif agar tetap relevan di tengah perubahan sosial.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-03-05

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Obs.: Plugin ini minimal membutuhkan satu plugin statistik/laporan aktif. Jika plugin statistik menghasilkan lebih dari satu metrik, pilihlah metrik utama pada pengaturan halaman admin dan/atau pada halaman pengaturan manajer jurnal.