Dakwah Multikultural di Era Digital: Membingkai Keragaman dalam Algoritma Media Sosial

Penulis

  • Ariadi Universitas Isam Negeri Alauddin Makassar
  • Mahmuddin

Kata Kunci:

Dakwah Multikultural, Media Sosial, Era Digital, Literasi Digital

Abstrak

This study aims to analyze the concept and implementation of multicultural da’wah within the digital era, focusing on the dynamics of social media as a new arena for spreading Islamic values. The transformation of communication patterns due to technological advancement requires an adaptive approach to the cultural and social diversity of society. This research employs a descriptive qualitative method using a library research approach, analyzing relevant literature on Islamic propagation, multiculturalism, and digital communication. The results reveal that multicultural da’wah on social media functions not only as a means of religious dissemination but also as a medium for social reconciliation that strengthens tolerance and religious moderation. Effective strategies include the utilization of social media algorithms, inclusive message packaging, and cross-community collaboration. The main challenges identified involve misinformation, hate speech, and algorithmic bias. Therefore, strengthening digital religious literacy and Islamic communication ethics is essential to ensure that da’wah remains relevant, humanistic, and peaceful amid the complexity of the digital world Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi dakwah multikultural dalam konteks era digital, dengan menyoroti dinamika media sosial sebagai ruang baru penyebaran nilai-nilai keislaman. Perubahan pola komunikasi akibat perkembangan teknologi informasi menuntut adanya pendekatan dakwah yang adaptif terhadap keberagaman budaya dan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur yang relevan tentang dakwah, multikulturalisme, dan komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah multikultural di media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran ajaran Islam, tetapi juga sebagai instrumen rekonsiliasi sosial yang memperkuat nilai toleransi dan moderasi beragama. Strategi efektif yang ditemukan meliputi pemanfaatan algoritma media sosial, pengemasan pesan yang inklusif, dan kolaborasi lintas komunitas. Adapun tantangan utama dakwah di ruang digital meliputi penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, dan bias algoritmik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital keagamaan dan etika komunikasi Islam agar dakwah tetap relevan, humanis, dan menyejukkan di tengah kompleksitas dunia digital.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-03-05

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Obs.: Plugin ini minimal membutuhkan satu plugin statistik/laporan aktif. Jika plugin statistik menghasilkan lebih dari satu metrik, pilihlah metrik utama pada pengaturan halaman admin dan/atau pada halaman pengaturan manajer jurnal.