RELEVANSI PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI TENTANG PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MENGATASI PERMASALAHAN MORAL MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI

  • Ali Masykur UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan moral di kalangan mahasiswa, seperti plagiarisme, kecurangan akademik, dan rendahnya etika akademik di perguruan tinggi. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter moral mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh Abu Hamid al-Ghazali dalam mengatasi permasalahan moral mahasiswa di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap karya-karya Al-Ghazali serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengkaji konsep pendidikan akhlak menurut Al-Ghazali dan relevansinya dalam konteks pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep tazkiyat al-nafs dapat menjadi dasar dalam membangun integritas akademik mahasiswa, metode riyadhah dan mujahadah berperan dalam membentuk disiplin dan tanggung jawab akademik, serta prinsip uswah hasanah atau keteladanan memiliki peran penting dalam membangun budaya akademik yang beretika. Dengan demikian, pemikiran Al-Ghazali tetap relevan sebagai landasan dalam membentuk karakter moral mahasiswa di perguruan tinggi.

Published
2026-04-01
How to Cite
Ali Masykur. (2026). RELEVANSI PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI TENTANG PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MENGATASI PERMASALAHAN MORAL MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI. El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 14(1), 1-23. https://doi.org/10.35888/el-wasathiya.v14i1.6505
Section
Articles