TIPOLOGI KEKAFIRAN DALAM PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP KONTEKS KEBERAGAMAAN KONTEMPORER

  • Irsyad Kholis Fatchurrozaq Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun

Abstrak

Penelitian ini membahas tipologi kekafiran dalam pemikiran Fazlur Rahman dan relevansinya terhadap konteks keberagamaan kontemporer, dengan latar belakang munculnya praktik eksklusivisme dan intoleransi dalam masyarakat modern yang sering memanfaatkan istilah “kafir” secara sempit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konten terhadap karya-karya Fazlur Rahman, khususnya terkait konsep kekafiran dan penerapan metode double movement dalam penafsiran Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rahman memahami kekafiran bukan sekadar sebagai penolakan teologis, tetapi sebagai pengingkaran terhadap nilai-nilai moral dan etika universal, yang dapat dikategorikan sebagai kekafiran moral, struktural, dan intelektual. Penerapan metode double movement memungkinkan reinterpretasi ayat Al-Qur’an secara kontekstual, sehingga kekafiran dipahami sebagai refleksi etis atas perilaku manusia, bukan label identitas agama. Pemikiran Rahman relevan dalam membangun sikap inklusif, toleran, dan humanistik di masyarakat plural, sekaligus mendorong pendidikan dan praktik keberagamaan yang menekankan keadilan, kemanusiaan, dan solidaritas sosial.

Diterbitkan
2025-12-30
Bagian
Articles