Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Melalui Pendekatan Pendidikan Responsif Gender di Kabupaten Sumenep
DOI:
https://doi.org/10.32806/jf.v15i01.5867Kata Kunci:
Indek Pambangunan manusia (IPM), indek pemberdayaan Gender (IDG), Pendidikan responsive genderAbstrak
Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang peningkatan indek pembangunan manusia melalui pendekatan pendidikan resposif gender. Artikel ini menggunakan pendekatan library research dengan teknik konten analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM kabupaten Sumenep masih relatf rendah yaitu laki-laki berada pada angka 72.32 % sementara perempuan 58.38 % angka ini menggambarkan bahwa masih terjadi perbedaan yang signifikan antara laki-laki dan perempuan. Salah satu indikatornya adalah rata-rata sekolah laki-laki 6.60 % dan perempuan 4.63%. Fakta ini masih merugikan perempuan. Kemudian indek pemberdayaan Gender (IDG) di Sumenep adalah 60.99% lebih baik dari kabupaten lainnya di Madura. data IDG Sumenep dari 2010 sampai 2019 menunjukkan peningkatan yang cukup baik, bahkan lebih baik dari kabupaten lain di Madura. Kendati demikian kesenjangan ini masih menjadi persoalan pembangunan dalam bidang pendidikan di Sumenep. Studi ini menunjukkan revitalisasi agenda pembangunan manusia di bidang pendidikan yang responsif gender, terutama di wilayah perdesaan dan kepulauan. Tantangan pembangunan di Sumenep masih dihadapkan pada praksis budaya yang sebagian diantaranya belum berpihak pada kesetaraan gender. Pemerintah Sumenep seyogyanya dapat meningkatkan indek pembangunan manusia melalui jalur pendidikan responsive gender, dengan menjadikan kajian ini sebagai rekomendasi kepada dinas terkait. Salah satunya adalah merevitalisasi peran dewan pendidikan, yaitu mengoptimalkan fungsi dewan pendidikan sebagai advisory agency, supporting agency, controlling agency, dan mediating agencyReferensi
Ambarwati & Aida Husna, Manajemen Pesantren Responsif Gender : Studi Analisis Di Kepemimpinan Nyai Pesantren Di Kabupaten Pati ( Palastren : Jurnal Studi Gender, Vol 7, No 2, 2014), 255.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2016), Indeks Pembangunan Manusia 2012-2014. BPS, Jakarta
Badan Pusat Statistik (BPS). (2016), Indeks Pembangunan Manusia 2016. BPS, Jawatimur
Dini Damayanti & Fitria Rismaningtyas, Pendidikan Berbasis Responsif Gender Sebagai Upaya Meruntuhkan Segregasi Gender (Jurnal Analisa Sosiologi Januari 2021, 10 (Edisi Khusus Sosiologi Perkotaan):60
Hendarman, Peran Dewan Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Pendidikan (Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 18, Nomor 1, Maret 2012), 35.
https://mediamadura.com/2017/01/17/mengejutkan-indek-pembangunan-manusia-di-sumenep-terendah-di-jawa-timur/
https://www.timesindonesia.co.id/read/news/332880/genjot-pembangunan-sumenep-bupati-fauzi-bidik-sektor-pendidikan
https://www.tribunnews.com/nasional/2021/09/22/nadiem-makarim-perempuan-lebih-rentan-putus-sekolah-di-masa-pandemi-covid-19.
Iklilah Muzayyanah Dini, et.al, Pembangunan manusia berbasis gender 2020 ( Jakarta : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA, 2020), 55.
Ismi Aulil Wardani, et.all, Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Bertahan Hidup Perempuan Pulau Di Desa Gedugan, Pulau Giligenting, Kabupaten Sumenep (SEPA : Vol. 16 No.1 September 2019), 50.
Jeseph Levitan, The difference between educational equality, equity and justice (Aje Forum, Forum of American Journal of education), 32
Kathleen Lynch dan John Baker, Equality in education: An equality of condition perspective (Equality Studies Centre, University College Dublin. 2005), 131
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA, 2020),
Luciana Castellia, Serena Ragazzia & Alberto Crescentinia, International Conference on Education and Educational Psychology (ICEEPSY 2012) Equity in education: a general overview(Procedia - Social and Behavioral Sciences 69 ( 2012 ) 2243 – 2250, 2246.
Muhammad Aqil, Nilai-nilai humanism dalam dialog antar agama perpektif Gus Dur ( Al-Adyan : Journal of religious studies 1 (1), 52-66, 2020), 52
OECD (organization for economic co-operation and development), ten step to equity in education (OECD; 2008), 2.
Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan khususnya dalam pasal 192 ayat (2), (3), (4), dan (5). Ayat (2).
Suwandi, Strategi Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Sektor Kesehatan Melalui Program “Mawar Iteng†Di Kabupaten Pemalang (Prosiding SEMINAR NASIONAL DAN CALL FOR PAPERS Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, 2019), 596.
UNDP, Gender Equality in Human Development (Measurement Revisited (2015), 50
UNESCO (united nation, educational, scientific, and cultural organization, A guide for ensuring inclusionand equity in education (France : UNESCO, 2017), 12.
Widharto, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Dalam Pembangunan Nasional Indonesia: Peran-serta Pustakawan Dalam Mencerdaskan Bangsa (Jurnal Perpustakaan Pertanian, V o l . 1 4 N o . 3 & 4 T a h u n 2 0 0 7), 154.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 FIKROTUNA
Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.