Bukan Sekadar Logo: Mengurai Kepercayaan Konsumen dan Persepsi Risiko terhadap Produk Halal Self-Declare pada Usaha Mikro.

  • Devi Ernantika STAINU MADIUN

Abstract

Abstrack

Implementasi kebijakan sertifikasi halal Self-Declare mengubah mekanisme jaminan produk dari berbasis verifikasi saintifik menjadi berbasis kepercayaan sosial, yang berpotensi memicu persepsi risiko pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program Self-Declare ditinjau dari perspektif psikologi konsumen, khususnya terkait bagaimana konsumen memitigasi risiko dan mengonstruksi kepercayaan terhadap produk tanpa audit laboratorium. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap konsumen muslim urban dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama: (1) adanya fenomena Halal Agnosticism, di mana konsumen mengabaikan detail mekanisme verifikasi; (2) terjadinya substitusi kepercayaan dari sistem legal ke kredibilitas personal penjual (trust substitution); dan (3) penggunaan mekanisme koping teologis (transfer of responsibility) untuk mereduksi ketakutan akan dosa. Studi ini menyimpulkan bahwa penerimaan pasar terhadap produk Self-Declare bersifat rapuh karena tidak didasarkan pada kepastian sistem negara, melainkan pada permisivitas sosial dan keyakinan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan pasca-pasar (post-market surveillance) untuk menjamin legitimasi substantif produk.

Kata Kunci: Sertifikasi Halal, Self-Declare, Kepercayaan Konsumen, Persepsi Risiko, UMKM.

Published
2026-05-25
How to Cite
Ernantika, D. (2026). Bukan Sekadar Logo: Mengurai Kepercayaan Konsumen dan Persepsi Risiko terhadap Produk Halal Self-Declare pada Usaha Mikro. El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 14(1), 24-33. https://doi.org/10.35888/el-wasathiya.v14i1.6502
Section
Articles